
Creek..
Seseorang membuka jendela ku tapi aku tidak tau. Aku tau pun itu karena Kyeri, karena saat itu Kyeri sedang berada di belakang rumah.
Entah apa yang ia lakukan tapi yang pasti Kyeri mengajar orang yang ingin mengintip kamarku hingga babak belur
"WOY! NGAPAIN LO?"
"Ck. S!al."
Belum sempat orang ini lari dan kabur dari Kyeri, Kyeri lebih dulu menangkapnya dan langsung memukulinya.
Brugh!
Bug.. Bug.. Bug..
"Ngapain lo A***g?"
Bug.. bug..
"A-ampun, ampun."
"Ampun? Untuk apa? Ikut gua, lo sekarang!"
Kyeri pun menarik kerah orang itu dan membawanya ke rumah pak kades untuk memberikan penjelasan secara rinci.
Orang itu sudah tidak bisa melawan, bahkan mungkin sudah tidak berdaya lagi.
Tok..tok..tok!
"Pak! Pak Kades?" panggil Kyeri dengan nada suara sedikit tinggi.
"Iya, iya ada apa?" jawab seseorang dari dalam.
Grek.
"Nak Kyeri ada apa?" tanya bu Kades saat melihat Kyeri ada di depan pintu rumahnya.
Brugh!
Kyeri melempar orang yang ingin berbuat jahat tadi ke lantai pak kades. Wajahnya sudah cukup babak belur bahkan tubuhnya sudah pasrah.
"Ada apa ini?" tanya ibu Kades panik.
"Dia tadi mau berbuat jahat bu, di rumah Nadta. Tepatnya dia mau membuka jendela kamar Nadta," tegas Kyeri.
"Yaampun, Pak, pak, sini pak."
"Ngapa toh teriak, teriak?" tanya pak Kades menghampiri istrinya.
"Loh nak Kyeri ada ap-? Loh ini bukannya warga desa sebelah ya?" tanya pak Kades lagi.
"Ini pak dia tadi mau mengintip di rumahnya Nadta," jelas ibu Kades.
"Nadta tuh sopo?"
"Rumahnya Ibu Nita."
"Oalah yang anaknya pintar itu ya, Oh... gak bisa di biarkan ini."
"Mari, mari kita tangani ini," lanjut pak kades lagi.
...~•< Rumah Nadta >•~...
Hoam...
Setelah tidur selama 2 jam, aku pun terbangun karena aku merasa sangat dingin, entah karena apa.
Aku meregangkan badan ke kanan dan ke kiri dengan mata yang masih tertutup.
Saat mataku mulai terbuka, betapa terkejutnya aku melihat jendela ku terbuka cukup lebar. Padahal jendelaku paling susah untuk di buka.
Deg..deg..deg..
__ADS_1
Jantungku mulai berdebar, mataku mulai berkaca-kaca. Aku takut, takut ada maling tiba-tiba saja menodongkan sajam lalu mengambil nyawaku.
Creek..
"Hah?" lirihku dengan mata terbelalak.
Creek..
Terlihat seseorang pria sedang memegang jendelaku. Walau jendela ini sudah aman karena terlindung kayu-kayu pipih yang berada di tengah-tengah jendela tapi aku masih khawatir.
"Jangan takut Nadt jangan takut," gumam ku.
Aku memberanikan diri untuk mengambil sebuah sapu kayu dan..
"MAU APA KAMU?!"
Brak!
Pukulan sapu yang aku layangkan ke orang itu pun kena tepat sasaran dan tepat sesuai yang ingin aku lakukan.
"Awwh," lirih orang itu.
Aku pun pelan-pelan berjalan maju mendekati orang itu dan aku pun memberanikan diri untuk melihat siapa orang itu.
"Kyeri?"
Sontak aku pun terkejut kala melihat seseorang itu adalah Kyeri. Aku pun langsung berlari ke luar rumah melalui pintu belakang menemui Kyeri.
"Aduh," ucap Kyeri mengusap-usap kepalanya.
"Ke? K-kamu? Ahahahahahaha," tawa puas dari ku saat melihat kepala Kyeri ada benjolan yang cukup besar.
"Ketawa kamu Nadt," ucap Kyeri masih mengusap-usap kepalanya.
"Lagian kamu ngapain di depan jendela aku? Kan kamu tau kala jendela aku paling susah untuk di buka. "
"Bukan aku yang buka. Tapi tadi ada orang jahat yang mau ngintip kamar kamu," jelas Kyeri.
"Halah, bilang aja kamu mau ngintip aku tidur kan, hmmm dasar."
Kyeri pun menjelaskan lagi semuanya ke aku dan barulah aku percaya ucapan Kyeri yang sebenarnya.
...----------------...
"Dia mau ngintip kamar Nadta pak!"
"Apa? Astaga, perbuatan macam apa itu?!"
"Eng-enggak kok, orang memang jendelanya udah kebuka," elak orang itu.
"Mana ada? Saya sering lewat belakang rumah Nadta karena kami tetangga bersebelahan dan saya tau jendela Nadta itu tidak bisa di buka kalau bukan dari dalam."
"Dan itu pun sangat susah untuk membuka jendelanya, karena waktu kecil saya pernah membantu Nadta untuk membuka jendelanya tetapi tidak berhasil," jelas Kyeri.
"Iya, iya saya tau karena saya juga ikut membantu membuat rumah itu dulu," ucap pak Kades percaya ucapan Kyeri.
"Jadi apa motif mu, sampai nekat untuk melakukan hal tersebut?" tanya pak Kades.
"A-anu pak."
"Ngomong yang jelas dong!" cetus Kyeri.
"Sabar nak Kyeri, kita harus memberikan kesempatan dia untuk berbicara dulu," pak kades menenangkan Kyeri.
Wajah penuh dendam muncul, diiringi kepalanya tangan serta hembusan nafas yang sedikit berat.
'Pengen gua hajar lagi orang ini,' umapt Kyeri dalam hatinya, menatap sinis orang itu.
"Sa.. saya di suruh pak!" ucap orang ini membuat pengakuan.
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya pak Kades lagi.
"Tidak tau pak, yang pasti perempuan berkaca mata hitam dalam mobil berwarna merah pak."
__ADS_1
'Kalau dia bohong, gak mungkin dia bisa datail itu menjelaskan,' umpat Kyeri dalam hatinya lagi.
Dan segala sesuatu jika di bicarakan secara kepala dingin maka akan berhasil menenangkan menemukan titik perdamaian.
...----------------...
"Jadi gitu Ndat."
"Apa jangan-jangan mobil yang ikutin kita pas kita dari SMA ya?" ucapku secara spontan.
"Hah? Siapa?" tanya Kyeri begitu panik.
"Gak taulah Ke, aku kan cuma nebak aja."
"Yaudah nanti pas kita udah bener-bener sekolah, baru kita cari tau."
"Iya, iya iya."
Drengg... deng.. deng.. deng..
Suara motor yang tak asing di telinga ku datang menghampiri, siapa? Ya siapa lagi kalau bukan Zera.
"Motor Zera tuh kayaknya," ucap Kyeri.
"Iya, kamu udah paham aja sekarang."
"Bukan paham, tapi kan kemarin pas kamu pergi di depan aku jadi aku tau lah."
"Oh iya juga ya."
Tok.. tok.. tok..
"NADTA!"
"DI BELAKANG!"
Zera pun menghampiri ku dengan langkah kaki yang cukup terdengar jelas. Mungkin saja dia menghentakkan kakinya secara sengaja.
"Ngapa?" tanya ku.
"Lo ini malah berduaan, gua punya berita penting gila!"
"Berita apaan?" tanya ku mengamati raut wajah Zera.
"Bentar gua ambil nafas dulu,"
"Aneh!" celetuk Kyeri terdengar oleh Zera.
"Siapa yang aneh? Lo ngeledek gua?" tanya Zera begitu kesal dengan Kyeri.
'Astaga mereka ini gak pernah-pernahnya akur, apa jangan-jangan mereka jodoh lagi ya?' tanya ku dalam hati.
Mereka bertengkar layaknya guguk dengan kucing, tidak pernah akur. Sama keras kepala dan sama sama emosional.
"Cocok," ucapku spontan.
"Apanya?" tanya Kyeri dan Zera bersamaan.
"Kalian cocok, cocok banget."
"Gak, gak ada yang namanya cocok," Jelas Kyeri mengalah dan menghampiri ku lagi.
"So?" tanyaku ke Zera.
"Astaga iya kan, gua sampe lupa. Gara-gara lu ini Keri."
"Kok gua, Aneh."
"Haih bodo lah! gua dateng kesini mau menyampaikan sesuatu. Kalau... itu Nadt, hmm Om, hmm om Gary."
"Ayah kenapa?" tanya ku mulai sedikit panik.
Bersambung...
__ADS_1
..."Merindukan hadirmu, Ada disini."...
...- Nadta...