Pesawat Kertas Untuk Kyeri

Pesawat Kertas Untuk Kyeri
• Arae •


__ADS_3

Tap ... tap ... tap ...


Aku berjalan ke toilet dengan kaki sedikit kesemutan bahkan jalan pun aku seperti robot.


Belum saja aku masuk ke toilet, aku mendengar suara benda terjatuh di depan teras rumah. Tapi entah apa itu.


Suaranya seperti buah nangka jatuh ke tanah, begitu jelas terdengar.


"Ya ampun Kyeri hati-hati. Kan lantainya licin, baru tante lap tadi," ucap ibu.


Aku hanya bisa menggelengkan kepala saja sembari masuk kedalam toilet.


...~▪︎~...


Teras rumah.


Kyeri hanya bisa tersenyum sembari menggaruk kepalanya setelah berdiri kembali.


"Hehehe kepeleset aku bu," ucap Kyeri lalu memberikan senyuman gigi.


"Kamu ini Kyeri gak hati-hati loh."


"Hehehe, aku tuh tadi buru-buru karena Nadta tiba-tiba tutup jendelanya, aku khawatir kalau Nadta sakit lagi," alasan Kyeri.


"Halah kamu ini Ke, bilang aja kamu kangen sama anak perempuan tante yang paling cantik, iyakan."


"Hehehe itu sih alesan pertama dong bu pastinya." Kyeri seketika menjadi malu karena di goda oleh ibu.


...~▪︎~...


Setelah selesai dari toilet, aku berjalan ke arah teras rumah menemui ibu dan Kyeri yang sedang berbincang.


"Apa tadi bu yang jatuh? Nangka kita sudah matang ya?" Tanyaku meledek Kyeri.


"Belum matang kok, tuh masih atas. Tadi tuh ada yang atraksi dikit, katanya kangen sama kamu."


"Kangen sama aku? Ih bohong itu sih bu pasti."


"Ya ampun kamu ini Nadt jahat banget." Kyeri merengut.


"Hahaha, makanya Kyeri kalau lari itu inget rem biar gak blong," ledekku.


"Ya gimana gak lupa rem coba kalau kamu tiba-tiba untuk jendela gitu."


"Ya kenapa emangnya?" Tanya ku sembari menyerengitkan dahi.


"Kan aku jadi kangen sama kamu."


"Ih! Ih! Ibu ih, Kyeri nya nih gatel," aku langsung bersembunyi di balik badan ibu.


Ibu hanya bisa tersenyum melihat tingkahku dan juga Kyeri saat berada di argumen.


"Haduh, kalian ini. Udahlah ibu mau masuk dulu, Ibu mau masak." Ibu pun masuk kedalam rumah meninggalkan aku dan Kyeri berdua di teras.


"Kamu ngapain sih Ke?" Tanyaku tidak menatap Kyeri.


"Kangen kamu," ucap Kyeri entah bernada seperti apa.


"Huh ... dari sekolah?" Tanyaku langsung.


"E-ng ..."


"Jangan bilang enggak, aku tau kamu pergi ke sekolah. Geprek itu dari kamu kan? Dan aku tau bener kalau itu Geprek bi Inem." Aku langsung memangkas ucapan Kyeri.


"Hehehe iya Nadt iya."

__ADS_1


"Ngapain?"


"Aku pergi ke sekolah karena mau liat apa yang di omongin sama Teo waktu itu."Kyeri menjelaskan


"Emang pintu gerbang boleh masuk?" Tanya ku lagi.


"Bukan lewat gerbang, tapi lewat pintu rahasia."


"Emangnya ada?" Tanyaku lagi sembari menyerengitkan dahi dan menatapnya penuh curiga.


"Ada dong, nanti aku tunjukkan ke kamu kalau kita telat masuk ke sekolah."


"Ih gak boleh, harus ikut peraturan sekolah dong Ke," ucapku tidak suka karena aku selalu mematuhi apa yang ada di peraturan sekolah.


"Kamu ini terlalu berpatok sama peraturan sekolah Nadt, sekali-sekali gak kenapa-kenapa lah."


"Gaklah Ke, aku gak tertarik."


"Yakin? Kita buktikan aja nanti." Kyeri akan berusaha membawa diriku melewati pintu rahasia itu.


...~•< 3 Hari berlalu >•~...


Malam ini Kyeri datang kerumahku lagi ingin mengobrol seperti biasa, mungkin juga dia ingin mengobrol perihal sekolah.


"Kapan kamu masuk sekolah? Dapet skorsing berapa hari?" Tanya ku seperti HRD mengintrogasi pelamar kerja.


"Besok aku udah bisa masuk kok, kamu besok udah bisa masuk?" Tanya Kyeri mentapku penuh rasa penasaran.


"Iya, udah bisa kok."


"Coba aku liat lukanya."


"Nih." Aku membuka sedikit luka yang ada di dahi ini. Walaupun masih berbentuk tumpukan luka, tetapi rasa sakitnya sudah sedikit menghilang.


Bahkan rasa nyeri hingga kepala saja sudah tidak ada, aku sudah bisa berangkat sekolah bersama Kyeri besok.


"Udah Ke, ini udah gak sakit lagi. Eh ... maksudnya udah gak nyeri lagi."


"Yakin? Yaudah pokoknya besok kamu masuk bareng sama aku titik gak pake koma dan gak pake tawar menawar."


"Iya Matteo. "


"Kok Matteo," ucap Kyeri diiringi wajahnya yang mengerut.


"Kan nama kamu Matteo."


"Gak mau, panggil Kyeri cepetan."


"Iya Matteo." Aku semakin jadi mengerjai Kyeri dengan panggilan namanya.


"Ih Nadta! Panggil Kyeri cepetan!"


"Enggak mau, kamu belum pulangkan buku matematika aku."


"Iya udah nanti aku kembalikan. Tapi panggil dulu Kyeri yang ganteng," ucapnya sembari tergelak.


"Ih gak mau males."


Hari itu aku bercanda dengan Kyeri dan membahas banyak hal denganku. Bukan pembahasan yang serius tetapi pembahasan yang penuh warna.


'Aku ingin seperti ini selamanya, selama lamanya.'


...~▪︎~...


Keesokan harinya.

__ADS_1


Aku sudah bersiap pada pukul 06.00 am.


Aku sedang sarapan pagi di temani ibu dan juga secangkir teh hangat untukku.


Ibu hari ini sepertinya tidak akan pulang karena ibu harus pergi ke tempat nenek untuk membantu bibi disana.


Mungkin saja akan ada acara besar lagi di rumah nenekku. Tetapi aku tidak tau apa itu dan kemungkinan aku akan pulang ke rumah langsung bersama Kyeri.


Tok ... tok ... tok ....


"Nadta, Nadta," panggil Kyeri dari arah luar.


"Iya, tunggu sebentar."


"Makasih ibu sayang atas sarapannya, aku berangkat sekolah dulu ya bu," ucapku bersalaman dengan ibu.


Mencium pipi ibu lalu memeluk tubuh ibu sebelum berangkat sekolah. Bisa di bilang ini adalah tradisi di keluarga ku setiap hari.


"Iya sayang ibu."


Aku dan ibu keluar pintu menemui Kyeri yang sudah menunggu layaknya Pangeran yang sedang menunggu tuan putri di depan altar.


"Ibu aku berangkat ya," ucap Kyeri sembari mengambil tangan ibu untuk bersalaman.


"Iya sayang hati-hati ya. Inget jaga Nadta, jangan sampai dia lecet lagi oke! Ibu memberi amanah ke kamu kali ini Kyeri," ucap ibu begitu tegas.


Kyeri langsung membalasnya dengan berdiri tegak dan hormat sembari berkata, "Siap ibu komandan!"


"Yaudah, kalian berangkat sana nanti kalian telat loh."


"Iya bu, aku pergi dulu ya."


"Bye ibu aku, muach."


Aku pun kembali melakukan aktivitas ku seperti biasa setelah beberapa hari berada di rumah.


Berangkat sekolah pagi-pagi, sarapan, di jalan penuh kabut, dingin dan jalan masih sunyi begitulah kehidupanku selama sekolah.


"Nadt, Nadta, " panggil Kyeri saat di perjalanan.


"Iya?"


"Kamu mau ikut au gak?" Tanya Kyeri.


"Kemana dan kapan?"


"Nanti abis pulang sekolah. Mau gak?"


"Boleh, lama juga gak apa-apa. Soalnya ibu gak pulang ke rumah nanti malem."


"Bagus deh," ucap Kyeri seperti senang.


"Jadi, kemana?"


"Rahasia dong."


"Ihh kamu ini Ke, rahasia terus. udah tau aku ini orangnya penasaranan."


Kyeri hanya tersenyum saja setelah mendengar ucapanku. Kyeri akhirnya bisa tersenyum lepas lagi setelah beberapa hari mengunci senyumnya.


Bersikap dingin dan jutek saat di sekolah membuat para siswi di sekolah tertarik dengannya.


Tapi para siswi itu tau kalau Kyeri hanya bisa tersenyum saat adanya aku di hadapan Kyeri.


Bahkan bisa aku bilang tatapan Kyeri hanya tertuju kepada ku saja saat di kantin, kelas, jam olahraga, atau aktivitas lainnya.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2