Pesawat Kertas Untuk Kyeri

Pesawat Kertas Untuk Kyeri
• Circinus •


__ADS_3

Dia pun mulai melangkah mendekat dan duduk tepat di samping diriku.


"Lama ya, kita gak ngobrol kayak gini."


"Ya."


"Dulu aku inget banget kamu suka sama yang namanya bintang, apa lagi rasi bintang."


'Hmmm mulai sokab deh, dulu aja setau gua lo ngeledek gua karena suka sama rasa bintang,' ketus ku dalam hati.


"Tapi kok jam segini belum ada ya?" tanyanya.


"Mendung kali."


"Iya, bisa jadi.


"Kenapa kamu tiba-tiba jadi suka sama rasa bintang?" tanya ku bernada dingin.


"Entahlah, mungkin karena kamu suka juga."


"Setau aku dulu, kamu yang ngeledek aku loh karena aku suka rasi bintang."


"Aneh, tiba-tiba suka cuma karena aku suka," lanjutku lagi.


"Hehehe iya maaf Nadt mungkin gua kayak gitu karena cuma bercanda aja."


'Becanda? dasar si an*** lo dulu ngeledek keluarga gua ya. Bahkan lo ngebentak ayah gua demi ngebela diri lo sendiri, nyudutin keluarga gua dan masih banyak lagi. Sekarang lo bilang bercanda?' umpatku dalam hati.


Menatap tajam ke arah Viko yang masih memunggungi aku.


"Nadt liat geh, ada yang bentuk Circinus loh," ucap Viko.


"Mana?"


"Itu tuh." Viko menunjukbke arah nastabala malam bertabur bintang.


Benar ternyata malam ini bintang sangat banyak layaknya gelap malam di taburi cahaya dari lampu tumblr.


...~•< Rumah Kyeri >•~...


"Mah aku mau ketempat Nadta dulu ya."


"Gak bosen-bosen ya kamu ini, udah seharian masih aja mau ketemu lagi," ledek mamahnya.


"Hehehe, aku mau pinjem buku loh nah."


"Bilang aja mau persiapan ngapel, kan besok hari sabtu otomatis malem mingguan tuh," sahut papahnya. "


"Ih apa sih papah, orang Kyeri mau pinjem buku."


Tak tahan dengan ledekan kedua orang tuanya, Kyeri langsung menuju pintu luar untuk menemui ku.


Deg!


Kyeri melihat laki-laki yang tidak ia suka sedang berdiri di teras belakang berdampingan denganku.


"Dasar orang ini gak ada kapoknya ya!" umpat Kyeri mengepal tangannya.


Menghampiri kami dengan amarah memuncak, jika ini adalah komik,mungkin saja kepala Kyeri sudah mengeluarkan asap penuh.


"Itu tuh kayak bentuk altar," tunjuk Viko ke arah gemintang di nastabala tak berujung.


Puk ...


Kyeri menepuk pundak Viko sembari mengucapkan kata dengan nada sedikit tinggi.


"Ngapain lo!"


"Biasa aja bro!"


Kyeri langsung berdiri di depan ku seperti menjaga dan melindungi ku.

__ADS_1


"Ke udah ih, ini di rumah aku. Ada ibu di dalem gak enak. Udah ih," ucap ku melerai emosi Kyeri.


"Ngapain dia Nadt?!"


"Dia cuma anter makanan doang tadi."


"Emang harus berdua?" tanya Kyeri sedikit membentak.


"Emang lo siapa dia? Lagian juga dia adek gua. Jadi wajarlah kalo gua kesini. Yang gak wajar itu lo! Ngapain lo ada disini?"


"Gua pacarnya Nadta! Dan gua segala-galanya buat Nadta!"


"Ohya?!"


"VIKO! KYERI!"


Mereka berdua pun terdiam kala aku membentak mereka berdua.


'Kenapa sih orang dua ini gak bisa akur? Aku pun sama mungkin gak bisa akur sama Viko tapi setidaknya bisalah tenang sedikit di rumah ini.' Aku membatin sembari menatap tajam ke arah mereka.


"Huh ... tenang dikit sih kalian berdua, ini bukan sekolah. Kalian jadi gak usah aneh-aneh deh," ketus ku ke mereka.


"Iya, deh iya. Maaf ya Nadta," ucap Kyeri sembari merangkul pundakku.


Dan suasana pun menjadi tenang walau tatapan-tatapan sadis masih melingkar di mata kedua laki-laki itu.


"Liat itu Nad, itu namanya bintang berbentuk jangka atau Circinus."


"Mana?"


"Itu di arah selatan," tunjuk Viko.


"Oh iya bener, menurut kamu rasi bintang yang paling sulit di temukan itu apa?" tanya ku ke Viko.


"Ada dua Nadt, pertama itu rasi bintang Lynx dan rasi bintang Mensa."


"Kenapa?"


"Karena manusia harus memiliki penglihatan tajam untuk melihat rasi bintang itu Nadt, dan kalo kamu mau liat Mensa, kamu harus melihat bener-bener bentuk meja itu." Kyeri menjelaskan pertanyaanku sebelum di jawab oleh Viko.


"Iya, aku suka galaksi, aku suka sama benda-benda yang ada di langit."


"Mulai dari matahari, awan, senja, lembayung, meteor, sunrise, bintang, bulan, sama semua planet di tata surya."


"Sure?"


"Iya, kalo gak percaya nanti kamu kerumah deh, ke kamar aku aja, nanti kita baca semua tentang rasi bintang, galaksi dan tata surya."


"Wah gak nyangka aku Ke, ternyata kita punya kesamaan."


"Kita ini emang couple dari kecil, jadi kita pasti punya kesamaanlah," ujar Kyeri bernada meledek Viko.


'Kalau buka di rumah Nadta aja, udah gua bantai lo Mat!' batin Viko.


...~▪︎~...


Tepat pukul 22.00 Viko pulang kembali ke rumahnya dan begitu pula dengan Kyeri.


'Kok gua baru tau ya selama ini Kyeri suka banget sama benda-benda langit? Hah? Kemana aja gua selama ini Nadta!' ucapku dalam hati saat berada di kamar.


"Matteo Kyeri Bram, gak nyangka aku Ke, kamu bisa memiliki pengetahuan sebesar ini."


...~▪︎~...


06.30 am.


"Nadt, ayok cepetan. Kyeri udah nunggu tuh."


"Iya bu sebentar, lagi pakai kaos kaki."


5 menit kemudian.

__ADS_1


"Hah, salim bu."


"Ini bekel kamu."


"Iya makasih ibu, aku berangkat ya bu."


Muach ....


Aku pun berjalan menuju kedepan teras menghampiri Kyeri yang sudah berada di atas motornya.


"Lets go!"


"Hehehe selamat pagi Kyeri."


"Pagi tuu Nadta. "


Perjalanan pun di mulai dan seperti biasa, mobil Viko datang tepat saat aku dan Kyeri pergi bersama.


'Hemm wangi banget,' ucapku saat menghirup udara melewati hidungku.


"Ke kamu pake parfum baru tah?"


"Iya kenapa? Suka wanginya?" tanya Kyeri.


"Iya, aku suka. Wanginya enak, cocok sama kamu."


"Bagus deh kalo kamu suka."


'Padahal aku sengaja beli ini karena kamu yang ngucap waktu pas kita pergi ke pasar ikan waktu itu.'


Flasback on.


"Hemm ... Ke kamu pake parfum baru ya?"


"Enggak, aku malah gak pake parfum. Kenapa emang?"


"Wanginya enak tau, kayak laki banget gitu."


'Hemm iya juga ya.'


"Apa mungkin itu kali ya, cowo yang di depan," tujukku.


"Kayaknya iya deh Nadt. "


Aku pun berjalan menuju tukang ikan satu persatu diikuti langkah kaki Kyeri dari belakang.


Tetapi saat aku sedang memilih ikan, Kyeri datang terlambat malah dia seperti menghilang. Barulah saat aku menawar, Kyeri datang.


...~▪︎~...


"Permisi mas," ucap Kyeri menghampiri laki-laki yang sedang berada di atas motor Vespa.


"Iya mas, ada apa?"


"Kalau boleh tau pakai parfume apa ya?"


"Hah? Ahahaha saya pakai parfum **** Kenapa emangnya mas?"


"Cewe saya suka, wanginya."


"Oalah, kalau mau beli di toko ini aja mas."


Kyeri dan laki-laki itu saling bertukar pembicaraan. Setelah mengetahui apa yang diinginkan aku, barulah Kyeri menemuiku.


Membantu menawar ikan dengan harga fantastis layaknya ibu-ibu yang sednag berbelanja.


Flasback off.


"Aku suka banget tau Ke."


"Baguslah kalau kamu suka."

__ADS_1


'Jadi betah di samping kamu terus,' batinku.


Bersambung ....


__ADS_2