Pesawat Kertas Untuk Kyeri

Pesawat Kertas Untuk Kyeri
• Hydrus •


__ADS_3

"Ampun gua jadi Musca, enggaklah gua ini Hydrus!" Ucap Renaldi membantah.


"Apa lagi Hydrus itu?" Teo menyambar sebelum Kyeri bertanya.


"Gua baru aja mau nanya," gumam Kyeri.


"Ular Air, bergerak diam-diam, cepat tetapi mematikan." Renaldi menjelaskan.


"Masih mematikan bunda kamu Ren, udah ayok kita kerjain. Terus habis pulang sekolah nanti kita jenguk Nadta."


"Oke siap!"


Pelajaran dan tugas pun di mulai, semua siswa-siswi mengerjakan dengan penuh banyak drama. Sampai akhirnya jam istirahat pun tiba.


Empat sekawan ini menuju ke kantin seperti biasa memesan makanan sembari bercerita.


"Ih ngelunjak lo ini Ke! Gua gak suka sambel banyak-banyak," ucap Renaldi saat kuah baksonya di tambahkan 2 sendok sambel.


"Hahahahaha." Kyeri hanya bisa tertawa puas saja.


Mereka berempat tidak peduli dengan siswa-siswi lain yang ada di kantin ini. Bahkan saat ketua osis datang dengan rombongannya pun mereka tidak peduli.


Tetapi saat sekelompok yang menyerang meja tempat mereka berada ...


Grep! (Ketua geng itu menarik kerah baju Kyeri)


Bugh!


"ANJ**G!" Ucap Kyeri berdiri lalu membalas bogem mentah itu ke wajah ketua geng tersebut.


Seketika suasana kantin menjadi gaduh bahkan hanya hitungan detik kantin porak poranda di buat mereka.


Bugh!


"Teo jaga Tiyas!" Perintah Renaldi.


"Ren udah ih!" teriak Tiyas.


Tiyas pun di bawa menjauh dari lokasi dan perkelahian pun berlanjut. Bahkan ketua osis saja tidak dapat memisahkan mereka.


Viko yang terlihat gagah di depan siswa-siswi lain karena menyandang status ketua osis seketika hilang di buat mereka.


Tubuh Viko terpental kala misahkan Kyeri dengan ketua geng tersebut.


"Mau lo apa Anj**g?" Tanya Kyeri menimpah tubuh ketua geng tersebut.


Priiiiiiiiitt! (Suara peluit guru BK)


"MATTEO! DIRGA!! RENALDI!!" Teriak ibu guru.


"Apa-apaan kalian ini?" Tanya pak satpam penjaga sekolah.


"DIA DULUAN PAK! SAYA LAGI MAKAN SAMA TEMAN-TEMAN SAYA! ORANG SAMPAH INI TIBA-TIBA DATENG NYERANG SAYA!" Ucap Kyeri.


Tubuh Kyeri di tahan oleh wali kelasnya dan tubuh Renaldi di tahan oleh pak petugas piket. Sedangkan orang-orang dari geng tersebut di tahan oleh beberapa guru.


"DIA DULUAN PAK YANG MENGANGGU KENYAMANAN DI TEMPAT INI! KAMI TIDAK SALAH! KAMI HANYA MELAWAN JIKA KAMI DI SERANG PAK!" Ucap Renaldi membela.


"Sudah-sudah! Kalian semua ikut ke ruang kepala sekolah sekarang!" Perintah guru BK.

__ADS_1


Selama di perjalanan, Kyeri dan Renaldi bergandengan dengan wali kelas mereka. Tapi Kyeri diam seribu bahasa, Kyeri menganalisis siapa orang-orang itu.


Sedangkan Renaldi meminta pembelaan ke wali kelasnya, "Saya gak salah loh bu, Kyeri juga gak salah. Kami punya bukti kuat, ada ketua osis disana dan ada Teo sama Tiyas juga bu."


Walikelas mereka hanya menganggukan kepalanya sembari menggandeng anak-anaknya.


...~▪︎~...


Sidang pun di mulai.


Tiyas dan Teo setia menunggu Kyeri, Renaldi serta walikelas mereka keluar dari ruangan kepsek.


Menunggu di samping mading dengan raut wajah panik, khawatir, takut dan segalanya campur aduk.


"Gimana ini Teo? Kalau misalkan Kyeri sama Renaldi di skorsing gimana? Aku duduk sama siapa?" Tanya Tiyas panik.


Tiyas memiliki serangan panik atau bahasa lainnya (Panic attack). Itulah mengapa Renaldi menyuruh Teo menjaga Tiyas.


"Untung aku tadi gak kena serangan panik. Coba kalo aku kena, mungkin aku bakal repotin kamu juga Teo."


"Enggak ada ngerepotin selagi kita teman, gunanya teman ya saling membantu." Teo menjawab dengan santai.


"Iya bener."


"Tapi ketua osis gimana ya keadaannya? Kayaknya tadi dia kelempar deh pas mau misahin ketua geng itu sama Kyeri," lanjut ucapan Tiyas.


"Entahlah, mungkin dia lagi di UKS sekarang."


"Bisa jadi ya."


Tiyas tiba-tiba menoleh ke arah mading dan bertanya kembali ke Teo, "ada berita baru tah?" Tiyas pun berdiri menuju mading itu sembari membaca isinya.


Deg!


"Apa?" Teo pun langsung membaca mading tersebut dan dia pun berekspresi sama dengan Tiyas.


"Ini?" Ucapan kompak mereka berdua.


"Nadta kan?" Tanya seseorang dari belakang mereka.


Deg!


"Viko? Eh kak Viko," ucap Tiyas saat menoleh ke suara tersebut.


"Itu Nadta kan? Di toilet kantin?" tanya Viko.


"Iya kak ini Nadta, kejadian ini kemarin dan sekarang Nadta gak masuk."


"Iya gua tau kok. Tapi siapa yang dapetin semua foto ini?" Tanya Viko heran.


Karena selama ia menjabat menjadi ketua osis, ia belum pernah sekali menangkap pelaku bulying di sekolah ini.


Bahkan rasanya sulit sekali menangkap pelaku karena mungkin backingan mereka orang penting di tempat ini.


"Kalau gitu, bantu saya cari pelaku dari masing-masing korban. Karena saya yakin 100% setiap pelaku dari tiap-tiap korban berbeda!" ucap Viko begitu tegas.


"Siap kak, kami siap membantu." Tiyas bersedia begitupun dengan Teo.


Jam istirahat pun berakhir tapi Kyeri dan Renaldi tak kunjung kembali ke kelas. Tiyas terlihat cemas, bahkan selama pelajaran berlangsung, Tiyas tidak bisa fokus.

__ADS_1


'Tiyas pasti khawatir banget deh, sama aja kayak posisi Nadta kalau dia tau Kyeri sedang dalam masalah.' Teo membatin.


Pukul 3.30 Pm.


Sekolah pun berakhir dan semua murid kembali ke rumah masing-masing, meninggalkan sekolah dan ada pula yang bermain bersama temannya.


Tidak berlaku untuk Tiyas. Tiyas setia menunggu sahabatnya keluar dari ruangan kepala sekolah itu dan Tiyas juga berharap mereka baik-baik saja.


5 menit sudah Tiyas menunggu bersama Teo.


"Kenapa muka lo cemas gitu?" Tanya Renaldi.


"Hah? Enggak kok. gimana-gimana? Kalian gak di skorsing kan?" Tanya Tiyas penuh dengan jawaban pasti.


"Enggak kok, cuma tiga hari doang hehehe," ucap Renaldi santai.


"Ya ampun Ren, kok cuman sih?" Tanya Tiyas.


"Udah ayok Renaldi kita pulang!" Perintah sang bunda.


Deg!


'Bunda Renaldi datang artinya mereka berdua dalam bahaya! Eh maksudnya kena skorsing?!' Batin Tiyas.


"Gua duluan ya Teo." Tiyas menyusul langkah Renaldi.


10 menit berselang, Kyeri keluar diiringi langkah walikelas dan ibunya. Kyeri menghampiri Teo untuk mengambil tasnya.


"Gimana?" tanya Teo.


"Gua kena skorsing 3 hari."


"Jadi mereka siapa?"


"Mereka itu yang ganggu Nadta beberapa hari yang lalu karena kita nempatin meja kantinnya." Kyeri menjelaskan.


"Terus kalian damai?"


"Feeling gua gak ada kata damai di antara mereka. Sampai mereka ketemu sama orang yang berani ngelawan anak buah mereka."


"Maksudnya Nadta?" Teo menebak.


"Iya!"


"Lo bantu gua ya! Gua bakal awasin semua geng mereka dari luar dan lo pantau gerak-gerik mereka dari dalem," Kyeri meminta bantuan ke rival terberatnya.


"Iya gua bakal bantu lo, gua juga lagi bantu Viko untuk ngusut siapa yang melakukan bulying di sekolah kita."


"Hah? Maksudnya?" tanya Kyeri tidak begitu mengerti.


"Itu! Lo liat di mading!" tunjuk Teo.


Deg!


Bersambung ....


..."Serangan mematikan tidak melulu datang di permukaan. Ia bisa menyerang di perairan yang tenang."...


...-Hydrus...

__ADS_1


__ADS_2