Pesawat Kertas Untuk Kyeri

Pesawat Kertas Untuk Kyeri
• Perjalan ke Panti •


__ADS_3

Tin ... tin ... tin ...


Klakson mobil berbunyi yang menjadi pertanda Kyeri telah datang.


"Tunggu," teriakku dari dalam rumah.


Tap ... tap ...


Bruk ... (menaruh)


"Waw," decak kagum laki-laki ke dua saat melihat Nadta.


Kyeri terkagum saat melihat pakaianku yang biasa saja ini tetapi entah mengapa dia tersenyum manis sekali kala melihatku dari kaki hingga kepala.


"Kenapa? Aneh ya?" Tanya ku karena tatapan Kyeri sangat mencurigakan.


"Cantik, cantik banget."


Deg ... deg ... deg ...


'Sial padahal kita baru saja bertemu tapi kau sudah mengguncang hati ku,' batinku sembari menunduk malu-malu.


"Ayok!" Kyeri mengulurkan tangannya.


Aku mengiyakan lalu mengambil uluran tangannya dan kami pun berjalan ke arah mobil. Kyeri membukakan pintu mobil untuk ku, lalu menutup pintu dengan lembut.


Perjalanan kami pun di mulai setelah 4 tahun kurang aku di tinggal olehnya dan aku berusaha pergi sendiri tanpa meminta bantuan siapa pun.


Sampai akhirnya, Teo menawarkan jasa untuk pergi ke sekolah bersama dan jika aku ingin pergi ke toko buku atau alat tulis dia siap siaga membantu.


Bahkan dia tak sungkan menawarkan jasa berangkat bersama saat kuliah namun aku menolak karena sudah cukup bagiku merepotkan dirinya.


Hingga aku mendapatkan sedikit perundungan di masa awal perkuliahan, aku di tarik oleh Teo dan mau tidak mau aku selalu bersamanya.


Tapi kali ini, aku bersama orang yang aku sukai. Pergi bersama lagi membuat kenangan dan kisah baru.


"Nadta?" Panggil Kyeri.


"Iya? Ada apa?"


"Bolehkan aku merindukanmu selalu, setiap waktu, bahkan setiap saat?"


"Boleh Ke, kenapa harus gak boleh?" Jawabku santai walaupun hatiku ingin meluap bahagia.


"Bahkan aku selalu merindukanmu, setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan tempat-tempat yang selalu kita kunjungi," lanjut ucapanku.


Deg ... deg ... deg ...


"Maaf ya Nadt jika aku membuatmu khawatir dan terus-terusan merindu." Kyeri terlihat bersalah akan satu hal.


"Gak perlu merasa bersalah, itu masih manusiawi dan semua orang memiliki hal itu. Bahkan peliharaan saja punya rasa rindu terhadap majikannya."


"Sama saja seperti manusia yang merindukan kekasihnya, sahabatnya ataupun keluarganya," lanjut ucapanku.


"Iya Nadt."


Percakapan panjang itu pun berlangsung hingga kami sampai tepat di toko grosir besar yang biasa kami sebut Market Biru Grosir.


Kyeri langsung mengambil keranjang roda dan kami pun masuk bersama.


"Apa dulu yang kita beli?" Tanya Kyeri.


"Mau beli apa aja memangnya?" Tanyaku lagi.

__ADS_1


Lalu Kyeri membuka handphone dan menunjukan daftar belanja yang Ia catat dari hasil diskusinya bersama mamah.


"Waw, banyak banget ya."


...~▪︎[Daftar Belanja]▪︎~...



Mie 2 dus


beras 2 karung ( 5kg )


Popok bayi 1-3 tahun 2, pokoknya bayi 4 tahun 2, pembalut 5.


susu anak umur 1-3 tahun 4 kaleng, susu anak umur 4-5 tahun 4, susu anak 6-12 tahun 5


Kecap 3 botol, 1pack racik nasi goreng, saus 2 botol.


sabun cair 5, shampo 5 botol, sikat gigi (cari yang isi 3) beli 10 pack.


bedak bayi 5 botol.


snack (cari bermacam-macam makanan)


Buku 5 lusin.


pena 3 kotak, pensil 2 kotak, penghapus 2 kotak, peruncing/serutan 2 kotak, lem 1 botol.


kertas origami 3.


penggaris 3 lusin.


Minyak sayur 2L (5 bks).


Bumbu dapur (Bawang, cabai, lada, ketumbar, kemiri, dan lainnya.)



...~▪︎~...


Pertama yang kami ambil adalah bumbu dapur karena pintu masuk sudah di sambut oleh cabai, bawang, tomat, rampai dan lainnya.


"Kayaknya gak bakal cukup deh 1 keranjang," ucapku menerka.


Benar saja, saat tujuan terakhir kami galon mineral, keranjang yang kami bawa tidak cukup. Lalu aku keluar toko lagi untuk mengambil keranjang tambahan.


Dan kami pun berhasil membeli semua barang-barang yang ada di daftar tadi.


Kami di bantu oleh Satpam yang berada untuk menaruh belanjaan masuk ke dalam mobil dan aku sedikit terkejut dengan total belanjaan kali ini.


karena sejujurnya aku belum pernah belanja sebanyak ini. Tidak lebih dari 200 ribu untuk semua belanja bulanan, tetapi kali ini aku menemani Kyeri belanja hingga jutaan lebih.


"Makasih pak," ucap Kyeri ke pak Satpam.


"Iya mas, sama-sama."


Perjalanan pun di mulai kembali untuk datang ke tempat Panti Asuhan yang biasa mereka datangi.


Kyeri mulai mengobrol panjang lebar dengan aku selama di perjalanan ini dan suasana menjadi tidak bosan bahkan aku sangat bahagia.


Terasa hangat sekali obrolan kamj hingga aku tak sadar kalau kami telah sampai di pintu gerbang Panti.


Tin ... tin ... tin ...

__ADS_1


"Maaf pak, saya perwakilan dari keluarga Bram untuk datang berkunjung," ucap Kyeri dari dalam mobil ke bapak Satpam yang sedang berjaga.


"Oh iya mas."


Greeek .... (Pintu gerbang terbuka)


Mobil pun masuk ke dalam dan kami langsung di sambut oleh ibu pemilik Panti dengan wajah sayu nan ramah.


"Selamat pagi ibu." Kyeri menyapa.


"Ya ampun, Masyallah mas Matteo ganteng pisan," Sambut ibu Panti.


"Pagi ibu," aku bersalaman dengan ibu panti.


"Ini siapa? Calon kamu?" Tanya ibu Panti.


"Iya bu." Kyeri menjawab dengan senyuman manis membuat hatiku berdebar.


"Hayuk masuk!" Ajak ibu panti.


Kami pun mengiyakan setelah kami membawa bingkisan yang kami beli tadi. Di bantu oleh pak satpam serta remaja laki-laki yang ada disini.


...~▪︎~...


Setelah obrolan panjang dengan ibu dan pengurus panti, kami bermain bersama menggunakan origami lipat yang kami praktikan.


Dengan cepat dan tanggap, anak-anak ini mampu menurunkan semua bentuk yang kami buat.


Hingga pukul menunjukan 15.00, kami pun bersiap untuk pulang dan melanjutkan ke perjalanan selanjutnya.


"Gak kerasa ya udah jam tiga aja, biasanya aku kalau ke sana suka liat jam dan pasti lama banget," ucap Kyeri.


"Iya tah? Tapi memang kamu sering ke tempat ini ya?"


"Bukan aku tapi keluarga besar aku adalah donatur tetap di panti ini jadi kalau mereka gak bisa hadir, aku yang menggantikan mereka datang," jelas Kyeri.


"Oalah, pantas anak-anak tadi akrab banget sama kamu," jawabku.


"Iya benar, anak-anak itu dekat denganku seperti keluarga."


"Waw, keren banget kamu."


Entah perbincangan macam apa lagi yang kami bahas selama perjalanan. Topik yang tiada akhir, bernyanyi bersama dan membicarakan setiap orang yang berada di pinggir jalan.


Seperti dulu bukan?


'Akhirnya Kyeri kembali ke pelukanku lagi.'


30 menit perjalanan menuju Bukit, akhirnya kami sampai tepat di jam 16.15. Karena tempat ini wisata baru dan belum banyak terekspos, jadi tempat ini masih asri dan sepi.


"Kamu suka Nadt?" Tanya Kyeri.


"Suka, apalagi kalau sunset nanti datang. Pasti aku sangat-sangat, sangat suka."


"Aku juga suka," timpalnya.


"Kamu," lanjut ucapannya.


Dengan wajah tersenyum, aku yakin ingin menyampaikan sebuah perasaan yang aku pendam selama belasan tahun.


'Bahwa aku ...'


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2