Pesawat Kertas Untuk Kyeri

Pesawat Kertas Untuk Kyeri
• Rumah Pohon •


__ADS_3

Rumah pohon.


Tempat pertama kali Nadta merasakan keindahan desa dan ini kali pertama Nadta mendapatkan hadiah spektakuler dari sang ayah.


Bahkan di sinilah Nadta bertemu dengan Kyeri si pemilik hati Nadta walau belum seutuhnya.


...----------------...


POV Nadta kecil


"Ibu aku akan pergi ke Rumah Pohon saja. Aku tidak mau bertemu dengan orang baru," ucap Nadta kecil kala itu.


"Hei Nadta!" Panggil sang ibu.


"Sudahlah biarkan saja dia, anak-anak punya caranya sendiri untuk menyambut tamu."


Tetapi saat Nadta berlari ke arah rumah pohon, tanpa sadar ada seseorang yang sedang memantau dirinya dari jauh.


Tetapi yang memantau Nadta kali ini bukan hanya satu orang saja. Melainkan ada dua sosok penguntit cilik.


"HAY! PEREMPUAN PENYENDIRI," teriak anak laki-laki di bawah rumah pohon ini.


Dan begitulah awal mula Nadta kecil bertemu dengan Matteo Kyeri Bram saat kecil.


...----------------...


"Iya kamu dulu memanggil aku dengan sebutan perempuan penyendiri. Padahal aku hanya tidak mau bertemu dengan orang baru," ujar Nadta saat mereka sedang membicarakan masa-masa mereka bertemu dulu.


"Lalu kenapa kamu mengikuti?" Lanjut pertanyaan Nadta.


"Ya karena aku penasaran denganmu, mengapa kau lari melewati pintu belakang rumah dan tidak mengunjungi rumahku."


"Secara aku ini orang paling tampan di keluarga Bram setelah papah." Kyeri berbicara dengan tutur kata sangat percaya diri.


"Apa-apaan? Kamu terlalu percaya diri." Nadta menyeloteh.


"Tapi memang benar aku laki-laki paling tampan setelah papah tau."


"Hmm iya-iya terserah apa katamu."


"Oh iya Ke, aku mau nanya dong."


"Tanyalah, akan aku jawab dengan senang hati." Kyeri memandang wajah Nadta dengan tatapan sejuk.


"Aku penasaran mengapa kamu pindah ke desa ini? padahal jika dilihat dari brand mobilmu kamu pasti dari orang kaya. Lalu mengapa kamu pindah ke desa yang jelas-jelas jauh dari kota?" Nadta bertanya panjang lebar.

__ADS_1


Kyeri hanya diam dan mata pandangannya pun beralih ke pemandangan desa. Mengerutkan dahinya seperti sedang berfikir, "kata apa yang harus aku mulai untuk bercerita.


"Jika kamu tidak mau menjawab tidak apa." Nadta merasa tidak enak bertanya hal sensitif seperti itu.


"Ada beberapa alasan mengapa aku bisa pindah ke desa ini."


"Pertama karena pernikahan papa dengan mamah dan yang ke dua karena status keluarga Bram yang pernah menjadi pusat perhatian publik."


'Benarkan kalau Kyeri orang berada, aku merasa tidak pantas di sampingnya sekarang.' Nadta membatin sembari tersenyum pahit.


"Jadi kemarin kamu pergi karena kakek mu meminta? Atau memang kamu sedang mengurus perusahaan yang di kelola keluarga mu?" Nadta tiba-tiba saja berbicara seperti itu karena semalam ia membaca novel tentang CEO dan perusahaan.


Bahkan ceritanya sekilas hampir sama dengan kejadian Kyeri saat ini.


Kyeri pun mulai menceritakan tentang keluarga besarnya.


...~▪︎~...


Saat tahun kejayaan keluarga Bram, Gerry (Papah Kyeri) mendapatkan posisi Direktur di sebuah perusahaan yang baru saja di bangun dekat dengan desa.


Saat itulah Gerry mulai jatuh cinta dengan gadis SMA yang baik, perhatian dan juga mau mengurus orangtuanya.


Tetapi status keluarga gadis itu sangat jauh berbeda dari keluarga Gerry. Ayah Gerry sangat menentang hubungan pernikahan antara Gerry dan gadis itu.


Walaupun sebenarnya gadis itu tidak tau siapa Gerry dan keluarga besar Bram. Yang gadis itu tau hanya perusahaan baru di dekat desa tempat ia tinggal dan sedang membutuhkan karyawan baru.


Namun cara yang di pakai Gerry salah. Dia mengikuti gadis ini saat malam hari dengan kondisi tidak sadarkan diri, ia menangkap gadis itu dan membawanya kesebuah hotel milik keluarganya.


Dia melakukan hubungan suami istri walaupun sebenarnya mereka belum berstatus sah menjadi suami istri.


Rasa trauma pun mulai di alami sang gadis, tetapi Gerry puas dan dia akan bertanggung jawab atas perbuatannya.


3 bulan berlalu.


Setelah kelulusan SMA, gadis itu pun langsung di nikahi secara hukum dan agama walaupun ia telah mengandung anak 3 bulan.


Dan setelah hari pernikahan yang dilakukan secara tertutup, keluarga tiba-tiba tidak pernah muncul lagi dari publik.


Bahkan banyak orang yang mengira keluarga Bram sedang di ambang kehancuran. Tetapi mereka semua salah.


...~▪︎~...


Setelah aku lahir, kakek baru mengakui kalau aku cucunya karena wajahnya mirip sekali dengan kakek saat kecil dan kata kakek wajahku mirip sekali seperti kakak papah yang meninggal saat masih bayi.


Tetapi sayang...

__ADS_1


Kyeri tiba-tiba saja diam dan tak melanjutkan ceritanya. Mungkin ada sesuatu hal di keluarganya yang tak bisa ia ceritakan lagi.


"Sudahlah cukup, aku tak mau tau ceritamu lebih dalam jika ini menyakiti hatimu," ucap Nadta sembari bersandar di bahu Kyeri.


"Tapi sayang, aku tiba-tiba menyukaimu sejak kita bersama," ucap Kyeri membuat jantung Nadta berdegup kencang.


"Aku juga mungkin sama," jawab Nadta dengan rasa takut, takut.


"Apa kamu serius?" Tanya Kyeri lagi.


"Entahlah, aku masih bingung. Tetapi jika kamu pergi secara tiba-tiba dan tanpa alasan lagi, aku sangat sedih karena aku kehilangan sosok yang selalu bersamaku."


Deg!


'Maaf Nad, aku membuat mu khawatir.'


"Aku mencintaimu sampai kapan pun itu," ucap Kyeri diiringi kecupan kening secara tiba-tiba.


Nadta hanya terdiam kaku dan wajahnya mulai memerah. Tangan Nadta pun mulai merangkul Kyeri dan wajahnya ia sembunyikan di balik pundak Kyeri yang cukup gagah.


'Jahat! Kamu sangat jahat Kyeri. Kamu kembali dan tiba-tiba saja mengambil hatiku secepat itu. Masuk tanpa permisi dan mengunci bilik hati rapat-rapat.'


Entah itu tanda hari jadi kami atau bukan, yang pasti di hari-hari berikutnya, Nadta selalu bersama Kyeri.


Bergandengan saat masuk, merangkul dan Kyeri selalu melindungi Nadta setiap hari. Bahkan kata "Saingan!" pun tidak ada lagi setelah mereka menebak kalau Nadta dan Kyeri memang telah menjadi sepasang kekasih.


"Gak kaget sih," ucap Renaldi dari belakang mereka berdua.


"Ini kelas, jadi tolong jangan romantis-romantisan di depan kami tolong," ujar Tiyas yang merasa gerah dengan mereka berdua.


"Kita kan juga bisa beb," ucap Renaldi dengan senyum genitnya diiringi tangan yang mulai merangkul Tiyas.


"Ih apasih Ren, pergi sana gua geli!" ucap Tiyas langsung menepis tangan Renaldi.


"Kenapa hidup gua gak selempeng Kyeri ya?" Ucap Renaldi dengan lantang.


"Makanya ganteng Ren biar lancar-lancar jaya," sahut teman perempuan julid yang berada di sudut kelas.


"Gua mah ganteng, lo kali yang liat gua pake kacamata lo yg tebel jadi gak keliatan ganteng gua!"


Dan perdebatan pun terjadi di antara 2 orang itu. Sedangkan Teo hanya diam sembari menatap punggung Nadta dan Kyeri dari bangkunya.


'Andai saja dulu aku tak bersikap seperti itu ....'


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2