
Sampai akhirnya aku sadar kalau ucapannya waktu itu ternyata adalah untuk aku.
Ucapan itu tertuju kepadaku namun aku tidak menghiraukannya karena aku tidak mau sakit hati.
Tetapi saat ini aku yakin kalau sebenarnya dia pun memiliki rasa yang sama denganku.
Entah ini hanya sebagai praduga atau lebih aku tidak tau!
Tok ... tok ... tok ....
"Iya?" Sahut ibu sembari menuju arah pintu.
"Kyeri deh pasti itu," gumamku di dalam kamar.
"Kyeri tadi minta jawaban mapel apa ya?" Tanyaku pada diri sendiri.
"Oh iya PPKN," ucapku langsung mengambil buku PPKN dan segera keluar kamar.
Grek ...
Blam!
Tap ...
"Ini Ke buku-" ucapanku terpotong kala aku melihat seseorang yang berdiri di hadapan ibu.
Aku kira Kyeri yang datang, tetapi malah Viko yang datang. Pakaiannya begitu rapih entah ingin pergi kemana.
Tapi aku sedikit kesal karena, "mengapa bukan Kyeri datang?"
"Nadt, ikut Viko sana ke rumah oma." Ibu tiba-tiba saja menyuruhku ikut dengan Viko.
"Duh gak bisa bu, aku masih ada tugas."
"Tugas siapa?" Tanya Viko menyambung.
"Pak Rian."
"Besok beliau gak masuk, karena ada urusan ke luar kota selama seminggu."
"Tuh kan Nadt, udah sana ikut Viko."
"Huh ... iya udah deh. Tapi, ibu gimana?" Tanya ku sedikit khawatir dengan ibu.
"Ibu di rumah aja, lagi banyak tugas jahit baju tuh," sembari menunjuk ke arah tumpukan kain.
"Oke deh," aku berjalan kembali menuju kamar dengan sedikit lesu dan sedikit tidak bersemangat.
"Kyeriii kemana sih?" Gumam ku saat sudah di kamar.
"Padahal rumah kita sebelahan. Tapi kamu kok jalannya kayak model? Lama bener sampenya!" Umpatku di dalam kamar.
~▪︎~
Rumah Kyeri.
Kilas balik sesudah mereka menaruh telfon sambung buatan mereka.
"Asik ngerjain tugas bareng lagi, hehehe." Kyeri begitu semangat untuk datang ke rumah Nadta.
Tetapi kebahagiaannya sirna tatkala serangan mendadak memutari perut Kyeri.
Gruok .....
Preeet ....
"Hemm bauu gini," umpat Kyeri.
Kyeri pun langsung berlari menuju toilet dan membuang semua rasa tidak nyaman di perutnya agar nanti dia tidak malu jika bertemu dengan Nadta.
Preeeett ...
__ADS_1
Broot!
"Huah lega," ucap Kyeri sembari tersenyum.
Entah berapa lama Kyeri berada di dalam toilet. Tetapi yang pasti, Kyeri keluar toilet setelah Viko dan Nadta pergi.
"Mah aku ngerjain PR dulu ya sama Nadta." Kyeri pamit ke sang mamah.
"Kayaknya Nadta pergi deh kak," ucap mamah sembari merajut.
"Pergi? Sama siapa?"
"Gak tau, tapi tadi kayaknya naik mobil coklat yang biasa itu," jelas sang mamah.
"Itu pasti Viko!" gumam Kyeri sembari mengepalkan tangannya.
Demi membuktikan ucapan sang mamah tadi, Kyeri langsung pergi menuju rumah Nadta dengan wajah sedikit kesal.
Tok ... tok ... tok ....
"Nadta," panggil Kyeri dari pintu utama.
Grek!
"Eh nak Kyeri, nyariim Nadta ya?" Goda ibu Nadta.
"Hehehe iya bu."
"Nadta baru aja pergi sama Viko," jelas ibu Nadta.
' Sial! Lagi-lagi gua kalah start sama si sok paling pelindung,' ucap Kyeri dalam hatinya.
Kyeri pun berpamitan langsung ke ibu Nadta untuk segera pulang. Berjalan sembari mengepalkan tangan, wajah Kyeri pun ditekuk dan terlihat jelas wajah murungnya.
Grek! (masuk ke dalam rumahnya)
"Gak ada kan?" Tanya sang mamah.
Grek!
Blam!
"Sial! Sial! Sial!"
"Dasar Viko! Lo ini mencari kesempatan dalam kesempitan! Sialan!" Kyeri terus menggerutu di dalam kamarnya.
Kyeri juga sengaja membuka sedikit jendela kamarnya agar dia tau kapan Nadta akan pulang.
...~▪︎~...
Hingga Kyeri tertidur di meja belajarnya, Nadta pun tak kunjung pulang hingga pagi pun tiba.
"MATTEO! BANGUN!" Teriakan seperti biasa di pagi hari bak alarm alami.
"Iya Mah," ucap Kyeri spontan langsung berjalan ke toilet.
Tetapi baru saja ia melangkahkan kakinya satu langkah, tiba-tiba serangan kesemutan pun datang.
Akhirnya Kyeri mau tak mau harus mematung selama beberapa menit demi menghilangkan rasa keram di tubuhnya.
...~▪︎~...
Setelah bersiap untuk berangkat ke sekolah, Kyeri barulah mengeluarkan motornya dari garasi dan menyalakan mesin motor tersebut.
'Nadta kemarin kemana ya?' tanya Kyeri dalam hatinya.
"Matteo sarapan dulu!" ucap sang mamah dari dalam rumah.
"Aku bekel aja mah," pinta Kyeri secara tiba-tiba.
"Apa?" Tanya sang mamah sedikit terkejut akan pengungkapan sang anak.
__ADS_1
Karena Kyeri bukan lah tipikal anak yang ingin atau senang di bawakan makanan seperti bekal ke sekolah.
Karena Kyeri berfikir hal tersebut hanya membuat tasnya berat dan menambah cucian piring saat sampai di rumah.
"Yakin kamu?" Tanya ulang mamah Kyeri.
"Iya Mah, aku bekel aja."
"Yaudah tunggu, mamah siapin dulu."
Mamah Kyeri langsung masuk ke dalam lagi untuk menyiapkan bekal anak sulungnya.
Sreek ... sreeek ... sreekk .... (Suara seseorang menyapu halaman)
"Nah itu kayaknya ibunya Nadta deh!" gumam Kyeri langsung membuka pintu gerbang.
Tap ... tap ... tap ....
Kyeri berjalan menuju ibu Nadta yang sedang menyapu, lalu Kyeri menyapanya dengan senyuman manis di pagi hari.
"Selamat pagi ibu," ucap Kyeri menyapa.
"Pagi kembali nak Kyeri," ibu Nadta menjawab dengan penuh ketulusan.
"Nadtanya mana bu?" Tanya Kyeri tak mau basa-basi.
"Nadta udah berangkat mungkin."
"Mungkin?" Tanya Kyeri ulang.
"Iya, Nadta semalem berangkat sama Viko ke rumah neneknya yang deket tempat penjualan ikan itu," jelas ibu Nadta.
Penjelasan itu membuat hati Kyeri hancur, bahkan mood yang tadinya baik berubah menjadi murung dan wajah tak suka pun mulai terlihat.
"Matteo, ini!" ucap mamah membawakan bekal untuk sang anak.
"Iya Mah."
"Bu, aku pergi sekolah dulu ya, permisi," lanjut Kyeri lagi.
Kyeri pun pergi sekolah sendiri kali ini. Rasanya aneh, karena ia selalu berangkat bersama Nadta walau mereka tak banyak pembahasan selama di perjalanan.
'Bisa-bisanya si Viko ngambil kesempatan dalam kesempatan³,' umpat Kyeri dalam hati.
...~▪︎~...
Mungkin kali ini Kyeri mengendarai motorya itu dengan kecepatan tinggi sehingga hanya dengan hitungan menit ia sudah sampai di parkiran sekolah.
Memantau kondisi parkiran, namun yang ia cari belum juga sampai di tempat.
"Sialan!" gumam Kyeri kesal.
Kyeri berjalan menuju kelas dengan tatapan yang sangat dingin bahkan raut wajah mendung pun nampak di pagi yang cerah ini.
"Hay Kye ... ri," sapa Tiyas sedikit aneh dengan raut wajah Kyeri.
Tiyas pun menganalisis apa yang terjadi dan keanehan apa yang terjadi di pagi hari ini.
"Kayak ada yang kurang, tapi apa ya?" gumam Tiyas membuntuti Kyeri masuk ke dalam kelas.
Ctek! (Jentikan jari menunjukan bahwa dia sudah tau apa yang kurang di sini.)
"Nadta kemana Ke?" Tanya Tiyas penasaran.
"Sakit lagi ya? Atau dia pergi? Atau-" Pertanyaan Tiyas pun langsung di pungkas oleh Kyeri.
"Coba jangan berisik, masih pagi!"
"Gua ini cuma nanya! Lo malah ngegas aneh!" Umpat Tiyas langsung.
15 menit kemudian,
__ADS_1
Bersambung ....