
'Kalau saja aku bukan anak penerima beasiswa, mungkin dia sudah ku lawan dari SMP dulu. Tapi sayangnya demi melindungi beasiswa aku rela seperti ini.'
Perawat UKS memberikan surat izin untuk di berikan ke petugas agar aku bisa pulang dan beristirahat beberapa hari.
Aku tetap menunggu di UKS dan yang lain masuk ke kelas karena sudah memasuki jam pelajaran baru.
Tiyas membantu aku mengirimkan surat ke petugas yang berada di dekat ruang guru, sedangkan Kyeri membereskan semua peralatan milikku yang masih ada di meja.
Setelah Tiyas kembali, Tiyas langsung memberikan surat izin dari petugas karena Nadta tidak dapat mengikuti pelajaran.
"Permisi."
"Nah, kami malah telat!" ucap guruku.
"Maaf bu, tadi saya sedang mengurus teman saya yang berada di UKS dan ini surat izin yang di berikan petugas untuknya."
"Siapa yang sakit?"
"Nadta Garwita Langsih, bu."
"Kenapa dia sakit?"
"Kepalanya bocor bu karena tadi dia terpeleset di toilet kantin."
"Hah? Yang bener kamu?" tanya ibu guru begitu terkejut.
"Bu! Kalo gak percaya kita ke UKS aja."
"Hah kamu ikut-ikut aja."
"Yaudah duduk sana."
Tiyas pun kembali ke ruangannya da saat Tiyas kembali ke bangku miliknya, Kyeri meminta tolong ke Renaldi atau Teo untuk membawa tasnya nanti setelah pulang sekolah.
"Gua minta tolong ya ke kalian."
"Tolong apa?" tanya Renaldi.
"Gua minta tolong bawain tas gua pas pulang sekolah. Gua mau anterin Nadta pulang sekalian mau temenin dia."
"Rumah gua jauh gila!" ucap Renaldi.
"Yaudah nanti saya bawain," ucap Teo.
"Nah iya, bagus. Makasih ya."
Rencana pun sudah tersusun matang, tinggal bagaimana Kyeri menghadapi guru yang ada di depannya.
"Permisi bu, saya mau antarkan tas Nadta dulu ya bu ke UKS."
"Mau mengantarkan tas atau mau bolos kelas?"
"Dua-duanya bu, eh maksudnya antarkan tasnya lah bu."
"Halah alasan kamu ini Keri."
"Nama saya Kyeri bu, bukan Keri. Nanti di sangka ikan teri lagi."
"Ahahahaha," teman-teman sekelas pun tertawa mendengar perdebatan Kyeri dengan ibu guru.
"Kamu ini, yaudah sana! Tapi balik ke kelas lagi!"
__ADS_1
Kyeri pun hanya merespon dengan tubuh tegak dan tangan berada di dahi. Sikap hormat layaknya anak paskibraka.
Saat keluar kelas, Kyeri langsung berlari menuju Uks dan langsung memberikan tas serta izin ke perawat untuk mengantarkan aku pulang.
Saat berjalan dari Uks ke parkiran sekolah, Kyeri selalu menggandeng Nadta bahkan kadang Kyeri juga merangkul pundak Nadta.
"Emang kamu gak apa-apa Ke kalau harus antar aku pulang?" tanya ku ke Kyeri.
"Enggak kenapa-kenapa, dari pada kamu di antar sama pak Ardi. Nanti malah ibu kamu semakin panik," Alasan masuk akal di berikan ke aku.
"Iya juga ya."
Di tempat lain, banyak mata memperhatikan aku dan Kyeri. Entah siapa itu yang pasti aku melihat beberapa orang dari gedung lantai 2 sedang memperhatikan kami.
'Kayaknya itu Gita and the gangers deh!'
"Ayok naik Nadt!"
Aku pun langsung menaiki motor Kyeri dan pergi meninggalkan sekolah.
Selama di perjalanan, Aku hanya diam sembari menatap pundak Kyeri yang sangat tegap.
'Aku ini selalu ngerepotin Kyeri terus, apa Kyeri gak keberatan ya kalo gini terus?'
'Dimana ada aku pasti ada Kyeri, dimana aku kesusahan pasti ada Kyeri. Sudah hampir 12 tahun kita bareng tapi kenapa dia gak bosen?'
Batinku seketika memunculkan pertanyaan-pertanyaan negatif, Overthiking begitulah anak-anak jaman sekarang menyebutnya.
"Ke, kita ke rumah pohon dulu yuk."
"Oke."
"Tapi kamu emang gak mau balik ke sekolah lagi?" tanya ku ke Kyeri.
Deg ... deg ... deg ... deg ....
'Ucapan kamu itu Ke, jangan sampai aku baper lagi.' Aku menutupi wajahku.
Entah mengapa di saat seperti inilah benih-benih cinta tumbuh dan bukan hanya aku tapi setiap orang yang merasakannya.
Di treat like a queen, treated with love and loved like a princess. Siapa yang tidak terbawa perasaan? Pasti semua wanita pun akan merasakan hal yang sama.
Perjalanan ke Rumah Pohon terasa cepat sekali hanya beberapa menit saja, sepertinya.
"Kamu yakin mau naik ke atas?" tanya Kyeri.
"Iya gak apa-apa masih bisa kayaknya."
"Udah tunggu aja di bawah sini, kamu gak usah naik. Aku takut kamu nanti gak bisa turun lagi."
"Ih Kyeri jahat!"
"Bukan jahat, tapi kamu butuh istirahat Nadtaaaa. "
"Hmmm, iya deh iya."
Kyeri langsung menaiki tangga demi tangga yang ada di pohon ini. Entah mau apa Kyeri di atas. Yang pasti aku di tinggal di bawah rumah pohon bersama dengan motornya.
Tidak lama kemudian, Kyeri turun kembali sembari membawa sebuah tikar entah milik siapa dan siapa yang maruhnya di atas sana.
Kyeri pun menggelar tikar tersebut agar aku dan dia bisa duduk disini layaknya sedang piknik seperti orang-orang.
__ADS_1
"Tikar siapa ini?"
"Mamah."
"Kapan kamu bacanya?"
"Udah lama sih, aku juga lupa kapannya."
"Oh, tapi yakin kamu gak di marahin mamah? soalnya ini tikar baru kayaknya."
"Iya memang tikar baru. Mamah sengaja beliin untuk kita, kalau kita gak mau naik ke atas."
"Jadi kita bisa santai-santai di bawah sini," lanjut Kyeri lagi.
"Oalah, aku kira kamu main bawa aja ini tikar tanpa kasih tau mamah."
"Enggak mungkinlah Nadta, yang ada nanti aku kenapa lempar sapu dari dalem hahaha."
Walau tidak ada makanan dan minuman di sekitar mereka, tetapi mereka menikmati suasana saat bersama.
"Aku minta maaf ya Nadt. "
"Hah? Maaf untuk apa? Kayaknya kamu ak ngelakuin hal yang fatal deh."
"Aku minta maaf karena aku gak bisa jaga kamu waktu itu, aku egois dan cuma mikirin diri sendiri. aku minta maaf bener sama kamu," permintaan maaf panjang lebar dari Kyeri.
"Iya, tapi merujuk ke mana ucapan maaf kamu itu Ke?"
"Semua, semua saat kita bareng dan saat kita gak bareng."
"Maksdunya kamu bakal ninggalin aku?"
"Buka gitu Nadta, maksud aku ...."
"Apa?"
"Waktu itu kita pernah gak bareng-bareng kan bahkan sampe 2 tahun dan disitu aku bener-bener nyesel Nadt."
"Aku egois, aku kira aku tau segalanya tentang kamu tapi aku salah. Aku malah ngebiarin kamu terluka kayak gini sekarang," lanjut Kyeri lagi.
Aku tidak mengerti apa arah tujuan pembicaraan Kyeri tapi yang pasti aku mengiyakan saja semua ucapan dia agar Kyeri tidak terus-terus meminta maaf.
30 menit kami berada disini, pembicaraan random pun menghiasi suasana kami. Sampai akhirnya Kyeri memutuskan untuk kembali ke rumah.
"Udah yuk kita pulang, kamu harus istirahat." Kyeri mengajakku pulang.
"Sebentar lagi sih Ke."
"Enggak, kamu harus pulang, istirahat. Nanti kalau udah sembuh baru kita disini lama-lama sampe malem juga boleh."
"Kita ngecamp disini yuk kapan-kapan."
"Boleh, asalkan kamu udah sembuh dulu."
"Iya."
Kyeri mengulurkan tangannya mengambil tanganku sembari tersenyum manis.
Perlakuan lembut Kyeri ini membuat hatiku nyaman sekali bahkan rasa nyaman ini lebih dari sekedar rasa nyaman.
Bersambung ...
__ADS_1
"Cassiopeia, Ratu legenda Ethiopia. Cahaya dari rasi bintang modern yang cantik, sama seperti diriku."