
Dan obrolan hangat terjalin kembali di tengah-tengah kami berlima.
'Mungkin sudah saatnya aku harus memiliki teman,' ucap dalam hati sembari tersenyum saat mereka mengobrol seru.
...~▪︎~...
Tepat pukul 13.00.
Bel berbunyi dan semua siswa-siswi di perbolehkan untuk pulang. Seperti biasa, aku dan Kyeri pulang bersama.
Di parkiran sekolah, aku melihat Gita and the gangers berada di ujung parkiran sembari mengerutkan dahinya menatap tajam ke arahku.
"Sial! lagi-lagi Nadta yang di bonceng Kyeri. Pelet apasih yang di pake sama tuh cewe?" ucap Gita kesal.
"Bukannya lo gak suka naik motor ya Git?" tanya temannya.
"Gua emang gak suka naik motor, tapi kalo Kyeri bisa di bicarakan lah."
"Kenapa lo gak pindah ke kelas IPA 2 aja?"
"Mana bisa gila! IPA 4 aja gua udah syukur banget mau lagi IPA 2. Nambah ketat saingan gua nj**t."
"Ahahaha yaudah yuk pulang."
...~▪︎~...
Kyeri sudah berjanji padaku, jika kita akan satu sekolah yang sama, Kyeri dan aku akan pulang pergi bersama juga.
Tapi Kyeri yang sekarang ini tidak seperti dulu, Kyeri yang aku kenal saat ini lebih santai dan tidak terlalu over protective.
"Makan dulu yuk Nadt."
"Hoam ... langsung pulang aja sih Ke, aku ngantuk," ucap Ku sembari menyandarkan kepala di punggung Kyeri.
"Yaudah deh."
Aku dan Kyeri kembali kerumah. Perjalanan ini terasa lama entah karena kantukku ini atau Kyeri memang membawa motor ini sangat pelan.
Sesampainya di rumah.
Aku melihat Zira berada di teras depan dan rumahku terbuka cukup lebar.
"Kamu sama siapa Ze?" tanya ku.
"Sama ibu mu."
"Oalah, ibu sudah pulang. Yasudah, aku masuk dulu."
"Ibu aku pulang," ucapku.
Tap ... tap ... tap ...
Hoam ....
"Selamat datang anak ibu sayang."
Bruk ... bruk ...
"Ini ibu buatkan makanan ke suka-an, lah tidur," ucap ibu saat melihatku tertidur hanya mengenakan kaos biasa dan celana pendek.
"Hmm, pasti aku sekolahnya gak di gantung deh ini."
Benar saja, ibu yang menguntungkan baju-baju sekolahmu dan tas ku juga.
"Tulisan Nadta bagus banget ya," ucap ibu saat melihat nama di buku tulisku paling awal.
...~▪︎~...
"Tante mana?" tanya Kyeri ke Zera.
"Dalem."
"Tante, aku datang."
"Iya Kyeri, Masuklah."
"Ini tante aku ada makanan ringan, eh bukan aku deng tapi mamah."
__ADS_1
"Wah terimakasih banyak ya Kyri."
"Nadta mana Tante?" tanya Kyeri.
"Lo ini gak puas-puas ketemu sama kak Nadta sari pagi sampe siang masih mau ketemu," ejek Zera dari luar.
"Ya kenapa geh? Gak ada yang nyariin lu ya? Hahaha kasian."
"Ada woi!"
"Hush ... jangan berisik. Nadta lagi tidur tuh di sofa."
Kyeri melihat ku tertidur di sofa begitu nyenyak. Kyeri hanya tersenyum saja melihat ku tertidur sangat lelap.
'Tumben tidurnya anggun banget,' ucap Kyeri dalam hatinya.
Preett ....
Gas yang ada di dalam perut ku tiba-tiba saja keluar tidak sengaja. Ya aku juga tidak sadar. Tetapi Kyeri hanya tertawa saja saat sudah terlanjur berucap seperti itu.
"Sumpah nih cewe kadang anggun, kadang kece kadang gak anggun sama sekali," gumam Kyeri.
"Oh iya Kyeri, tadi pagi kalian tidak telat kan?"
"Tidak tante, tapi Nadta susah banget di banguninnya. Saya sudah ngetik pintu depan gak ada jawaban, saya ketuk pintu belakang gak ada jawaban juga."
"Pas saya ketuk jendela kamar Nadta, dia malah marah-marah tante. Aneh kan," jelas Kyeri.
"Ahahaha mungkin dia begadang kali makanya agak susah di banguninnya."
"Kayaknya sih iya tante."
"Bangunin aja Ke, nanti dia malah kemaleman lagi tidurnya."
"Iya tante."
"Nadta! Oy Nadta! Bangunnn, temenin gua ke pasar ayok Nadt."
"Hmmm."
"GANGGU AJA!" cetusku.
"Ahahaha maaf ya Nadta, Ayok kita ke tanah lapang."
"Mau ngapain sih Ke? Hoaam."
"Aku buat layang-layang sendiri. Ayok kita terbangkan."
"Kayak anak kecil aja kamu ini Ke."
"Sama Zera aja sana," ucap ku lagi langsung menuju kamarku.
Blam!
Aku pun kembali merebahkan tubuhku ke kasur, entah mengapa kasus dingin sekali dan rasa kantuk pun kembali datang.
"Nadta, tolong carikan ikan besar di pasar. Ibu akan membuat ikan pangang hari ini."
Namun tidak ada Jawaban dari kamar ku. Mungkin ibu mengira kalau aku tertidur lagi tetapi.
Brak!
"Ikan apa bu?" tanya ku sudah bersiap.
"Hmm kira gak mau berangkat. Kalo gak mau berangkat mending Zera sama Kyeri aja yang berangkat ke pasarnya."
"Aku aja bu, jadi mau beli ikan apa?" ucapku sembari mengambil uang yang ada di tangan ibu.
"Tolong beli ikan cakalang ya 5 kg."
"Hah? 5 kg banyak amat?
"Makanya kak, lo jangan tidur mulu! Jadi gak tau deh kalo tante mau ada acara arisan di rumah nanti malem," sahut Zera dari luar.
"Iya tah? Yaudah deh aku berangkat ya."
"Sama siapa?" tanya kompak antara ibu dengan Kyeri.
__ADS_1
"Ya kamu lah Ke, siapa lagi coba?"
"Bagus, ayok."
Aku dan Kyeri pun pergi ke pasar ikan terdekat. Walau di bilang terdekat tetapi jarak pasar ikan ini lumayan jauh.
Berada di pesisir laut sehingga perjalanan ke sana sedikit memakan waktu yang banyak.
Kalian pasti bertanya mengapa aku senang ke pergi ke pasar ikan? Karena disana pasti banyak makanan yang aku suka seperti otak-otak, pempek dan kadang kalau beruntung pasti ada serambi.
Makanan favorit ku kalau menemani ibu ke pasar ikan tradisional ini.
...----------------...
Sesampainya di pasar ikan tradisional, aku langsung menemui orang-orang yang berjualan ikan disana, tapi sayang sepertinya ikan cakalang tidak ada.
"Cari apa non?" tanya penjual ikan.
"Cari ikan cakalang pak, disini gak ada ya?" tanya ku.
"Wah kayaknya lagi gak ada non."
"IKAN CAKALANG ADA GAK?" teriak salah satu temannya ke teman pedagang yang lain.
Dugh!
"Ini baru datang kang," ucap seseorang membopong wajah penyimpanan.
"Mau berapa kilo non?" tanya orang itu lagi.
"5 kilo kang, sekilonya berapa ya kang?"
"Kalo disini 48 non."
"Gak bisa kurang kang?" tanya Kyeri di belakang ku.
"Gak bisa den."
"Bisa lah pak, kan mau beli 5 kilo. 48 ribu berarti 200 aja lah pak."
Aku hanya terdiam kala Kyeri memberikan tawarannya langsung menjatuhkan harga.
Bahkan sang penjual ikan hanya terdiam sembari menggeleng kepalanya.
"Yaudah 235 den."
"Dua 220 lah kang."
"Udah kang gak apa 230 aja 5 kilo ya."
"Eh? Yaudah deh, yaudah."
Penjual ikan itu pun langsung melihatkan timbangan hangat pas 5 kilo seharga 230 ribu.
...----------------...
Di perjalanan pulang.
"Kamu ini Ke, kalo nawar udah kayak ibu aku aja tau gak?"
"Kata mamah gitu, kalo nawar harus setengah harga. Bahkan tadi aku mau nawar 150 ribu tapi kayaknya kasian juga udah nawar segitu."
"Kamu ini. Astaga kayaknya cocok deh kalo aku bawa kamu terus ke pasar, bisa nawar-nawar hahahaha."
"Ada yang gak bisa aku tawar tapi."
"Apa itu?"
"Tawaran mahar untuk mu nanti."
"Dih apaan sih kamu hahaha."
Bersambung ...
..."Andai kau tau isi hati ku hanya untukmu selalu."...
...-Kyeri...
__ADS_1