
Greek...
"Aku pulang," ucapku saat memasuki rumah.
Huh...
Aku menghela nafas berat kala aku melihat rumahku yang begitu rapih tetapi tidak ada orang karena ayahku dan ibuku masih berada di rumah sakit.
"Huaaa..." aku meregangkan tubuhku dengan mengangkat tangan ke atas sembari memejamkan mata.
Bruk..
Aku membantingkan tubuhku ke atas sofa empuk, sofa ini adalah sofa yang aku benarkan bersama ayah waktu kecil.
Walau sudah terlihat lusuh tapi masih terasa nyaman di duduki. Sendirian, sepi dan sunyi. Begitulah rasanya saat aku berada di rumah.
"Makan apa ya? Mie ada gak ya?" tanyku kepada diri sendiri.
"Coba liat dulu deh," aku pun beranjak lagi dari duduk menuju dapur.
Creek.. Blam
"Huh... gak ada ya, yaudah deh aku beli dulu."
"Lah dompet aku diman.. Oh iya, kan ada di kamar."
Greek
Aku membuka pintu kamar dan langsung menuju lemari berwarna cokelat tua.
"Apa itu?" aku bertanya saat aku melihat kertas di atas meja.
"A-apa surat dari preman pasar itu?" tanya aki sedikit panik.
Dengan tangan yang cukup gemetaran diiringi jantung berdegup kencang, aku mengambil kertas itu.
" SMA Citra Bangsa."
"Hah? Surat dari SMA Citra Bangsa? Huuh.. aku kira dari preman pasar tadi."
Srekk... (membuka surat)
"APAAA?!"
"Hah? Sejak kapan gua daftar di SMA ini? Apa jangan-jangan ibu yang daftarnya aku tapikan, haduhhh, gimana ini?" tanya aku panik saat membuka surat.
Suing.. traap.. (kertas lain jatuh dari sisi kertas aku baca)
"Kertas lagi?" tanya ku.
Aku mengambil surat itu dan membukanya, "Hah? su-sumpah demi apa? Ahahaah IBUU AYAHH!" teriakku kegirangan.
"Surat Rekomendasi Beasiswa Berprestasi."
Itulah tulisan yang ada di kertas itu. Aku mendapatkan kesempatan emas untuk melanjutkan sekolah lagi.
Surat rekomendasi itu merupakan surat yang di ajukan dari SMP ku dulu dan ternyata aku pun lolos untuk melanjutkan SMA.
"SMA Citra Bangsa ya? Itu kan SMA Kyeri juga. Akhirnya aku bisa satu sekolah lagi dengannya," gumamku.
"Tapi apa mungkin Kyeri yang mendaftarkannya?" gumamku lagi.
"Ah sudahlah aku taruh saja ini di laci, aku ingin warung dulu."
Selama di perjalanan menuju warung, aku memperhatikan semua pemandangan yang ada di desa ini, 'cantik ya,' umpat ku dalam hati.
__ADS_1
"Nadta?" teriak seseorang dari belakang.
Puk.. ~ merangkul pundak Nadta
"Lama ya gak ketemu," ucap seseorang itu.
Tetapi aku tidak membalasnya, aku hanya tetap berjalan dengan pandangan lurus ke depan.
"Oke, sama seperti dulu. Nadta gua selalu stay cool," ledek orang itu.
"Oh ayolah Nadta, gua ini kawan lo loh masa lupa sih?" ucap orang itu sembari mengoyangkan tubuh Nadta sangat kuat.
"Argggh, sakit gila!" membentak.
"Hahahaha akhirnya lo ngomong juga," ledeknya.
"Udah lah diem dulu kamu itu Zera, aku sedang badmood," ucapku lesu.
"Wah ada apa ini? Kenapa sahabatku tidak takut lesu begini?"
"Diamlah Zera aku sedang pusing!"
Tetapi Zera tetap mengikutinya sampai di warung sayur Emak. Nadta memilih sayur yang pas untuk ukuran kantongnya dan memilih lauk lain yang bisa ia makan.
"Mak, aku beli sayur daun singkong 5 ribu sama tempe gorengan 5 ribu juga ya mak."
"Udah?" tanya Emak.
"Oh iya, mie Mak, beli 3 bungkus."
"Oke, ini. Jadi 20 ribu."
"Ini Mak, terimakasih."
Zera hanya merangkulku sembari berjalan. Sepasang mata pun melihat kami dari belakang dengan tatapan sinis.
"Siapa yang berani-beraninya merangkul Nadta?" gumam seseorang itu.
Zera dan Nadta pun pulang sembari bernyanyi melangak-lenggokan badan ke kanan dan ke kiri.
Tap...
Seseorang dari belakang tiba-tiba saja menahan tangan Zera dan seketika itu pula Zera menghantam laki-laki muda di hingga tersungkur ke tanah.
Bruk..
Aku pun langsung membalikan badan ke belakang dan melihat sosok yang tak asing di mata sedang tertidur di tanah bersatu kerikil.
"Kyeri ngapain kamu tidur di tanah ih!" ucapku langsung memberikan tangan ke arah Kyeri.
"Ngapain kamu bantu sih Nadt?" cetus Zera.
"Emang kamu kenal dia?" lanjut Zera lagi.
"Iya aku kenal, ini Kyeri sahabat aku. Rumahnya juga gak berjauhan dengan aku."
"Tepatnya sebelah rumah kita ini," sahut Kyeri.
"Kamu juga Ke, kenapa tiba-tiba narik tangan Zera?" tanya ku bernada kesal.
"Ya gua gak tau Nadt kalo Zera itu cewe. Dari belakang kayak laki sih," jelas Kyeri bernada meledek.
"Dasar kau!"
"Udah ih, kalo mau berantem lanjutin aja silahkan!"
__ADS_1
Aku pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua. Sembari mengomel dalam hati, 'Udah tau jalan turunan malah bertengkar dasar orang-orang itu!'
"Kan gara-gara elo sih!" ucap Kyeri menunjuk Zera
"Jelas-jelas salah kamu. Suruh siapa kamu tiba-tiba narik tangan aku? Udah tau Nadta lagi badmood malah di ganggu," jelas Zera.
"Badmood kenapa?" Tanya Kyeri keheranan.
"Mana aku tau, aku saja bingung."
'Tumben Nadta badmood, gak biasanya,' ucap Kyeri dalam hati sembari mengejar diriku yang semakin menjauh dari mereka berdua.
"Astaga, Nadt kamu makan mie?" tanya Kyeri mengalihkan pembicaraan.
"Hmm," jawaban singkat dariku.
"Ih gak bagus Nadta, kamu ke rumah aku aja ya," Kyeri tiba-tiba menarik tanganku untuk menuju rumahnya.
"Gak, aku gak mau Ke!" aku menarik tanganku lagi dengan kasar dan kembali secepatnya kerumahku.
Kreek.. kreek..
Greek..
Blam!
'Dasar mereka ini! gak tau apa kalau hati ku ini sedang kalut? Mereka malah membuatku semakin darah tinggi,' batinku.
Setelah mengomel dalam hati, aku langsing mewadahkan sayuran yang aku beli tadi di sebuah mangkuk bercap ayah yang gagah.
Setelah itu aku menaruhnya di kulkas dahulu karena aku sudah tidak nafsu lagi untuk makan.
Aku berjalan ke ruangan keluarga untuk menonton televisi. "Mana ya remotnya?" tanya ku sembari mencari remot Tv kesana kemari.
"Astaga, disini rupanya."
Tit... ~ suara hidup televisi.
Berita terkini,
Beasiswa bagi siswa dan siswi Berprestasi di buka. Para guru bisa merekomendasikan siswa siswi nya yang pintar di hidang akademik maupun non akademik.
Pendaftaran ini di buka di tiga tempat SMA dan SMP favorit. Pendaftaran bisa untuk semua murid yang ingin melanjutkan sekolahnya.
Persyaratan pendaftaran bisa menghubungi dan datang langsung ke sekolah masing-masing atau bisa juga melihat dari brosur yang tertera di amplop surat.
"HAH? SERIUSAN?!" ucapku kegirangan.
"YEY! AKHIRNYA AKU BISA LANJUTIN SEKOLAH, AHAHAHAH YEY!" teriakku dalam rumah.
"Aku harus siapin semua berkas pendaftarannya."
Di sore itu aku pun sibuk menyiapkan berkas saja, dan suara teriakan akubtadi sampai terdengar ke dalam rumah Kyeri.
Sehingga ibu Kyeri kebingungan. "Mat, Nadta kenapa? Kok teriak? Mungkin kah dia kemalingan?" tanya ibunda sembari memperhatikan rumahku.
"Enggak Mah, Nadta tuh kalo lagi seneng ya gitu," jawab Kyeri bersikap sok cuek.
Padahal dalam hatinya ia sangat gembira karena mendengar aku tertawa lagi, 'Ahahaha akhirnya lo ketawa lagi Nadta.'
Bersambung...
..."Bahagia itu sederhana."...
...-GAC...
__ADS_1