Pesawat Kertas Untuk Kyeri

Pesawat Kertas Untuk Kyeri
• Suprise •


__ADS_3

"Ayok," Ajak Kyeri singkat.


"Keman-" Belum selesai Nadta berbicara, tangannya sudah lebih dulu di tarik oleh Kyeri.


'Kyeri kenapa sih? Dia cemburu ya?'


'Gak biasanya dia naik tangan aku secepat ini dan terlihat seperti buru-buru.'


...~▪︎~...


...Di tanah Lapang...


"Ren udah siip kan?" Tanya Tiyas.


"Udah, aman pokoknya."


"Yaudah abis ini kira nyumput dulu dimana gitu, baru kita muncul sambil bawa cake ini."


"Iya bener juga kamu."


Renaldi dan Tiyas sedang merencanakan sesuatu di tempat ini, entah apa tapi yang pasti 5 menit setelah mereka berdua mengumpat, Kyeri dan Nadta datang.


"Pelan-pelan Kyeriii!" Seru Nadta sembari mengembangkan langkah kaki Kyeri.


Lali ketika sampai, Kyeri melepas genggamannya dan berhenti tepat 10 langkah dari rumah pohon.


Buk ...


"Aduh!" Rintih Nadta kala ia menabrak punggung gagah Kyeri.


"Kalau mau berenti bilang-bilang dong ..."


"Wah," Lanjut Nadta dengan decak kagumnya.


"I-ini kamu yang buat?" Tanya Nadta heran.


"Bukan, tapi ini ide aku."


"Serius?"


"Iya Nadta, happy birthday."


Cklek ...


Kyeri mengeluarkan satu kotak kecil yang ada di tangannya. Tetapi isinya bukanlah cincin, melainkan kalung berliontin cincin nama.


"Kyeri?! Serius ini untuk aku?"


"Iya Nadta," ucap Kyeri sembari tersenyum manis.


Kyeri memasangkan kalung tersebut sembari membatin, 'Ini bukan hanya sebuah kalung Nadt, tapi ini lambang kalau kamu adalah milikku.'


"Dah."


"Wah .... cantik banget, makasih ya Ke."


Tup .... pfeeet ....


"Happy birthday to you, Happy birthday to you, Happy birthday, Happy birthday, Happy birthday Nadtaaa," Nyanyian dari Kyeri, Tiyas dan Renaldi membuat Nadta merasa senang.


Di umurnya yang ke 16 tahun, dia bisa merasakan perayaan bersama orang-orang terkasih lagi.


"Makasih."


Momen spesial dan suprise sederhana yang di ciptakan mereka bertiga membuat sebuah momen baru yang tak terlupakan.


'Kado terindah tahun ini adalah ketika aku bisa melihat teman-temanku, ibuku dan semua tersenyum bersama.'


...~▪︎~...


...Sungai Bawah....


Teo masih merenung disana, memperhatikan ikan-ikan kecil berjalan melawan arah dan menatap binatang-binatang air yang melompat.


'Apa maksudnya Kyeri?'


'Apa dia akan mencari masalah denganku?'


'Tidak, tapi aku merasa ada yang tidak baik dengan Kyeri. '


'Tetapi .... Haihs .... bagaimana tampang ku besok di sekolah?'


"Matilah aku!"


"Hey anak muda!"


Deg!


Teo terdiam setelah mendengar sahutan itu dan Teo pun ...

__ADS_1


"Mengapa kau ingin mati?" Tanya pria paruh bawa berbaju lusuh.


"Aku tidak mau mati."


"Tadi kau bilang Matilah!"


"Itu hanya pengumpamaan saja tidak ada maksud lain kok."


"Kau tau anak muda?" Ucap pria paruh baya itu.


"Tidak."


"Ketika kau sedang jatuh cinta, maka dekatilah dia dengan caramu. Namun jika dia menolak atau menjauhimu, maka rebutlah ia dalam doamu."


Deg!


'Aku tau dia ini tidak waras dan tidak bisa dibilang ODGJ tetapi ucapannya masih bisa di terima dengan baik,' batin Teo.


"Iya, kau benar."


"Apa kau pernah jatuh cinta pak?" Lanjut Teo lagi.


"Pernah."


"Lalu apa yang kau lakukan?" Tanya Teo penasaran.


Walaupun yang ia ajak bicara adalah orang dalam gangguan jiwa, tetapi banyak orang bilang, " jika berbicara dengan orang-orang seperti itu maka kau akan tahu isi hatinya."


"Menikahinya."


Deg!


'Menikah? Apa ucapannya benar?' Teo bertanya-tanya dalam hatinya.


"Lalu?"


"Aku menikahinya tahun 1980 dan kala itu kami memiliki anak sekitar tahun 1990 karena istri memang susah memiliki anak."


"Umur berapa bapak menikah?"


"Sekitar 19 tahun."


"Lalu? Dimana istrimu sekarang?"


"Dia sudah pergi."


Deg!


"Tidak nak, dia bukan meninggal. Melainkan pergi bersama pria lain yang lebih kaya dan lebih putih dariku."


"Maksudnya?"


"Dia menikah siri dengan pria asal luar negeri karena kala itu bisnisku hancur dan anakku satu-satunya dibawa pergi olehnya."


"Hatiku hancur nak, tetapi dia sudah bahagia aku tak mau mencampuri urusannya lagi." Lanjut pria paruh baya ini.


'Aku teringat Papa. Aku tiba-tiba merindukannya tanpa alasan.'


Puk ....


Pundak Teo tiba-tiba saja di tepuk oleh pria ini sembari memberi nasihat lagi.


"Jika kamu membenci orang tuamu karena didikannya, maka cintailah mereka sebagaimana mereka mencintai kamu."


"Dan jika kau membenci ayahmu, maka cintailah dia sebagaimana ia melindungi mu saat kecil."


"Karena semua orang pasti merasa kesepian jika mereka di tinggal oleh keluarganya."


Deg!


'Entah mengapa ucapan pria ini membuatku ingin menangis? Padahal dia bukan orang waras.' Teo membatin.


'Kenapa di saat seperti ini aku merindukan Papa?'


'Sialan orang waras ini!'


Hiks ... hiks ... hiks ....


...~▪︎~...


...Rumah Viko....


"Viko!" Panggil tante Lia (mamah Viko)


"Iya Mah?"


"Hari ini Nadta ulangtahun, kamu gak mau kasih suprise?"


"Tada!" (Viko menunjukan bingkisan yang cukup besar.

__ADS_1


"Itu doang?" Tanya tante Lia.


"Apa lagi ya? Kue ya mah?" Tanya Viko kebingungan.


"Iya, kuenya mana?"


"Astaga iya aku lupa, beli dimana ya mah? Mana udah mau gelap lagi."


"Mamah udah buat kok, ini!"


Tak ... (Meletakan di atas meja)


"Wah .... mamah terbaik deh."


"Siapa dulu?"


"Mamah aku gitu loh. Makasih ya mah."


"Sama-sama sayang."


Malam itu Viko mempersiapkan segala sesuatu untuk membuat suprise di rumah Nadta bersama ibu dan juga mamah Kyeri, mereka selesai tepat pukul 18.00.


...~▪︎~...


...Tanah Lapang....


"Gaes makasih ya, makasih banyak atas suprise nya," ucap terimakasih Nadta ke 2 sahabat nya.


Eh ...


3 sahabat baiknya, begitu maksudnya dan mereka mengakhiri piknik ini dengan berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.


Di perjalanan pulang menuju rumah, Nadta dan Kyeri bergandeng tangan layaknya pasangan kekasih.


"Ke?"


"Iya?"


"Makasih ya, hari ini aku gak nyangka kalau kamu bakal inget sama ulang tahun aku."


"Makasih juga atas kamu udah mau di samping aku terus."


"Jangan pergi ya Nadt, biar aku aja."


Deg!


"Ih apa sih kamu kok ngomong kayak gitu?!"


"Bercanda Nadta."


"Jangan ngomong yang aneh-aneh lah."


"Iya-Iya, enggak ngomong yang aneh-aneh kok."


"Tapi ..." lanjut ucapan Kyeri tetapi langsung di pungkas oleh Nadta.


"Tuh kan ngomong aneh-aneh lagi."


"Belum juga selesai aku bilang."


"Ya apa?"


"Tapi aku sayang kamu, sayang banget."


"Ih apa sih Ke, geli."


"Tapi aku serius."


"Iya, iya Kyeri.... aku juga sayang kamu."


"Dan..." ucap Kyeri terputus karena melihat mobil tak asing berada di rumah Nadta, tetapi rumah Nadta tidak ada penerangan sama sekali.


"Dan apa?" Tanya Nadta sembari menatap Kyeri.


Kyeri pun langsung menutup mata Nadta dan menuntun Nadta berjalan masuk hingga ke rumah.


"Dan ... Tada!!"


Pfffttt .... pffttt....


"Happy birthday Nadtaaa!"


"Happy birthday! Happy birthday to you!!!"


"Hah?"


Hiks .... hiks ... hiks ...


Hari itu adalah hari bahagia yang pernah di rasakan Nadta, Kyeri dan semua orang yang merayakan hari pengurangan usianya.

__ADS_1


Begitupun dengan Teo yang merasakan kebahagiaan di hari itu ...


Bersambung ....


__ADS_2