
"Siapa yang sakit?"
"Nadta kenapa?" tanya Viko lagi saat datang menghampiri Tiyas dan Kyeri.
"Ini pasti ulah Gita!" umpat Kyeri mengepal kan tangannya.
"Gita siapa?" tanya Viko.
"Rival Nadta dari SMP."
"Rival? Pasti ini karena lo juga deh!" tuduhan melayang ke Kyeri.
Mendengar tuduhan itu, Kyeri langsung menarik kerah baju milik Viko sembari berkata dengan suara lantang.
"Maksud lo apa?! Jangan asal ngomong lu ya! Gua 24 jam bisa ngelindungin Nadta sedangkan lo siapa?"
"Heh... Cowo emosional modelan kayak lo, gak cocok bersanding sama Nadta tau!"
"Lo yang gak seharusnya ada di kehidupan Nadta An***"
Bugh!
Bogem mentah melayang ke wajah Viko hingga Viko jatuh tersungkur. Tiyas hanya bisa menahan tangan Kyeri agar tidak melakukan hal lebih.
Dan saat kedua temannya datang, Teo membantu Viko berdiri sedangkan Renaldi menahan tubuh Kyeri.
"Ke jangan buat masalah! Nadta lagi kek gitu lo malah nyari masalah!" ucap Renaldi saat menahan lengan Kyeri.
"Iya Ke, udah. Jangan sampe kita di panggil le BK cuma gara-gara lo lagi emosi." Tiyas berujar.
"Udah kak, mending lo balik ke kelas lo aja ya. Gua sama temen-temen yang lain bisa jagain Nadta kok," pinta Teo.
"Siapa? Kalian? Heh ... sampah kayak dia gak bakal bisa jagain Nadta selamanya!" tunjuk Viko ke Kyeri.
"Sampah? Sampah teriak sampah! Lo lebih busuk dari bangkai di selokan tau gak?! Perbuatan lo masih terekam jelas di memori Nadta."
"So? Siapa yang sampah?!"
Grep!
'Liat aja lo nanti Mat!' batin Viko mengepalkan tangannya, lalu pergi meninggalkan mereka berempat kembali ke kelas.
Setelah Viko pergi, Renaldi menceramahi Kyeri karena membuat sedikit keributan di depan UKS.
Tapi untung saja suasana dekat UKS sedikit sepi jadi tidak banyak yang tau kalau Kyeri menghajar ketua osis.
"Lo ini gimana sih Mat! Kalo lo sampe masuk ke BK, masalah Nadta bakal ketumpuk sama kelakuan lo bego!"
"Lo gak kasian sama Nadta hah?" tanya Renaldi ke Kyeri yang sedang tertunduk di sudut tembok.
"Nadta kayaknya di rundung lagi sama Gita and the gangers deh," ucap Teo
"Lagi? Maksudnya?"
"Kamu emangnya gak tau ya Ke?" tanya Teo.
"Enggak tau apa? Apa yang gak gua tau dari Nadta?" tanya Kyeri kebingungan.
Flasback on.
Saat hubungan Kyeri dan Nadta merenggang, Teo lah yang menggantikan posisi Kyeri saat itu.
Teo membantu Nadta di saat Nadta mengalami banyak sekali masalah. Mulai dari perundungan, cacian, bahkan makian dari banyak orang.
__ADS_1
Bahkan saat itu Teo yang menopang tubuh Nadta agar bisa berdiri dan bangkit kembali dari keterpurukan.
Teo yang membela Nadta saat ia di rundung di dalam toilet wanita. Teo membela Nadta saat dirinya sedang disudutkan oleh Gita and the gangers.
Bahkan 2 tahun semasa SMP, Teo yang berperan penting dalam kehidupan Nadta.
"Makasih ya Teo. Kamu selalu bantu saya."
"Iya Nadt sama-sama. Saya juga mau minta maaf atas kelakuan saya dulu saat di Sekolah Dasar."
"Iya , lupain aja. Itukan udah lama."
"Kamu baik banget ya Nadt, aku salah pernah ganggu kamu dulu hanya karena kamu pinter."
"Udah ih, lupain aja. Itukan masa lalu, jangan di bahas."
......................
Di kelas 8 C
Brugh!
"Buatain semua PR kita oke."
"Buat sendiri! Lo punya tangan atau lo mau gua laporan ke kepsek?" gertak Teo ke Gita.
"Lo ini kenapa ngurus banget sih? Ini urusan gua sama Nadta buka sama lo!"
"Ini juga urusan gua, gua ketua kelas disini."
"Gua yang punya sekolah ini."
"Gua gak perduli, mau lo anak pemilik sekolah, mau lo anak presiden, basing! Gua gak akan pernah peduli karena lo udah gua anggap sampah kelas."
"Lo emang udah kelewatan Git, bnr kata Teo. Gua nakal, gua badung tapi gua gak pernah nyuruh-nyuruh orang kek kacung buat ngerjain tugas gua," sahut Faden.
Faden merupakan anak kesayangan guru BK. Mengapa? Karena Faden selalu mencari masalah dengan setiap orang yang menurutnya kurang sopan, kurang etitude, bahkan kating pun akan dia lawan jika tidak suka.
"Lo juga nyambung aja! Lo itu benerin aja deh nilai-nilai lo yang ancur, jangan sok bela-belain anak paling pinter disini."
"Gua ngebela yang bener bukan sampah kelas kayak lo." Faden masih berkata dengan santai.
"Ngelunjak ya lo ini dasar Anj**!"
"GITA!" suara lantang memasuki seluruh ruang kelas.
Aura dingin pun terpancar, bahkan Gita yang tadinya sedikit brutal menjadi diam kala sang papah memanggilnya dan menyeretnya ke ruang kepsek.
Flasback off.
"Jadi gitu pokoknya, dia selalu dapet rundungan dari Gita and the gangers itu. Mungkin karena Gita suka sama lo Mat, mungkin juga Gita punya masalah pribadi." Teo menutup ceritanya.
"Gua gak nyangka, selama dua tahun gua gak komunikasi sama Nadta, Nadta banyak ngalamin masa-masa sulit."
"Gua pikir gua paling tau segalanya. Karena gua selalu mantau dia lewat temen-temen gua, tapi ..." lanjut Kyeri tidak menyangka akan kenyataan yang telah aku lewati.
"Udah, sekarang kita liat dulu kondisi Nadta gimana." Tiyas membuka topik baru.
Mereka berempat melihat Nadta dan ternyata Nadta sudah sadar dari pingsannya.
...----------------...
Di waktu yang bersamaan saat Teo bercerita.
__ADS_1
"A-aduh!"
"Alhamdulillah kamu sudah sadar."
"Jangan bangun dulu ya, saya masih obatin luka di kening kamu," lanjut perawat yang bertugas di UKS.
"Hah? Saya kenapa bu?"
"Kamu pingsan, tadi Matteo yang membawa kamu kemari."
"Pingsan?"
Deg ... deg ... deg ... deg ....
'Pasti gara-gara si Gita sialan itu deh!' batin ku saat mengingat apa yang terjadi di toilet.
"Kalau ibu boleh tau kepala kamu terkena apa?"
"Kayaknya tebok bu."
"Tapi ini luka sobek lumayan besar, sedangkan tembok kita sudah tidak ada yang rusak lagi."
"Ada bu, di toilet perempuan deket kantin. Masih ada beberapa tembok yang memiliki siku bergelombang atau rusak parah."
"Oalah, yaudah nanti ibu akan melapor ke kepala sekolah. Bahaya kalau sampai ada anak-anak lain yang mengalami hal serupa kayak kamu."
"Iya bener bu."
"Tapi luka kamu ini kayaknya bukan sembarang deh, ada yang ngebully kamu ya?"
"Hah? E-enggak kok bu. Saya kepeleset aja tadi pas mau keluar dari wc."
"Yakin?"
"Iya yakin bu."
Deg ... deg ... deg ... deg ....
'Pantes semalem ada burung gagak lewat. Rupanya ini bahaya yang akan datang, haduh dasar Nadta Nadta, kenapa gak hati-hati sih?' umpatku dalam hati.
...----------------...
"Syukurlah Nadta sudah sadar."
"Nadt, gimana kondisi kamu? Pusing gak?" tanya Kyeri panik.
"Dikit," ucapku sembari tersenyum.
"Bu Nadta boleh pulang kan? Boleh minta surat izin?"
"Iya dia boleh istirahat di rumah beberapa hari, karena saya yakin nanti malam kamu pasti bakal demam tinggi," jelas perawat UKS.
"Ini, nanti kasih ke petugas paket hari ini ya. Nanti biar pak Ardi yang antar Nadta pulang."
"Gak usah bu, saya aja yang antar. Karena rumah kami deket, saya bisa jamin dia aman sama saya."
"Itu mah alasan kamu aja Matteo!"
Kyeri hanya bisa tersenyum lebar saja, begitu pula dengan teman-teman nya.
Bersambung ....
..."Corvus (burung gagak) pertanda buruk atau pertanda baik? Entahlah tidak ada satu orang pun yang tau."...
__ADS_1