Pesawat Kertas Untuk Kyeri

Pesawat Kertas Untuk Kyeri
• Chamaeleon •


__ADS_3

Aku dan Kyeri masuk ke sana melihat koleksi milik bang Joe yang di pajang di festival ini.


Tap ... tap ... tap ...


"Uwaaah!" Aku berdecak kagum saat melihat bunglon berganti warna.


"Ini chamaeleon jenis senegal (Chamaeleo senegalensis) merupakan jenis bunglon kecil yang memiliki ukuran sekitar 15-20 cm saja. Sesuai namanya, spesies bunglon ini berasal dari Senegal, Mali, Nigeria, dan Kamerun," jelas bang Joe.


"Wah keren, gemuk-gemuk gitu, lucu deh."


"Kalo yang ini apa bang?" Tanya Kyeri.


"Bunglon surai (Bronchocela jubata) merupakan spesies bunglon lokal asli Indonesia yang memiliki sebaran di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, hingga Filipina," jelas bang Joe lagi.


"Kalo ini apa bang? Ih cantik bangett," Tanya ku memperhatikan bunglon ini yang sedang berjalan di dahan ranting.


"Bunglon Jackson, bunglon ini akan memiliki warna coklat. Ketika berkembang dewasa, spesies bunglon ini akan memiliki corak mayoritas hijau, dengan sebagian kekuningan dan kebiruan."


"Wah keren-keren ya Mat," ucap ku terkagum melihat reptile disini.


Kyeri memgangguk saja dan tersenyum karena aku sangat-sangat bahagia melihat hewan-hewan langka ini.


"Lanjut liat yang lain yuk!" Ajak Kyeri.


Kyeri dan aku juga pun lupa melihat reptile lainnya seperti ular yang langka, lizard dan juga kami bermain bersama kura-kura besar yang umurnya lebih tua dari kami.


Hingga kami lupa waktu karena ternyata langit sudah menjadi hitam gelap dan cahaya bulan sempurna pun nampak jelas.


"Kita pulang malem gak apa-apa?" Tanya Kyeri ke aku.


"Ya kenapa emangnya? Selagi sama kamu, aku gak masalah pulang malem juga."


"Bagus deh," ucap Kyeri lalu merangkul pundakku.


"Emang kenapa kita pulang malem?" Tanya ku lagi.


"Kita liat konser Kotak dulu disini, baru kita pulang," jelas Kyeri.


"Tapi mamah kamu gak marah tah Ke?" Tanya aku sedikit khawatir.


Mama Kyeri juga sedikit protek ke aku dan Kyeri. Bahkan mama Kyeri tak jarang memberikan peringatan ke Kyeri untuk selalu menjagaku.


Untunglah Kyeri menuruti kemauan mamahnya dan bahkan Kyeri terlihat senang jika bersamaku. Aku pun sama hehehe.


"Enggak kok tenang aja, aku udah bilang mamah sebelum berangkat sekolah tadi dan kata mamah, jagain Nadta nya yang bener, jangan pulang terlalu malem, besok sekolah," jelas Kyeri sembari mempraktikan sang mamah.


"Hahaha kamu ini Ke dasar."


Setiap kami menelusuri tempat ini, Kyeri selalu menggandeng tanganku, menggenggam bahkan merangkul pundakku.


Hingga akhirnya kami sampai di tempat makan atau bisa di bilang bazar kuliner enak yang lokasinya cukup jauh dari festival reptile.


Tap ... tap ... tap ...


"Makan apa?" Tanya Kyeri.


"Makan .... hmm ... sate aja Ke," ucapku menujuk menu.


"Oke, minumnya apa?"


"Es teh aja."

__ADS_1


"Oke, oke."


Kyeri pun beranjak dan memesankan makanan yang aku mau dan ia juga pergi ke gerai warung sebelah untuk membeli beberapa cemilan.


Tak ...


"Nih Nadt, makanan enak ini." Kyeri menaruh 2 piring jerami berisi onion ring dan juga sate obong.


"Wah enak nih."


"Aku ambil ya," ucapku lalu mengambil satu sate obong.


"Hap ... hmm ... enak banget!" ucapku mengunyah makanan ini diiringi senyum manis.


'Duh, bisa gak sih Nadt lo gak usah senyum gitu?! Jantung gua jadi gak aman kan sekarang! Manis banget,' ucap Kyeri dalam hatinya.


"Makan geh Kyeri," ucapku menyodorkan satu tusuk sate.


"Iya, iya."


Aku dan Kyeri pun makan bersama hingga sate yang Kyeri pesan pun datang. Sate dan lontong serta minuman es teh.


"Makan yuk," ucap Kyeri.


"Iya, selamat makan Kyeri."


"Selamat makan juga Nadta."


Makan malam sederhana bersama teman lama di bawah gemerlapnya cahaya bintang, bulan serta lampu-lampu yang ada di sini.


'Sering-sering ya Ke, ajak aku ke sini,' batinku.


"Enak?" Tanya Kyeri lagi.


Aku hanya bisa menjawabnya dengan anggukan kepala saja sembari tersenyum manis.


'Ya ampun, udah lama banget gua gak liat senyum Nadta semanis ini. Jadi seneng deh .... tapi jantung gua tolonglah kita berdamai dulu ya,' Batin Kyeri.


Jantung Kyeri terus berdegup kencang entah mengapa tapi yang pasti setelah selesai makan malam ini, Kyeri tiba-tiba menjadi kaku ke Nadta.


"Wah, makasih ya Ke makan malam hari ini."


"I-iya Nadt sama-sama."


"Kamu mau ke sus gak?" Tanyaku ke Kyeri.


"Hmm? Ma-mau, mau."


"Yaudah tunggu ya."


'Duh sial gua kenapa jadi gugup gini sih?'Tanya Kyeri ke dirinya sendiri.


...~▪︎~...


5 menit kemudian, aku kembali membawa sebungkus kue sus yang masih hangat ke meja tempat kami duduk tadi.


"Kamu kenapa Ke? Sakit?" Tanya ku saat Kyeri tertunduk di meja.


'Duh Nadt! Jangan tanya-tanya please!' ucap Kyeri dalam hatinya.


"Enggak kok, aku cuma lagi liat itu semut pada makan."

__ADS_1


"Hah? Semut? Emang keliatan malem-malem gini?"


"Keliatan Nadt, tuh tadi dia telepati sama aku."


"Ih dasar nganeh, nih kuenya."


"Kenyang aku."


"Bukan untuk di makan sekarang, tapi untuk di bawa pulang nanti."


"Oh, iya deh, makasih ya Nadt."


"Masama, makasih juga makananya."


"Oh iya, jam berapa konsernya?" Tanyaku lagi.


"Sekitar jam sepuluan."


"Masih lama ya?" Tanya ku sembari melirik jam tangan.


"Iya masih sejam lagi."


"Jadi kita kemana? Disini aja kah?"


"Aku ngikut aja, kamu mau kemana aku ikut," ucap Kyeri sembari memperhatikan wajahku.


"Ayok, ikut aku bentar," ucapku menggandeng tangan Kyeri.


Aku mengajaknya ke sebuah tempat yang ingin aku kunjungi disini, karena sejak aku dan Kyeri datang tadi, aku berkhayal mungkin akan lebih indah jika fi lihat malam hari.


Letak lokasinya tidak jauh, hanya saja sedikit menanjak dan sedikit berundak.


Hosh ... hosh ... hosh ... hosh ....


"Kita kemana sih Nadt?" Tanya Kyeri nafasnya sudah mulai terengah-engah.


"Kita ke bentar lagi sampe kok, sedikit semangat lagi," ucapku menyemangati Kyeri walaupun nafasku sudah tidak bisa aku kontrol lagi.


"Huuuh, baiklah Nadt, ayo!"


Dan 3 menit kemudian, aku dan Kyeri sampai di tempat yang aku inginkan.


"Bagaimana? Bagus bukan?" Tanya ku ke Kyeri.


Kyeri masih memejamkan matanya karena ia sedang mengatur nafas dan juga sedikit mengontrol kakinya supaya tidak keram.


"Wahhh betul dugaan ku."


"Ke ... na ... pa?" Tanya Kyeri mulai membuka matanya.


"Wah keren ya Nadt."


"Benerkan, sudah aku duga dari awal kita datang Ke," ucapku.


"Ternyata seperti ini ya pemandangan malam hari di tengah kota, ramai, banyak cahaya dan juga banyak suara." monolog yang aku ucapkan saat melihat pemandangan malam hari di kota.


Kyeri hanya tersenyum simpul saja sembari memperhatikan aku yang begitu senang akan hal seperti ini.


Bersambung....


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2