PETAKA MAPALA MERAH

PETAKA MAPALA MERAH
Bab 81 - The Power Of Ratu Kencana Ungu


__ADS_3

Bab 81 PMM


“Om Leeeeee! Tante Sillaaaaaaaa! Bantuin aku apa!" Raja berteriak memohon pertolongan para penjaganya.


"Aku akan melumatmu, wahai pemuda tampan!" Jin Demita lantas mencekik Raja sampai pemuda itu kesakitan dan kesulitan bernapas.


Raja terdorong ke arah sumur dan hendak dijatuhkan ke dalamnya.


"Heh, makhluk kurang ajar! Lepaskan Raja!" Silla datang menjambak rambut panjang Jin Demita.


"Argh, lepaskan aku!" seru Demita.


Raja hampir saja jatuh jika Lee terlambat datang untuk membantu. Ia lalu memegangi Raja yang akhirnya duduk di tepi sumur seraya memegangi lehernya yang masih terasa sakit.


"Apa dia si manis penunggu sumur tua?" tanya Lee dengan isengnya. .


“Si manis penunggu sumur tua? Dia siapanya si manis jembatan Ancol, Om Lee?” tanya Raja.


“Hihihi … kamu masih lucu juga ya, Ja. Jelas jelas dia hantu penunggu sumur bukan dari jembatan Ancol," sahut Lee yang mulai terpesona melihat Demita.


"Dih, mulai ganjen si Om Lee!" cibir Raja.


Sementara itu, Silla dan Demita masih bertarung dengan sengit.


“Kamu hantu kuntilanak apa hantu perempuan biasa, sih?" tanya Silla di sela pertarungan.


“Kamu nggak lihat ya kalau aku nggak pakai baju daster kayak kamu!" sungut Demita.


Silla baru menyadari kalau Jin Demita memakai penutup tubuh yang berupa daun-daun yang seolah ditempel ke tubuhnya. Kulit kakinya juga ditumbuhi lumut seperti dinding pada sumur tua tadi.


"Tapi baju aku lebih kekinian dibanding kamu yang kayak monster rawa. Mana lumutan, ih nggak level sebanding sama kaum kuntilanak kayak aku. Asal kamu tau aja, ya, kuntilanak di wilayahku cantik-cantik tau!" seru Silla menyombongkan diri.


"Dasar kuntilanak sombong! Sok cantik kamu!" seru Demita seraya menarik rambut Silla.


Sontak saja Silla berteriak dan langsung menancapkan kuku tajamnya ke wajah Demita.


"Dukung siapa Om Lee? Kalau aku sih jelas Tante Silla," ucap Raja yang duduk di pinggir sumur bersama Lee.


"Tentu saja aku akan dukung Silla juga. Tapi kalau kamu ngajak taruhan, ya aku dukung si manis penunggu sumur itu," sahut Lee.


“Oke kalau gitu. Kalau Tante Silla menang, Om Lee harus bersihin kebun bunganya bunda ya tiap minggu. Kan biasanya bunda nyuruh aku, tuh," pinta Raja.


“Oke, kalau saya yang menang, setiap jumat kamu kirimin aku ayam mekdi di dalam kendi yang ada kemenyan, ya," pinta Lee.


"Lah, kayak nyajen itu mah tapi kekinian pake ayam. Oke lah kalau gitu," sahut Raja.

__ADS_1


Silla dan Demita masih terlibat peperangan. Bahkan Demita sampai melempar Silla ke arah sumur. Sontak saja Raja dan Lee segera berpindah tempat.


“Ah, kau membuatku tak sabaran.” Demita lantas menarik lengan Silla dan membuatnya duduk di tepi sumur tua tersebut.


Jin wanita yang jahat itu lantas memantrai Silla dan membuat hantu kuntilanak itu terpedaya. Demita hendak mencekik dan menghisap kekuatan yang Silla punya kala itu. Tahu Silla akan kalah, Lee segera menolongnya. Sosok hitam nan besar menghalanginya.


“Lepaskan dia, wahai jin cantik! Dia itu mantan aku!” seru Lee si genderuwo yang menghentikan aksi jin perempuan tersebut.


“Siapa lagi ini? Sejak kapan makhluk-makhluk seperti kalian malah membela manusia dan mau berteman dengannya?” tanya Demita yang malah menertawakan Lee.


“Kau sendiri punya teman manusia tadi, kan? Apa bedanya?" balas Lee.


"Kami terhubung karena perjanjian iblis tau! Apa manusia itu juga terlibat perjanjian iblis dengan mu?!" sentaknya menunjuk Raja.


"Raja dan keluarganya mau berteman denganku, Silla, dan makhluk gaib lainnya karena mereka spesial. Lepaskan Silla, kamu pasti mau menghisap kekuatan miliknya, kan?" tuding Lee.


"Hmmmm, kalau kamu sudah tau, sebaiknya kau pergi dan jangan halangi aku! Atau aku akan menghisap kekuatanmu juga,” ancam Demita.


Lee menarik Silla dan melemparkan tubuh Silla yang langsung ditangkap oleh Raja. Pemuda itu langsung membawa Silla menjauh dan bersembunyi di balik tubuh pepohonan besar.


“Om Lee! Hati-hati!" seru Raja.


“Tenang aja, Ja!" sahut Lee balas berseru.


“Sejak kapan kau ada di sini? Apa kau pengikut Nyi Ageng yang disebut anak perempuan tadi?" tanya Lee.


"Sudah aku bilang kalau aku hanya mengikuti Raisa yang sudah terhubung denganku karena perjanjian iblis. Jika Raisa ingin mendukung Nyi Ageng, maka aku akan mengikutinya. Begitu juga dengan sebaliknya," ucapnya.


“Kalau kau mendukung Nyi Ageng, kau akan musnah. Bahkan Raisa itu bisa juga mati. Raja itu anak dari Ratu Kencana Ungu. Bundanya yang memusnahkan Nyi Ageng, aku yakin dia akan kembali memusnahkan Nyi Ageng dan juga para pengikutnya. Apa kamu paham?” tukas Lee menjelaskan.


Demita langsung terperanjat menatap Raja yang tengah mengintip dengan tatapan tak percaya.


“Apa kamu bilang? Ratu Kencana Ungu pernah memusnahkan Nyi Ageng?” tanya Demita.


"Iya, bahkan Ratu Masako juga," sahut Lee dengan bangga.


Raja merespon dengan anggukan kepala tanda menyetujui pernyataan genderuwo itu kalau ibunya adalah Ratu Kencana Ungu yang hebat.


“Kalau begitu, ampunilah saya! Saya tak akan berani melawan Ratu Kencana Ungu jika dia memang pernah mengalahkan Nyi Ageng dan Ratu Masako," kata Demita.


Timbul keberanian di diri Raja dan membuatnya mulai agak sombong. Ia menggeser tubuh Silla yang masih terbaring tak berdaya setelah kalah dari Jin Demita. Raja berdiri sambil bertolak pinggang menantang jin perempuan itu.


“Nah, kalau kamu enggak mau saya aduin ke bunda. Kamu harus menuruti apapun perintah yang saya berikan, mengerti?” ancam Raja.


“Baiklah, saya mengerti. Tapi, saya terikat perjanjian iblis dengan Raisa, saya harus tetap menurut ke padanya," ucap Demita.

__ADS_1


Raja langsung menoleh ke arah Lee.


“Bagaimana ini, Om Lee?" tanyanya.


“Nanti aku cari tahu bagaimana caranya membatalkan perjanjian iblis dia dan Raisa," sahut Lee.


“Oke kalau gitu. Tapi, untuk sementara kamu bisa nggak jangan datang buat menuruti Raisa nanti malam? Dia mau ngirim teluh kan ke Briana?" tanya Raja.


“Tapi … tetap aja saya harus datang," ucapnya.


“Hmmm, oke kalau gitu. Kamu tetap datang dan menuruti Raisa tapi kamu nggak boleh serang Briana. Bilang aja kamu meleset, gitu," ujar Raja.


“Bisa nggak, ya? Tapi nanti Raisa dimarahin sama si Salma itu," sahut Demita.


“Oh si Karina nenek peyot itu maksud kamu. Nanti aku akan beri dia pelajaran. Yang jelas untuk saat ini kamu harus menghilang dan menghindari Raisa. Jangan turuti dia sampai Om Lee bisa memutuskan perjanjian iblis kamu sama Raisa," ucap Raja.


“Kalau gitu sebaiknya dia ikut saya aja, Ja. Biar menghindari Raisa dulu," kata Lee memberi saran.


"Halah! Emang maunya Om Lee biar bisa pendekatan sama Demita. Mentang-mentang Tante Silla kalah tadi terus mau beralih hati lagi kali?" tuding Raja.


Lee hanya bisa meringis mendengar penuturan Raja. Ia lantas pamit dan melangkah pulang bersama Jin Demita keluar dari kebun pisang itu.


Tiba-tiba, Raja yang hendak membangunkan Silla mendengar suara seorang wanita yang menangis dari dalam sumur.


"Perasaan si Demita udah pergi sama Om Lee. Lah, itu suara siapa, ya?" Raja lantas menoleh ke arah sumur dan melangkah mendekati sumur itu.


Tiba-tiba, sosok sepasang tangan keriput yang permukaan kulitnya terdapat luka borok bernanah muncul perlahan. Hantu wanita yang sebenarnya penunggu kebun pisang itu bersembunyi di dalam sumur dan hendak menakuti Raja. Akan tetapi, sosok hantu itu salah sasaran.


Raja meraih batu kerikil besar yang ia dapatkan tak jauh dari tempatnya berdiri. Ia bersiap menyerang sosok hantu perempuan yang mulai muncul perlahan bagai sosok hantu Sadako di film The Ring.


Setelah kepalanya muncul perlahan ke permukaan, hantu wanita itu mulai memperlihatkan wajah yang masih tertutup rambut panjang hitam legam itu. Sosok hantu itu merangkak keluar sumur sampai wajahnya tersingkap kemudian. Ia menyeringai menakuti Raja.


Dengan bidikan yang sudah diarahkan sejak tadi, Raja berhasil menimpuk telak dahi si hantu perempuan sampai mengaduh. Sosok hantu perempuan itu lantas tergelincir masuk ke dalam sumur kembali. Suara berdebum keras saat hantu perempuan itu jatuh ke dalam sumur terdengar dan membuat Raja tertawa.


"Pasti baru jadi hantu sok sok an mau nakuti aku kayak Sadako, tuh." Raja kembali tertawa.


Sementara itu, hantu perempuan tadi muncul lagi dengan menunjukkan setengah wajahnya yang tersenyum sangat malu menatap Raja.


"Besok-besok jadi hantu yang baik aja nungguin kebun pisang ini. Kalau ada yang mau nyolong pisang nggak bilang-bilang yang punya, baru kamu takut takutin!" ujar Raja.


Hantu perempuan penunggu sumur yang baru itu lantas mengangguk setuju. Raja kemudian membangunkan Silla dan memintanya untuk pulang. Ia juga menceritakan tentang rencana Lee yang membawa Demita untuk menghapus perjanjian iblisnya dengan Raisa. Tentu saja diiringi ocehan Silla yang menggerutu mengeluhkan tentang sikap Lee yang selalu genit dengan makhluk gaib perempuan.


...******...


...To be continue ...

__ADS_1


...See you next chapter!...


__ADS_2