Positif

Positif
Bab 22


__ADS_3

22.


Aku sedikit lebih lega, urusan Chaca sudah beres. Aku menemukan seseorang yang bisa menemani nya, sehingga dia tidak akan mengganggu ku.


Aku tau, di kampus tidak akan ada yang berani mendekati nya. Jika terus-terusan begini, bisa-bisa dia akan mengganggu ku dan akan banyak yang dia keluhkan.


Jam sembilan aku baru saja pulang, memang sengaja aku berlama-lama di luar. Tapi jam segini aku tidak bisa menghindari nya lagi.


Aku berharap dia sudah tidur, tapi ternyata dia masih sibuk membersihkan meja nya.


"Reni itu gadis kalem, kamu jangan ajari dia yang enggak-enggak"


"Maksud nya?"


Dia menatapku tajam, seperti nya dia tersinggung dengan kata-kata ku.


"dia dari keluarga pas-pas an. Kuliah pun karena dapat beasiswa dari donatur, Reni itu di sini sambil bekerja mengajar mengaji. Kalau kamu punya uang lebih, teraktir dia makan. Toh tidak akan rugi orang yang bersedekah" Aku mengalihkan pembicaraan, semoga saja dia tidak membahas dan bertanya lagi dengan kata-kata ku yang tadi


"Iya, mas." Jawab nya sambil terus menata buku-buku nya di atas meja


Karena dia terus saja sibuk, aku pun mengambil kesempatan ini untuk segera berbaring. Hingga akhirnya aku terlelap dan tidak tau dia tidur di samping ku jam berapa.


***


"Mas, bangun," Tubuh ku terguncang, dia membangunkan ku "sudah subuh, mas"


Aku langsung duduk, tak biasanya aku terlambat bangun begini.


"Jam berapa?"


"Jam empat, mas"


Aku langsung bangun dan berjalan cepat ke kamar mandi. Karena sudah sangat terlambat, aku memutuskan untuk cuci muka saja dan Wudhu.


Di rumah sudah sepi, tinggal aku dan dia saja. Kami pun langsung berangkat ke masjid, karena terburu-buru. Aku meningalkan dia jauh di belakang, dia sangat lambat sekali jalan nya.


"Percaya deh, manten baru suka terlambat subuhan"


Aku tak menghiraukan Faisal menggoda ku, jika aku menanggapi nya. Masalah ini pasti semakin panjang dan rumit.


"Gimana keadaan Zahra, mas?" Tanya ku dulu sebelum Mas Adam menyerang ku.


"Alhamdulillah, udah gak demam. Cuma anak nya masih pucat dan lemes"


"Alhamdulillah kalau udah gak demam"

__ADS_1


"..."


Mas Adam sepertinya hendak bicara lagi, namun harus terurungkan karena Aba meminta nya untuk mengimami sholat Shubuh. Alhamdulillah, setidaknya hari ini tidak ada yang membahas keterlambatan ku.


Setelah sholat dan mengaji sebentar, aku kembali ke rumah dan dia sudah sibuk menyajikan sarapan bersama umi.


"Yusuf," Aku menghentikan langkah ku karena suara itu. "Nanti sore ajak Chaca keliling pesantren, kan belum sempet jalan-jalan menyapa orang-orang"


"Yusuf ngajar di Malang, Umi. Kemungkinan ba'da maghrib baru sampai rumah"


"Kalau seperti itu, besok saja ya"


"In Syaa Allah, umi"


Ku lirik dia senyam senyum dengan Umi, namun detik kemudian aku langsung pergi. Aku harus segera pergi ke kamar mandi, tadi subuh aku tak sempat mandi. Tidak lucu jika nanti aku bau badan karena tak mandi.


"Habis kuliah langsung pulang, jangan kemana-mana. Yang anteng!"


"Iya,iya Mas. Tapi aku nanti habis kuliah mau nengokin Zahra, boleh kan?" Jawab nya sewot, aku tak peduli. Aku tak mau malu atas kelakuan nya yang suka banget pecicilan.


"Selama tidak keluar dari gerbang utama pesantren, gak usah minta Izin"


Aku pun masuk ke mobil berwarna Abu-abu yang aku beli dengan uang dan usahaku sendiri. Ya walaupun tidak se bagus milik nya.


Perjalanan hari ini cukup lancar, alhamdulillah tidak ada hambatan macet dan lain sebagai nya.


Ini adalah pertama kali nya aku mengajar di kampus islam ternama di kota Malang, ada rasa bangga, bahagia tersendiri bagiku bisa mengajar di sini.


Klinggg...


Chaca : Mas, nanti pulang jam berapa?


Setelah membaca pesan dari nya, aku melihat jam yang ku kenakan di pergelangan tangan ku.


"Ini masih jam sembilan pagi, dan dia sudah bertanya kapan aku pulang" Gunam ku sedikit kesal dengan sikap nya.


Yusuf : Aku baru selesai ngajar jam tiga sore.


Cepat sekali dia membalas nya.


Chaca : Semangat ya, mas. Lancar ngajar nya, jangan genit-genit.


"Apaan sih!"


Sungguh aku tidak suka dengan hal-hal seperti ini, aku bukan tipe-tipe genit seperti prasangka buruk nya itu. Huh, sungguh aku tak menyukai nya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, gus Yusuf"


Panggilan seseorang membuyarkan lamunan ku, setelah ku menoleh ke arah pintu. Ku lihat laki-laki yang ku kenal berdiri di ambang pintu ruangan baru ku ini.


"Waalaikumsalam, Zadid?" Ucapku ragu


"Leres, gus. Kulo Zadid yang dulu se kos sama panjenengan waktu kuliah"


Aku langsung berdiri, ku rentangkan tangan ku seraya menyambut nya. Kami pun langsung berpelukan, meluapkan rasa rindu kami yang terputus beberapa tahun loss contact.


"Ngapain kamu di sini?" Tanya ku, penasaran


"Aku juga jadi dosen di sini, gus. Udah satu tahunan"


"Waaa... Hebat sekali, ayo duduk"


Kami pun duduk di sofa yang ada di ruangan ku ini, kami saling menatap dan tertawa seolah sedang kagum dengan penampilan masing-masing.


"Kamu kemana saja? Hanya kamu yang lama gak ada kabar"


"Handphone aku hilang, gus. Semua hilang, jadi gak bisa hubungi siapa-siapa. Lagipula waktu itu sibuk banget, gak sempat buat cari kabar teman-teman"


"Kok tau aku jadi dosen di sini?"


"Tadi pagi sekali aku dapat kabar dari salah satu dosen di sini, ada dosen baru yang ganteng"


"Kau ini tetap sama, pintar bermain kata"


"Hahaha, oh iya. Selamat atas pernikahan nya," Dia langsung menjabat tangan ku dan menarik turunkan nya sambil tersenyum. "Minggu depan aku ada urusan di Pasuruan, nanti mampir sekalian kenalan sama kakak ipar"


"Bukan nya kamu udah kenal sama Mbak Rifa?"


"Iya, gus. Ning Rifa kan satu angkatan sama kita waktu kuliah S1 dulu. Maksud ku itu istri panjenengan Gus Yusuf yang ganteng"


"Hemm... "


Aku yakin, Zadid yang kepo ini pasti ingin aku menceritakan tentang istriku. Sebelum itu terjadi aku ingin mengalihkan nya.


"Kamu ke Pasuruan mau ngapain?"


Dan seperti nya pertanyaan ku ini tepat, ekspres Zadid berubah sumringah.


"Yuk ku ceritain, tapi jangan di sini. Kita ke kantin, tak teraktir Bakso sama es degan"


Aku pun mengiyahkan ajakan nya, lagipula kelasku baru di mulai dua jam lagi. Daripada gabut di dalam ruangan, lumayanlah mengembalikan Mood ku yang di rusak Chaca.

__ADS_1


__ADS_2