
Author POV
Yusuf dan Chaca masih berjalan beriringan, sesekali sepasang suami istri ini tersenyum. Tak jauh dari sana, sepasang mata jahat mengintai, dia tak lain adalah Nabila.
"Mas lapar, pengen beli sesuatu"
"Mau apa? Hmm?" tanya Yusuf sambil memandangi Chaca penuh cinta
"Aku pengen Bakso yang pedas, minum nya Juice"
"Pulang dulu, Mas gak bawa uang," Jawab Yusuf sambil merogoh saku baju koko nya
"Gofood saja deh, males keluar aku"
"Mumpung masih sore, Cha. Yuk sekalian JJS"
Mendengar kata terkhir suami nya, Chaca mendongak sambil terkekeh.
"Emang kamu saja yang boleh gaul, hmm?"
"Ya sudah, tak tunggu sini ya. Mas Yusuf pulang ambil motor sekalian uang nya"
Yusuf menimang permintaan istrinya, namun sayang nya Yusuf tidak menyetujui nya. Tepat Chaca berdiri ialah gerbang asrama putra, mana mungkin dia membiarkan istri cantik nya ini berdiri di sana.
Kini sepasang pengantin lama yang masih merasakan sensasi pengantin baru ini berbobcengan motor, membelah jalanan Desa menuju ke pusat keramaian Desa setempat.
Yusuf memang jarang sekali berinteraksi dengan warga sekitar, tak seperti Adam. Namun bukan berarti Yusuf enggan untuk menyapa dan beramah-tama dengan warga. Sejak tadi bibir yang Yusuf tersenyum, kepala mengangguk seraya menyapa orang-orang.
"Tumben, Gus?"
"Engge niki Bu, istri pengen makan bakso katanya"
"Ohh ini istrinya, cantik banget ya. Baru tau saya, Gus"
Yusuf menanggapi nya dengan senyuman. Sedangkan Chaca langsung mencari meja kosong, ia takut tak kebagian meja karena di luar baru saja ada beberapa segerombolan anak-anak seumuran nya datang.
"Bungkus atau makan di sini,Gus?"
__ADS_1
"Bungkus saja, Bu"
Mendengar jawaban suami nya, Chaca ingin sekali mencubit Syarif. Suami nya ini sangatlah labil sekali, tadi memaksa nya makan bakso sekalian Jalan Jalan Sore. Sekarang malah....
"Berapa bu?" Tanya Yusuf setelah dua bungkus bakso sudah di masukkan ke kantong.
"Mas, ini sekalian," Chaca menyerahkan beberapa bungkus kerupuk Rambak yang ia ambil dari meja.
Ibu penjual Bakso itu menghitung sekalian memasukkan kerupuk tersebut ke kantong plastik.
"Tiga puluh tujuh, Gus"
...
"Kok cemberut," tanya Yusuf saat ia melihat bibir manyub istrinya
"Gak apa-apa," Jawab Chaca Cuek.
Yusuf yang tau bahwa istrinya itu sedang marah, walau Yusuf tak tau apa penyebab nya. Ia pun berinisiatif membantu Chaca menyiapkan Bakso dan Juice nya.
Yusuf menghela Nafas, tapi ia harus sabar sekali. Lagian untuk saat ini Yusuf tak bisa marah kepada Chaca, sungguh cinta merubah segalanya.
"Assalamualaikum," terdengar Umi masuk di ikuti dua mbak-mbak ndalem.
"Waalaikumsalam," Jawab Yusuf dan Chaca.
"Umi dari mana?"
"Habis menghadiri hajatan nya pak Haji Ayam"
"Umi, umi bawa apa itu?" tanya Chaca
"Oh ini, Nasi berkat. Kamu mau sayang?"
"Iya, mi. Boleh Chaca makan?"
Umi langsung menyerahkan tas coklat dengan sablon batik itu kepada Chaca. Sedangkan Yusuf masih diam, menyimak saja tanpa berniat untuk ikut berbicara.
__ADS_1
"Mbak, Mbak," Panggil Chaca kepada mbak mbak ndalem
"Engge ning"
"ini bakso mau? Belum tak makan," Ujar Chaca yang membuat Yusuf kecewa.
...
"Kamu gak lihat tadi pegawai kedai bakso laki-laki semua?"
"Hah?" Chaca heran, apa hubungan nya dengan pegawai bakso, pikirnya. Ia marah karena Syarif mamaksa nya keluar setelah itu tiba-tiba ngajak pulang.
"Maksud mas Yusuf apa? Chaca lemot gak ngerti"
"Ya kan anu," Yusuf kehabisan kata-kata, gengsi dan malu rasanya jika ia mengatakan bahwa dia cemburu. Padahal Chaca tak melakukan apapun, yang sebenarnya Yusuf tak mau istri cantik nya itu di lihat banyak orang, hanya karena pujian penjual bakso. Fix ya, jangan ada yang muji Chaca Cantik.
"Ya sudah, Oprasi aja" Ucap Chaca setelah Yusuf mengatakan semua nya dengan Jujur, walau dengan menahan malu.
"Oprasi apa?"
"Wajah, di ubah biar jelek!"
"Sayang, udah ya jangan marah," Yusuf memeluk istrinya, sungguh sekarang Yusuf berubah tiga ratus enam puluh derajat. Dia sebucin ini, tidak bisa marah, tidak bisa sungguh!
Tok
Tok
Tok
"Suf, cepat keluar banyak santriwati kesurupan!" Ucap Umi dengan nada panik, setelah itu terdengar langkah kaki menjauh. Yusuf pun kaget dan langsung mengurai pelukan nya.
"Mas ikut, aku takut sendirian"
"ayo cepat, pakai Jilbab nya. benerin juga pakaian mu, Cha"
BERSAMBUNG...
__ADS_1