Positif

Positif
Bab 58


__ADS_3

Bab 58


POV YUSUF


Sebenarnya sore ini aku pulang ke rumah Chaca, tapi keadaan di sini benar-benar tidak bisa. Besok sudah malam takbir, dan sekarang adalah tarawih terakhir. Persiapan hari raya juga banyak sekali, sedangkan Abah ingin aku ikut membantu nya.


"Setelah sungkeman, nanti kita langsung pergi ke rumah Ayah ya. Sekarang jangan cemberut," Aku mencoba merayu istri ku yang sejak tadi cemberut saja.


"Aku ingin pulang, mas"


"Ayo ikut, Mas. Biar gak bosan ikut Mbak Rifa saja, ya"


"Ya sudah, tapi aku mau di kamar saja. Aku lagi badmood, biar di sini saja"


Yasudah, terserah saja. Aku juga gak mau banyak bicara, takut nanti semakin salah.


Setelah berpamitan, tak lupa ku cium pipi kiri dan kanan nya. Aku segera bergegas pergi ke luar, ini sudah terlambat. Semoga saja Abah tidak marah.


Setelah sholat tarawih, aku masih berada di luar. Hingga tak terasa sudah jam dua belas. Sebenarnya aku ingin pulang setelah mengetahui nya, tapi niat itu ku urungkan. Aku masih duduk di halaman Masjid bersama Mas Adam dan Abah. Kami sedang memperbaiki bedug, agar bunyi nya semakin merdu saat di pakai untuk mengiringi suara takbir.

__ADS_1


Waktu sahur pun telah tiba, aku dan Abah baru saja masuk ke rumah. Terlihat Umi sudah bangun dan sudah memakai mukena, mungkin saja umi baru selesai melaksakan sholat malam.


Setelah menyapa umi, aku memutuskan untuk masuk ke kamar, melihat wajah istri ku yang sedang tertidur, pasti semakin cantik.


Di luar dugaan ku, ternyata istri ku ini masih terjaga. Mata nya terlihat memerah, dan tatapan nya terlihat marah.


"Mas kemana saja?"


"Kamu kok gak tidur, cha?" Bukan menjawab pertanyaan nya, aku malah balik melempar pertanyaan.


"Aku nungguin mas, dan aku gak bisa tidur"


"Maafin, mas ya. Sekarang tidur, mata kamu merah, sayang"


Aku langsung merangkul nya, dan chaca juga langsung melingkarkan tangan nya di tas perut ku. Memang sekarang dia sangat manja kepadaku, mau nya di kelonin terus.


Tak sampai lima menit, nafas Chaca sudah teratur dan aku yakin dia sudah tertidur. Aku pun membiarkan posisi ini hingga beberapa menit, sampai aku ikut mengantuk. Tetapi sebelum mata ini benar-benar terpejam, aku memutuskan untuk makan sahur setelah itu mengaji sambil menunggu waktu Subuh.


Karena Chaca baru saja tertidur, aku pun membiarkan nya. Lagi pula Chaca masih dalam keadaan menstruasi, ini adalah hari ke dua belas. Setelah meminum ramuan herbal, Chaca selalu menstruasi selama lima belas hari.

__ADS_1


"Chaca baru saja tidur, Umi. Katanya sejak tadi gak bisa tidur, jadi biar saja. Lagi pula keadaan nya masih belum bisa puasa," Aku menceritakan ini kepada Abah dan Umi, agar mereka tidak berpikir yang aneh-aneh tentang istri ku.


"Jangan lupa bayar Fidya, Suf"


"Enggeh, Bah"


Setelah sholat subuh di masjid, aku tak ke sawah walaupun ingin sekali ke sana lagi. Aku takut ketiduran seperti kemarin, lebih baik aku pulang dan tidur di sebelah Chaca saja.


Lagi-lagi aku salah, ku kira dia masih tertidur. Tapi Chaca sudah bangun, aku heran sekali.


"Kok bangun?"


"Masih ngantuk, mas. Tapi mau nya tidur peluk mas"


Mungkin saja sekarang Chaca lagi sangat manja kepada ku, memang benar kata dokter, hormon Chaca akan cepat berubah. Kemarin malam dia marah, cemberut berjam-jam karena tak jadi pulang. Sekarang manja nya minta ampun, ya sudah gak apa-apa.


SEGINI DULU YA GAES, UPDATE NYA DIKIT DAN KEMALAMAN.


INI TULISAN TADI SIANG, NIAT HATI MAU LANJUTIN TAPI MALAH CAPEK HABIS KEGIATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW...

__ADS_1


SEMOGA KITA SEMUA MENDAPATKAN BERKAH NYA, DAN KELAK MENDAPATKAN SYAFAAT DARI BAGINDA NABI KITA MUHAMMAD SAW, AAMIIN....


__ADS_2