Positif

Positif
Bab 61


__ADS_3

Setelah sholat isya’ berjamaah di masjid seperti biasanya. Kami


makan malam bersama, kebetulan sekali keluarga dari Bunda juga datang. Ini kali


kedua nya aku beremu dengan mereka.


Ku lihat seskali ke arah Chaca, dia terlihat Bahagia sekali.


Bercanda dan bercengkrama bersama para sepupunya, tapi aku tidak suka dia


berdekatan dengan sepupu laki-laki nya. Tetp mereka bukan muhrim.


Saat ini aku tidak bisa langsung melarang nya, tentu dia pasti


akan marah. Salahku juga, aku tidak menjelaskan siapa saja mahrom nya. Baiklah,


nanti akan ku jelaskan pelan-pelan, mengajri Chaca harus pelan-pelan biar dia


tidak beranggapan lain.


Sekitar jam sepuluh malam, rumah baru sepi. Aku pun naik ke


lantai dua untuk masuk ke kamar. Sedangkan Chaca masih di bawah membantu Bunda.


Tak ada yang aku kerjakan di sini, handphone juga tak ada yang


bisa menarik perhatian ku. aku hanya diam saja, menatap langit-langit kamar.


Bosan sekali rasanya, tak biasanya aku bosan seperti ini.


“Astaghfirullah, ternyata di sini”


Aku pun mengalihkan pandanganku ke arah pintu, istri cantik


ku ini baru saja masuk ke kamar.


“Sudah sikat gigi mas?”


“Belum, mas masih mager Cha. Kamu ganti baju saja dulu, mas


kok seperti nya rishi lhat kamu pakai baju itu, kayak berat sekali”


“Gak berat mas, ini bahan nya ringan”


Sebenarnya aku masih ingin berbica membahas baju yang dia gunakan,


tapi seperti nya itu percuma, bisa-bisa berujung perengkaran.

__ADS_1


“Mas gak suka lihat aku pakai baju ini?”


“Suka Cha, Cantik sekali. Cuma mas takut kamu keberatan,


karena payet nya banyak”


Dia tidak bicara lagi, malh langsung meninggalakan ku. mungkin


dia akan pergi ke kamar mandi.


Suasana menjadi sepi lagi, ini pertama kali nya aku merasa


seperti ini. Bertahun-tahun hidup di kairo tak pernah kesepian, walaupun hidup jauh


dari keluarga.


“Mas, cepat gosok gigi. Setelah itu kita tidur, aku capek banget”


“hemm, iya. Mas juga sangat capek sekali, Cha”


“Mas mau mandi? Tak siapin air hangat mau?”


Aku berajak dari posisiku yang sejak tadi rebahan menatap


langit-langit kamar, “gak usah, cha. Mas cuci muka sama gosok gigi saja”


“Mas kenapa? Kok seperti nya badmood gitu?” dia


tau dialah penyebab ku seperti ini.


“Gak apa-apa, mugkin mas kecapek an saja”


“Baiklah, kalawu begitu besok jangn pulang ke pesantren


dulu, kita di sini saja”


Aku hanya menghela nafasku kasar, yasudah terserah saja. Aku


tak mau menjawab nya, yang penting kau Bahagia Cha.


Setelah dari kamar mandi, aku mengajak Chaca bercanda. Aku berceramah


dengan pilihan kata-kata yang kocak, sehingga dia lebih santai dan bisa


menerima apa yang aku sampaikan.


“Ngerti gak, Cha?”

__ADS_1


“Iya, Mas. Jadi gak boleh dekat-dekat nihh?”


Aku menggangguk sambal terus mendekatkan eajahku ke wajah


nya, karena semakin dekat, Chaca memejamkan matanya. Mungkin dia berpikir aku


akan mencium nya, tapi itu salah. Aku dengan jahil nya langsung menggelitiki


perut nya, “Hahahah.. Mas Yusuf!!!”


Aku terus menggelitiki nya, tak lupa aku juga berusaha


mencium ketiak nya, dengan seperti itu Chaca semakin menjadi-jadi yang tertawa.


“Udah.. ampun mas!”


Aku pun melepaskan nya, wajah nya memerah. Cantik sekali,


apalagi rambut hitam nya itu berantakan.


“Mas kebiasaan, perutku sakit tau kebanyakan tertawa”


“Ya sudah, Maaf. Sini,” aku menepuk lengan ku, agar dia tidur


di lengan ku. Chaca pun mengikuti nya, bahkan dia langsung memelukku.


“Mas, aku suka gini, aku gak suka jauh sama mas”


“Iya, Mas juga Cha. Mas suka dekat-dekat sama kamu gini”


Kami gak ngapa-ngpain, jangan pikir aneh-aneh ya. Kami sama-sama


capek, Chaca cepat sekali tidur. Tapi tidak dengan ku. Mata ini sudah sangat


pans, pedih juga. Tapi enggan cepat tidur. Aku merasa tak nyaman, walaupun


awalnya ku pikir karena Chaca tidur di lengan ku, bahkan setelah ku letakkan kepala


itu di atas bantal, tetap saja aku tidak bisa tidur.


Ini adalah pertama kalinya aku sangat rindu rumah, sebelum


nya aku tak pernah seperti ini. Entah mengapa aku tidak suka tinggal disini, apakah


karena aku tidak aktifitas apapun di rumah mertua ku ini. Tapi ini bukanlah


aku, seorang Yusuf itu bisa tidur, bisa tinggal di mana saja. Entah lahhh, aku

__ADS_1


sangta pusing sekali. Di sisi lain tak mau jauh dari Chac tapi aku juga ingin


pulang.


__ADS_2