
24.
Setelah pulang dari masjid, aku melihat kue yang aku beli kemarin ada di meja samping kursi goyang ku lengkap dengan kopi nya.
"Mas," Aku terkaget dengan panggilan nya yang tiba-tiba datang. "Mau langsung sarapan atau minum kopi dulu?"
"Minum kopi, kamu sarapan saja dulu. Aku agak siangan sarapan nya"
"Ya sudah, aku ke dapur dulu. Baju nya udah tak siapin di kasur"
Aku pun hanya mengangguk saja, sempat kaget saat tadi pagi dia baik-baik saja. Ku kira habis kejadian tadi malam dia akan diam dan marah kepadaku, tapi nyatanya tidak. Sejak bangun tidur dia bersikap sedikit lebih lembut, mungkin saja dia menyadari nya. Meskipun dia tidak meminta maaf sih.
"Mas kok gak siap-siap sih"
Baru saja aku memujinya sedikit lembut, kini suara yang dia keluar kan cukup menempak keras gendang telinga ku.
"Kalau ngomong jangan keras-keras, gak enak sama Abi!" Omel ku dengan nada rendah namun penuh penekanan.
"Heheh, maaf," Dia menutup mulutnya sambil tertawa kuda "lagian mas kok gak siap-siap, ini udah jam tujuh loh"
"Aku nanti siang baru ke kampus, kamu berangkat saja"
"Hemm, baiklah"
"Aku berangkat dulu ya, mas. Assalamualaikum," Dia mencium punggung tanganku untuk kesekian kali nya.
"Waalaikumsalam," Jawabku singkat-singkat saja.
Setelah kepergian nya, aku pun masih tetap duduk di kursi goyang ku. Di saat diam begini, pikiranku kembali tak karuan. Banyak sekali yang memenuhi pikiran ku, pernikahan dan apa kabar Nabila sekarang. Aku masih ingat sekali, terakhir kali aku mendengar kabar nya sedang sakit.
Yaa Allah, ampuni aku yang masih belum bisa menerima takdir dan kehendak-Mu. Bahkan aku melalaikan peran seorang suami, dan tak melakukan kewajiban sebagai suami.
Memang belum genap seminggu, namun waktu tak berhenti. Jelas waktu semakin mengikat ku dan memaksa ku untuk melakukan hal-hal yang masih belum aku ingin lakukan.
"Astaghfirullah, Yusuf!"
Aku kaget dengan suara Umi, terlebih lagi beliau sudah ada di depan ku, berdiri.
"Umi sejak tadi panggil kamu loh, kenapa gak dengerin!"
"Maaf, Umi. Yusuf gak kedengeran, maaf"
Alis Umi nyaris menyatu menatap ku, aku pun langsung beranjak, mencoba menghindar.
"Kamu lagi mikirin apa?"
Terlambat, umi sudah tau kalau aku sedang memikirkan banyak hal. Dan sejak aku menikah ini, berbohong adalah kebiasaan ku.
"Lagi mikirin deadline, Umi. Yusuf ada deadline untuk soal ujian"
"Jangan di pikirin gak akan selesai, langsung di kerjain saja. Kamu sarapan dulu, umi mau pergi"
"Engge, Umi"
"Jangan lupa nanti sore ajak Chaca Keliling, kenalin sama semua orang di sini"
Perintah seorang ibu harus di laksanakan, selama seorang ibu tidak menyuruh melakukan hal-hal yang di larang agama. Padahal aku belum siap, ya bagaimana lagi, aku harus melakukan nya. Ah, ini hanya mengenalkan saja, jangan di ambil pusing!
Setelah sarapan, aku pun segera bersiap untuk pergi ke kampus. Satu jam lagi aku mengisi kelas nya Chaca, sebenarnya aku sudah meminta untuk di ganti kan. Namun kurang nya tenaga membuat ku mau tak mau harus mengisi kelas nya.
"Assalamualaikum, Gus"
"Waalaikumsalam," Jawab ku tanpa menoleh karena sangat terburu-buru. Namun dua langkah kemudian aku menyadari sesuatu, suara itu milik...
"Nabila, khaifa khaluk?" Ucap ku langsung sambil berbalik badan
"Alhamdulillah, sehat gus. Apa Gus Yusuf tau kalau Nabila sakit?"
"Iya, aku tau saat Ning Rifa pergi menjengukmu"
"Kenapa tidak datang, Gus? Padahal Nabila juga ingin kenal Ning Chaca"
Bibir ku keluh, bingung sekali hendak menjawab apa.
__ADS_1
"Aku terburu-buru, assalamualaikum"
Aku langsung berjalan menjauhi nya langsung tanpa menunggu nya menjawab salam ku.
"Kau ini kemana saja! Aku tadi menunggu mu di depan rumah sangat lama sekali" Kesal ku kepada Faisal
"Maaf, Gus. Tadi lupa naruh kunci motor"
"Ayo cepat, aku takut terlambat"
"Kenapa gak bawa sendiri sih, Gus."
"Chaca bawa mobil, masa aku bawa juga. Nanti jatuh nya riya' dan di lihat orang juga kayak gimana gitu suami istri bawa mobil sendiri-sendiri"
Faisal diam, dia fokus mengemudikan motor nya cukup kencang.
"Terima kasih, kamu balik saja"
"Siap, Gus. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Ku lihat jam di pergelangan tangan ku, ternyata tinggal tiga puluh menit lagi kelas di mulai dan aku belum menyiapkan materi nya. Astaghfirullah, jadi berantakan semua.
"Maaf, Gus Yusuf. Ada sesuatu yang harus di tandatangani"
Apalagi ini, pegawai bagian administrasi tiba-tiba datang membawa beberapa Map dengan warna berbeda.
"Masuk," Aku pun mengajak nya masuk, ternyata beberapa dokumen meminta persetujuan ku.
"Yang merah harus segera di kirim, pak. Untuk yang lain bisa lusa atau maximal seminggu lagi di kirim ke pusat"
Mendengar itu, aku langsung mempelajari isi Map merah. Cukup lama, akhirnya aku menandatangi nya, dan akibat nya waktu untuk menyiapkan materi tinggal sepuluh menit.
"Yang lain nya tak bawa pulang, nanti habis isya Chat aku biar aku ingat dokumen ini"
"Siap, Gus. Saya permisi, Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Karena waktu nya sudah sangat mepet, aku langsung pergi ke kelas Chaca. Agak deg-degan sih, agak gimana gitu.
Tarik nafas dalam-dalam, lalu hembuskan perlahan "assalamu'alaikum," Saat aku masuk aku melihat nya duduk di bagian paling depan.
"Waalaikumsalam," Bisa ku lihat jelas, muka Chaca syok. Mungkin dia kaget dengan keberadaan ku, atau mungkin dia tak menyangka aku mengajar nya.
Mahasiswa lain nya sedikit memandangku agak berbeda, mungkin mereka melihat nya lucu kali suami menjadi dosen istri nya.
"Keluarkan Buku nya, baca dan ambil garis besar halaman 18 sampai 20. Saya kasih waktu Sepuluh menit"
Semua langsung membaca buku nya, lain dengan gadis yang ada di depan ku ini. Dia malah menatapku, aku tak mengerti apa maksud dari tatapan nya. Tapi aku tak menghiraukan nya, ku beralih menatap Laptopku untuk membuat beberapa soal.
"Waktu nya habis," ucapku sambil berdiri "Sekarang duduk berdekatan sesuai dengan Kelompok masing-masing"
"Kelompok apa, pak?"
"katanya kemarin udah di bagi kelompok nya?"
Semua langsung berpindah duduk, begitu juga dengan Dia.
"Aku sudah siapkan beberapa kata, silahkan kalian jelaskan, bisa kasih contoh dalam kehidupan sehari-hari, dasar, terserah apa saja bisa kalian sebutkan yang berkaitan dengan beberapa kata ini" Aku menunjukan tulisan spidol yang baru saja aku tulis di whiteboard. "Kerjakan secara berkelompok setelah itu presentasi kan"
Semua nampak diam menatap whiteboard yang ada di depan, mereka membaca nya.
"Pak itu semua di kerjakan?"
"Tidak, ada empat kelompok, jadi nomor satu untuk kelompok satu dan seterusnya"
"Sebelum itu, kalian bisa mengajukan beberapa pertanyaan kepada saya yang berkaitan dengan halaman yang baru saja kalian baca"
Hening..
Cukup lama, sampai akhirnya ada yang mengacungkan tangan nya.
__ADS_1
"Iya, Silahkan" Saat aku melihatnya, ternyata Chaca.
"Tidak, pak. Saya mau izin ke kamar mandi"
"Oh, silahkan. Tak boleh lebih dari lima menit"
"Iya, pak"
Setelah dia keluar, aku menatap lagi murid-murid ku ini.
"Silahkan yang mau tanya"
Namun semua nya tidak ada yang bertanya, mereka saling melempar tatapan.
Drrrrtttt...
"Ya sudah, kalau tidak ada. Silahkan di kerjakan, saya kasih empat puluh lima menit"
Setelah mengatakan itu, aku duduk kembali di kursi milikku. Karena tadi sempat bergetar, aku pun membuka ponselku.
Chaca: Mas kok gak ngomong kalau ngajar di kelas ku.
Yusuf : Cepat kembali ke kelas, lebih dari lima menit gak tak izinkan masuk lagi!
Setelah ku kirimkan balasan, tak lama dia kembali ke kelas. Cukup tertib dan anteng juga dia di dalam kelas, sesekali ku lihat dia juga aktif memberikan pendapat. Lama-lama aku tertarik, ingin tau seperti apa dirinya dalam hal kepintaran dan kecerdasan.
"Baiklah, waktu habis. Kelompok Chaca silahkan presentasi kan jawaban soal nomor satu"
Tak ku sangka dia yang berdiri sambil membawa kertas, berani juga dia.
"Assalamu'alaikum, saya dari kelompok satu akan menjelaskan tentang Sholat"
"Sudah kita ketahui, bahwa sholat merupakan rukun islam Dua. Sholat adalah sebuah perintah yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW setelah peristiwa isro mi'raj..... "
Sedikit keget, ternyata dia pandai sekali dalam menjelaskan sesuatu. Terlihat tenang, Kata-kata lancar tidak berpaku selalu melihat catatan, ya walaupun apa yang dia jelaskan sampai saat ini masih Biasa-biasa saja. Namun ...
"Saya akan beri salah satu contoh yang biasa terjadi di kehidupan sehari-hari. Mukena adalah pakaian yang biasa orang Indonesia dan negara sekitar pakai untuk sholat. Di negera kita tercinta ini, beberapa orang menganggap mukena di anggap syarat sah-nya Sholat. Ada yang berpendapat bahwa memakai mukena atas dan bawah tidak sah, sedangkan pakai mukena terusan itu sholat nya Sah. Itu menurut saya dan teman-teman saya keliru"
Aku masih diam, menyimak penjelasan yang akan di berikan.
"Tidak penting apa yang kita gunakan yang terpenting seluruh tubuh kita tertutup sempurna kecuali muka dan telapak tangan. Di jaman modern ini, semua sudah bisa kita dapatkan dengan mudah. Kita bisa sholat memakai gamis, tinggal kita tambahkan handsock seperti yang saya gunakan sekarang"
Hah? Seperti nya tadi pagi dia tidak memakai nya.
"Kita sudah memakai gamis panjang, jilbab menutupi dada, dan kaos kaki. Kita bisa memakai ini untuk sholat asal kan semua nya bersih dan suci."
Cukup pintar juga, mungkinkah ada salah satu anggota kelompok nya yang pintar, mungkin saja dia hanya mempresentasikan saja. Dia terus menjelaskan banyak hal, aku mengakui nya bahwa semua yang dia persembahkan ini sangat bagus sekali.
"Sekian, Terima kasih, wassalam"
Semua bertepuk tangan, begitu tangan ku juga. Ah, reflek sekali semua berada di luar kendali ku.
"Dari pemikiran siapa contoh mukena tadi?" Tanya ku kepada Chaca, kalau begini tidak akan ada yang berbohong.
"Kenapa ya, pak? Apa salah?" Tanya nya balik
"Jawab dulu"
"Itu pemikiran saya, pak. Kenapa?"
Sedikit terkejut, dari sekian banyak contoh sholat dia memilih menjelaskan tentang Mukena.
"Baiklah, silahkan duduk"
"Apa yang saya sampaikan tadi salah, pak?"
"Tidak, silakan duduk"
Dia masih menatapku walaupun kaki nya mulai berjalan menuju ke bangku nya. Aku harus memberinya nilai baik, pemikiran nya cukup luas. Ku kira dia tidak bisa apapun, karena sebelumnya dia mengambil jurusan manajemen dan sekarang dia beralih ke pendidikan agama Islam, nyatanya dia tak seburuk yang ku kira.
...****************...
kemarin mau update tiba-tiba sakit, akhirnya tak tambahin biar berasa double. ini udah 2000 kata, heheh... semoga bisa menghibur.
__ADS_1
jangan lupa like, komen dan vote ya 💗💗