PRATAMA

PRATAMA
Episode 9


__ADS_3

Jam menunjukan setengah empat sore, Emir yang selesai shalat ashar memasak ayam goreng bumbu kentucky bersama Arhan. dengan helm dan jas hujan yang ia kenakan, Emir memasak ayam dengan penuh kehati hatian.


"Awww.... nih angkat Han, tanganku!!" batin Emir.


Arhan mengangkat ayam goreng itu, lalu meniriskannya diatas saringan. kemudian disimpan disamping kompor.


"Sudah selesai, ayo kita makan.." seru Arhan.


Emir menjawab, "Siapkan saja dulu, saya mau mengoleskan handbody pada tanganku. udah pake sarung tangan aja masih kecipratan minyak."


"Beuh, yaudah... ente obati dulu aja tanganmu sana.." kata Arhan.


"Oke.." jawab Emir


Arhan menyiapkan makanan diatas meja, lalu Emir berjalan ke kamar kiya untuk mencari body lotion.


"Kiya, bisa buka pintunya sebentar??" perintah Emir.


Kiya membuka pintu, lalu ia terkejut dan tak kuasa menahan gelak tawanya saat melihat Emir dengan pakaian tak lazim.


"Emir, kamu ngapain pake jas hujan segala??" tanya Kiya.


Emir menjawab, "Ini tangan Emir kena cipratan minyak, minta body lotion dong.. buat obati ini."


"Yaudah sini, kamu ada ada aja sih.. pake acara kecipratan minyak segala.." gumam Kiya yang masih tak kuasa menahan tawanya karena ulah Emir


Kiya mengoleskan body lotion pada tangan Emir yang terkena cipratan minyak, Emir mengerang kesakitan saat tangannya diolesi oleh Kiya.


"Aww... pelan pelan dong!!" gumam Emir.


Kiya menjawab, "Iya.."


Setelah selesai mengobati luka di tangannya, Emir berjalan ke ruang makan bersama Kiya untuk makan sore.


"Terimakasih, ayo kita makan.." seru Emir.


"Sama sama, ayo.." jawab Kiya.


Di tempat lain, Yashmine yang sudah mengenakan pakaian gamis berwarna coklat dan kerudung berwarna biru. berdiam diri sambil memandangi ponsel miliknya yang sepi notifikasi.


"Emirsyah Pratama, Arhan Natama... ya dua orang pahlawan kecil saat itu. memberikan aku pelajaran, bahwa kemenangan itu bukan soal mengangkat piala dan dipuji orang. akan tetapi, bagaimana kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain dan kita harus menjalankan berbagai hal sampai selesai." tulis Yashmine di buku diary miliknya.

__ADS_1


Setelah puas dengan kegiatannya, Yashmine harus kembali sibuk karena tamu semakin sore semakin banyak yang datang.


Di ruang makan, Emir, Arhan, Kiya dan Syilla menyantap ayam kentucky itu.


"Kiya, nanti malam akan ada seseorang yang akan bertemu sama kamu. bukan perjodohan kok, lagian dia juga perempuan. ada hal penting yang akan dibicarakan." kata Emir.


Kiya menjawab, "Yaudah.."


Dreeeerttttt!!!!


"Emir?? halo?? Assalamualaikum.. ada apa Mir??" tanya Yashmine.


"Waalaikumusallam, nanti malam kamu ke rumah saya ya.. ada hal penting yang ingin dibicarakan." kata Emir.


"Baik siap Emir.." jawab Yashmine.


Yashmine bersiap siap di kamarnya, dengan bedak tipis ia lantas pergi menuju rumah Emir yang letaknya lumayan jauh.


"Tik...tik...tik.."


"Yah hujan, aku harus menelepon Emir.. mungkin situasinya sangat tidak memungkinkan untuk pergi ke rumahnya sekarang." gumam Yashmine yang menelepon Emir


Dreeetrrrttt!!!


Yashmine bernafas lega, "Alhamdulillah atuh kalau begitu mah, ini aku udah siap siap.. tapi hujannya deras sekali."


"Yaudah, kamu boleh beristirahat.. Wassalamualaikum.." ucap Emir.


"Waalaikumusallam, baik Emir." kata Yashmine.


Emir pergi ke dapur lalu memasak mie instant bersama Syilla, Kiya, dan Arhan. Emir dan Arhan memasak di kompor selatan sedangkan Kiya dan Syilla di kompor utara.


"Mie apa nih?? kuah atau goreng??" tanya Emir.


Arhan membuka mie kuah lalu memasukan mie itu ke dalam panci berisi air mendidih. "Mie kuah aja, biar agak gimana gitu.."


"Oke.." jawab Emir.


Setelah mie itu matang, Emir menyantap mie instant itu bersama Arhan. kemudian mereka menonton kartun kesayangan mereka tom and jerry di komputer milik Emir.


Di rumah Arunika, Lulu terkejut karena adanya suara gemuruh. namun dengan kocaknya Arunika malah memasukan keripik singkong balado ke mulut Lulu.

__ADS_1


"Hujannya deras sekali, aku khawatir rumah ini bocor. karena ada beberapa bagian atap yang berlubang, dan belum sempat diperbaiki." gumam Arunika.


Lulu melihat keluar, lalu ia mengamati tiga orang lelaki misterius masuk ke dalam sebuah gedung perkantoran di tengah gelapnya malam.


"Mereka siapa ya??" tanya Lulu yang penasaran.


Tiga orang lelaki itu menyelinap masuk ke areal penyimpanan dokumen dimana ada dua orang anak gadis yang sedang menjadi korban permainan bisnis sahabat orangtua mereka.


"Kembalikan ponselku!! kumohon kembalikan!!" teriak seorang gadis bersama sepupunya.


Pria berkepala plontos itu mengancam gadis itu dengan pisau, "Diam ya!! saya bilang diam ya diam!!" teriak pria itu.


"Kau yang harus diam bodoh!!!" teriak salah satu lelaki yang rupanya karyawan yang dipecat oleh pria itu.


lelaki itu memegang salah satu lemari berisi dokumen penting, "Ini kan sumber uangmu??" tanya lelaki itu.


pria itu menyandera dua gadis itu, "Mau apa kalian hah?? jauhi lemari berkas itu!!"


"Tidak semudah itu ferguso.." gumam salah satu lelaki yang ternyata berkhianat itu. tak lama, ia menembaki saluran listrik hingga menimbulkan percikan api yang semakin lama semakin membesar.


"Aaa!! kebakaran!!" teriak pria yang melepaskan dua gadis itu.


beberapa anak buah pria itu berusaha memadamkan api, namun mereka malah diberi bogem mentah oleh tiga lelaki itu.


"Sialannn!!!" teriak pria plontos itu.


Emir merasakan ada hal yang tidak beres, lalu ia memejamkan matanya kemudian seekor burung Rajawali yang kebetulan melintas diatas gedung itu menghantam jendela ruangan yang terbakar tersebut.


"Brugggg!!!"


burung rajawali itu mengepakan sayapnya sebagai kode pada dua gadis itu untuk menjauhi areal kebakaran.


"Ayo keluar!!" seru salah satu gadis.


kedua gadis itu berhasil keluar, namun tidak bagi pria plontos itu. dia menjadi korban kebakaran gedung karena ulahnya sendiri.


"Ayo kita pergi dari sini.." seru salah satu gadis.


"Iya ayo.." jawab sepupu gadis itu.


********

__ADS_1


Yuk Like, Vote and komen cerita saya..


__ADS_2