
Di tengah suara Takbiran yang begitu menggema, Emir dan Radit tiba di kedai bakso dan mie ayam milik bu Rini.
"Bu, bakso dua ya!!" ucap Emir yang menghampiri keluarganya begitu juga dengan Radit yang menghampiri keluarganya.
Bu Rini menjawab, "Baik, silakan ditunggu!!"
Emir duduk bersama Anandita, Anindita, Syilla dan mama Nadhira. "Assalamualaikum, si Kiya tidak ikut??" tanya Emir.
"Waalaikumsallam, katanya dia pulang dulu.. mau lebaran di rumah keluarganya di desa Sukajadi bersama Yashmine. tapi sisanya dia akan tetap tinggal bersama kita sampai dia menikah." jawab mama Nadhira.
Emir mengangguk, "Yowes, tapi dia sudah bawa baju baru yang Emir buat??" tanya lagi Emir.
Mama Nadhira menjawab, "Iya, dia sudah bawa semuanya.."
Emir duduk disamping Anan, lalu memainkan ponsel miliknya.
"Kamu mau main kemana nanti habis lebaran?? biar kakak atur jadwalnya." tanya Emir.
Syilla menatap Emir, "Kok tanya ke Anan?? kenapa tidak tanya ke aku??" sambung Syilla.
Emir tersenyum, "Yaudah, menurut kalian tempat yang rekomendasi banget untuk dikunjungi apa kira kira??"
Anan menjawab, "Kalau kata aku sih ke pantai saja.. atau ke perkebunan teh kayak puncak atau ciwidey gitu."
Emir mengangguk, "Oke, yang lain gimana??"
Syilla dan Anin menjawab, "Iya kita setuju.."
Mama Nadhira menyambung, "Mama sih ikut anak anak saja.. nanti Emir yang akan menyiapkan transportasinya."
Bu Rini datang membawa bakso itu, "Ini baksonya.."
"Baik, terimakasih.." jawab Emir.
*******
Jam setengah sepuluh malam
__ADS_1
Dreetttt!!!!
Arhan yang sedang memukul bedug memberikan kayu pemukul ke teman di sampingnya.
"Nih gantian dulu!!" ucap Arhan yang menjauh dari areal masjid dekat rumahnya, lalu ia menerima telepon itu.
"Halo, Assalamualaikum Han.." ucap Emir.
Arhan menjawab, "Waalaikumusallam, ada apa Emir??" tanya balik Arhan.
Emir menjawab, "Kamu lagi dimana sekarang??" tanya Emir.
"Saya sedang di masjid, ada apa??" balas Arhan.
Emir meminum es teh manis miliknya, "Kamu ke rumah Aji sekarang.. pesankan satu unit bus ukuran medium atau besar... untuk jalan jalan di H+16 lebaran nanti."
Arhan mengangguk, "Baik.."
Emir menjawab, "Tanyakan saja dulu, jika ada pesan.. nanti biaya DP dan biaya lainnya bisa dibicarakan sambil ngopi." perintah Emir.
Arhan meminum air mineral dalam kemasan gelas miliknya, "Oke, saya ke rumah Aji sekarang.."
Di rumah Aji, semua anggota keluarga sedang berkumpul. termasuk beberapa kakak Aji yang sudah menikah dan sedang pulang kampung.
"Itukan Arhan!! Han!! sini!!" panggil Fathara, sepupu Aji.
Arhan menghampiri gadis itu, "Ada apa?? saya ada urusan penting sama Aji."
"Ohh cari Aji?? sebentar!! Ji.. ada si Arhan!!" panggil Fathara.
Aji keluar dari rumah bibinya, "Halo bro!! silakan duduk dulu bro!!"
"Assalamualaikum." ucap Arhan.
"Waalaikumusallam.. Fat, ambilkan cemilan untuk Arhan!!" perintah Aji.
Fathara menjawab, "Baik.."
__ADS_1
"Ini lagi pada ngumpul disini??" tanya Arhan.
Aji menjawab, "Iya, di rumah saya tidak kebagian tempat tidur. semuanya pada tidur di karpet ruang tengah."
Arhan tersenyum, "Zaman dulu banget sih!! kadang saya masih ingat saat takbiran di masjid sama Emir. memang saat itu teman banyak, tapi tidak dengan circlenya."
"Tapi sekarang sudah berubah kan??" tanya Aji.
Arhan menjawab, "Benar,.."
"Ini kopi dan cemilannya!!" ucap Fathara.
Arhan mengangguk, "Baik, terimakasih.."
"Silakan diminum dulu!!" ucap Aji.
Arhan menjawab, "Iya, oh begini.. maksud saya datang kesini ada pesan khusus dari Emir. kata dia masih ada unit yang tersisa tidak?? dia mau pesan katanya."
Aji tersenyum bangga, "Alhamdulillah.. masih ada lima unit yang masih kosong. untuk tanggal berapa??"
"H+16 lebaran.." jawab Arhan.
Aji membaca kalender operasional bus pariwisata milik ayahnya, "Oh tanggal 9 ya?? masih bisa.. mau kemana nih??".
Arhan menjawab, " Untuk itu saya belum tahu, tapi yang pasti bus untuk tanggal 9 sudah aman dulu."
"Oh oke... nama asli si Emir itu Emirsyah Pratama ya??" tanya Aji.
"Betul, kalau begitu saya lanjut takbiran ya!! ini kan kopinya di gelas sisa air mineral.. saya bawa ke masjid ya?? sekalian sama cemilannya untuk anak anak disana." ucap Arhan.
Aji bangkit dari duduknya, "Eh sebentar, saya simpan buku penyewaan dulu."
"Oke.." jawab Arhan.
Aji kembali keluar, "Ayo, saya juga mau ikut takbiran!!"
"Baik ayo.." jawab Arhan.
__ADS_1
*****
Yuk Like, Vote, Komen... jangan lupa juga mampir di Novel Losmen 47... ditunggu!!🙏🙏🙏