
Jam setengah delapan malam
Rifan datang ke rumah bu Niar untuk mengantarkan surat undangan pernikahan sepupunya, yang bernama Ashiva.
"Assalamualaikum.." ucap Rifan.
Emir membuka pintu, lalu ia menemui kakak seniornya yang merupakan seorang tukang paket sekaligus driver online.
"Waalaikumsallam, halo Fan.. Selamat lebaran!!" ucap Emir.
"Sama sama.." jawab Rifan.
Emir memperintahkan sahabatnya itu untuk masuk ke dalam rumah. "Silakan masuk dulu, pasti situ pengen astor kan?? sama biskuit.."
"Oke, terimakasih.." Jawab Rifan.
Rifan duduk di sebuah kursi ruang tamu, lalu Emir memberikan segelas air mineral dalam cup dan beberapa kue.
"Ini biskuitnya asli kan?? bukan yang isinya rengginang??" tanya Rifan.
Emir menjawab, "Tentu saja, kan ini sama sekali belum dibuka."
"Oalah, yaudah terimakasih.. sambil saya menikmati kue kue ini. maksud kedatangan saya kesini, ingin menginfokan bahwa sepupu saya Ashiva akan menikah. ini surat undangannya, dan nama anda juga tertera di orang orang khusus di dalamnya." kata Rifan.
Emir menjawab, "Oke, kapan dilamarnya kak Ashiva??"
__ADS_1
"Saat dua hari sebelum puasa, tadi selamatan undangannya saat sore hari." jawab Rifan.
Emir mengangguk, "Oke.. kapan acaranya ini??"
"Minggu Lusa, akadnya sih minggu besok ada acara hajatan kecil kecilan. kalau takutnya sibuk, datang aja di minggu besok di rumahnya." kata Rifan.
Emir menjawab, "Baik, kita lihat jadwalnya dulu.. terimakasih ya Fan.."
"Sama sama.. oh iya saya izin pulang ya!! enggak bisa lama lama karena sudah malam." jawab Rifan.
Emir mengangguk, "Oke.."
"Wassalamualaikum.." ucap Rifan.
"Waalaikumusallam.." jawab Emir.
"Siapa Mir??" tanya mama Nadhira.
Emir menjawab, "Rifan ma, dia antar undangan ke acara nikahan sepupunya."
"Ohh si Ashiva ya?? aduh bagus banget rezekinya.. dia itu tidak sempat dilamar tapi langsung menikah. itu yang kamu diundang adalah acara resepsi dan akad dengan KUA." kata mama Nadhira.
Emir mengernyitkan keningnya, "Download mantu??" tanya Emir.
"Bukan, itu acara resepsi kedua.. yang akadnya setau mama sudah dilakukan di rumah salah satu anggota papamu." jawab mama Nadhira.
__ADS_1
Emir mengangguk, "Ohh sudah akad, tapi nanti akad lagi dengan KUA karena sebelumnya statusnya siri??"
"Iya, tadinya orangtua Ashiva ingin menikahkan Ashiva dengan anak sahabatnya yang sedang sakit keras. namun, keputusan Ashiva mengejutkan sekaligus memalukan karena Ashiva memilih menikah dengan anggota Tim Penyelamat bawahan papa. yang sama sama mendapat wasiat untuk segera menikah." jelas mama Nadhira.
Emir berpikir sejenak, "Lalu bagaimana pernikahan tersebut dapat direstui??" tanya Emir.
"Setengah dari keluarganya setuju, sisanya tidak setuju bahkan tidak mau membantu karena merasa Ashiva lebih cocok dengan anak sahabat papanya." jawab Mama Nadhira.
Emir Tersenyum, "Yaudah, yang penting semoga aja Ashiva punya bekal yang cukup untuk menjalani bahteranya nanti."
"Iya.." jawab mama Nadhira.
Emir duduk disamping Anan, "Bagaimana kondisi Anan?? masih demam..
Mama Nadhira menjawab, "Badanmya masih demam, besok akan mama bawa ke dokter...""
"Yowes..." jawab Emir yang keluar kamar.
Anin mencium kening kakaknya itu, "Kak sembuh dong!! lebaran ini terasa sepi kalau kakak seperti ini.."
"Anin, doakan terus kakakmu ya!! agar cepat sembuh dan kalian bisa bermain bersama lagi ke bazar lebaran." perintah mama Nadhira.
"Iya ma.." jawab Anin.
*****
__ADS_1
Yuk Like, Vote dan Komen cerita ini...