
Hari ke 30 Ramadhan
Kali ini Author langsung ke hari 30 ya, supaya memudahkan untuk mencari konsep dan membuat lanjutan ceritanya.
karena sidang isbat sudah dilakukan di hari ke 28 dan Hilal tidak terlihat, maka hari puasa pun digenapkan menjadi 30 hari.
Emir yang melakukan tendangan salto berhasil memasukan bola ke gawang anak anak desa Purwajaya, saat melakukan selebrasi gol. suara takbiran mulai bergema di salah satu masjid dekat lapangan itu.
"Alhamdulillah, besok lebaran.." ucap Radit yang sedang tidak ikut bermain karena ada sedikit gangguan di kakinya.
Emir yang merasa sudah kelelahan, meminta pertandingan dihentikan dan pertandingan berakhir dengan skor 1-1.
"Emir, semuanya.. kami semua pamit pulang ya!! mau siap siap untuk besok!!" ucap Wahyu, anak desa Purwajaya.
Emir mengangguk, "Baik, kita juga pulang.. beli bunga dulu di tokonya Mentari."
Arhan menjawab, "Baik, ayo.."
Anak anak itu pergi meninggalkan lapangan, lalu kembali ke kota.
Emir dan Arhan mampir sebentar ke toko Mentari untuk membeli bunga yang akan dipajang di ruang tamu.
"Assalamualaikum, pak saya mau bunga mawar merah dua, sama tulip 2." ucap Emir.
Pak Daryono menjawab, "Siap mas Emir.."
Emir dan Arhan duduk sejenak di kursi panjang toko itu, lalu Mentari memanggil keduanya untuk membayar bunga itu.
__ADS_1
"Assalamualaikum Tar, ini uangnya.." ucap Emir.
"Waalaikumsallam, oke terimakasih ya!!" jawab Mentari.
Emir dan Arhan pun melanjutkan perjalanan pulang untuk berbuka puasa, sepanjang perjalanan suara takbir terus menggema di sore hari yang cerah berawan setelah diguyur hujan.
sesampainya di rumah, Emir dan Arhan turun dari motor. lalu mereka memajang bunga itu di ruang tamu, dan mereka pun pergi mandi.
Kiya dan Anan sedang menyiapkan makanan untuk berbuka puasa, lalu Yashmine datang didampingi oleh Ashinta dan Nawang.
"Assalamualaikum.." ucap Yashmine.
Kiya keluar rumah, "Waalaikumsallam.."
Yashmine meneteskan air matanya, lalu ia memeluk Kiya. "Kakakk!!!"
"Merekalah keluarga kandungmu Kiya.." ucap Emir.
Kiya menyadari hal itu, lalu ia mengusap kepala Yashmine. "Iya, yuk kita buka bersama disini." seru Kiya.
Emir mengangguk, "Iya betul, ayo.."
Ashinta, Kiya, Yashmine dan Nawang berbuka bersama Mama Nadhira, Syilla, Anan dan Anin. sedangkan Arhan dan Emir berbuka bersama di rumah Radit.
********
Jam setengah tujuh malam
__ADS_1
Kiya, Yashmine dan Syilla mengantarkan makanan ke masjid untuk syukuran malam takbiran. Emir dan kawan kawannya pun sudah lebih dulu disana, untuk beribadah shalat isya dan melakukan spotting.
"Sebentar lagi shalat isya, kita akhiri saja dulu spottingnya." seru Jojo.
Emir menjawab, "Baik.."
Arhan memberesi kamera miliknya, lalu Emir juga memberesi tripodnya. mereka pun mengambil air wudhu, lalu mereka melaksanakan shalat isya.
"Assalamualaikum.."
usai shalat isya, Emir dan anak anak lainnya mengikuti syukuran malam takbiran bersama jamaah masjid. setelah pembacaan doa, Emir menyantap ketupat yang disediakan.
"Yuk makan dulu.." seru Emir.
Tanpa basa basi, Arhan dan yang lainnya ikut menyantap ketupat itu.
"Habis ini kemana??" tanya Jojo.
Emir menjawab, "Saya sih mau jalan keluar sama mama, enggak jauh ke tempat bakso di komplek ini."
"Ohh yaudah, saya sih takbiran dulu disini.. nanti pulang jam 12an." jawab Jojo.
Emir mengangguk, "Yowes.."
******
Yuk Like, Vote dan Komen cerita ini!!!
__ADS_1