PRATAMA

PRATAMA
Episode 60 : Asuh Anan


__ADS_3

Jam Setengah lima pagi


Emir bangun dari tidurnya, ia pun bersiap siap untuk pergi shalat subuh berjamaah di mushola. "Dit, bangun!!! kita shalat dulu.." perintah Emir pada Radit.


Radit membuka matanya, "Whoamm... iya ayo.."


Radit mengenakan sarungnya, lalu ia pergi ke mushola bersama Emir. "Si Anan bagaimana kondisinya sekarang??" tanya Radit.


Emir menjawab, "Alhamdulillah, sudah mulai membaik. tapi sekarang ia masih harus istirahat karena demam ringan."


Radit mengangguk, "Baguslah kalau begitu.."


"Sudah mau mulai, ayo kita masuk!!" seru Emir.


Radit menjawab, "Iya.."


Jam menunjukan setengah tujuh pagi, Mentari datang ke rumah bu Yati untuk menjenguk Anan yang sedang sakit.


"Assalamualaikum.." ucap Mentari.


Emir dan Radit membuka matanya, "Waalaikumusallam.."


Emir membuka pintu, "Hai Mentari, silakan masuk!! Syilla coba tanyakan ada keperluan apa Mentari kesini." perintah Emir.


Syilla menjawab, "Baik kak.."


Syilla membawakan minum untuk Mentari, "Ini kak, diminum dulu.. sama ini kue kuenya.. kak Mentari ada keperluan apa kesini??"


Mentari menjawab, "Ini kak Tari mau jenguk Anan, katanya dia lagi sakit??" tanya Mentari.


Syilla menjawab, "Iya, sekarang sih tinggal demam biasa.. kalau kemarin ia sempat mengeluh pusing."


Mentari tersenyum, "Boleh ketemu sama Anan ga??"


Syilla menjawab, "Boleh, silakan.."


Mentari masuk ke dalam kamar, lalu menemui Anan yang sedang tertidur pulas. "Assalamualaikum, Anan... ini kak Mentari.. kamu bagaimana kondisinya??" tanya Mentari.


Anan membuka matanya, "Waalaikumsallam, eh kak Tari... Alhamdulillah sekarang sudah baikan."

__ADS_1


Mentari mengelus kening Anan, "Sabar ya Nan, ini semua hanyalah musibah. kamu jangan salahkan siapapun termasuk Emir." pesan Mentari.


Anan menatap Mentari, "Kak.. aku takut!! aku enggak mau kak Emir berantem mulu." gumam Anan.


Mentari menjawab, "Udah, enggak usah dipikirkan soal hal itu."


Syilla membenarkan, "Iya, mau sampai kapan kamu begini terus?? kasihan Anin dia menangis terus lihat kondisi kamu." sambung Syilla.


Emir masuk ke dalam kamar, lalu ia meminta maaf kepada Anan karena ia terlalu over protektif kepada Anan.


"Ada apa ini??" tanya Emir.


Syilla menjawab, "Tuh kata Anan dia selalu ketakutan. karena kejadian waktu itu tuh pas kamu dan Arhan berantem dengan pak Doni dan koleganya."


Emir menundukan kepalanya, "Iya, Emir salah... maafkan Emir.."


"Ini bukan cuma maaf, tapi harus ada pendampingan psikologis untuk Anan." kata Syilla.


Emir mengangguk, "Iya, tolong nanti bantu Anan siap siap ya.. Emir mau ajak dia ke bazar."


Syilla meyakinkan Emir, "Yakin?? Aman ga??"


Arhan masuk ke dalam kamar Anan, "Assalamualaikum Mir.."


"Waalaikumusallam, ganti baju dulu sana.. kita jalan jalan ke bazar." perintah Emir.


Arhan menjawab, "Oke.."


Emir, Arhan dan Radit keluar dari kamar Anan. lalu mereka nongkrong diatas tebing yang mengarah ke Rel kereta api dimana sebentar lagi sebuah kereta akan melintas.


"Treenggggg!!!!"


"Bentar pak, ada kereta dulu mau lewat.." ucap Radit yang berada di pinggir jalan.


Bapak itu menjawab, "Ini kan mas Radit, mas Emirnya ada dimana??"


Radit menunjuk keatas tebing, "Itu dia.."


"Hai mas.." sapa bapak itu.

__ADS_1


Emir mengangkat satu tangannya pada bapak itu dan juga pada masinis kereta api.


"Kereta Api Pangrango.." Kata Emir.


Setelah kereta api itu melintas, Emir kembali menemui Arhan dan Radit yang berada di tiga tempat berbeda.


"Bagaimana hasilnya??" tanya Emir.


Radit dan Arhan menjawab, "Lumayan... sekarang kita kembali ke rumah.." seru Radit.


Emir menjawab, "Ayo.."


********


Setibanya Emir di rumah, ia menemui Anan yang sudah berdandan dan ditemani oleh mama Nadhira.


"Ayo kita ke depan.." seru Emir.


Mama Nadhira meyakinkan Emir, "Kamu beneran mau ajak Anan main?? dia kuat enggak?? bukannya dia lagi sakit ya??" tanya mama.


Emir menjawab, "Insha Allah kuat kok ma, kan dia demam itu karena banyak pikiran. mungkin dengan dia diajak main demamnya akan turun."


Mama Nadhira memberikan pesan kepada Emir, "Mir, jaga Anan ya!! kalau dia merasakan kelelahan mending berhenti dulu.." pesan mama.


Emir menjawab, "Iya ma.."


Emir dan Anan pergi ke bazar untuk sekedar berjalan jalan dan juga membeli beberapa makanan yang ada disana.


"Hai Emir, mau kemana??" tanya Sashi, tetangga bu Yati.


Emir menoleh, "Hai, biasa mau asuh Anan."


Sashi mengangguk, "Yowes, hati hati ya!!!" ucap Sashi.


"Oke.." jawab Emir.


******


Maaf Baru Up lagi...

__ADS_1


__ADS_2