PRATAMA

PRATAMA
Episode 25


__ADS_3

Flashback Jojo


H-1 Lebaran


Suara takbir menggema dimana mana, Jojo berjalan seorang diri di tengah areal sawah yang sudah mulai gelap karena memasuki waktu maghrib.


"Uang aku punya, baju baru punya, keluarga yang lengkap aku juga punya. tapi nasibku yang tidak sepadan dengan keadaanku yang membuat diriku harus berjalan sendirian di daerah ini." batin Jojo.


Yashmine yang melihat Jojo sedang berjalan seorang diri, menghampiri Jojo lalu menanyakan sedang apa Jojo disana.


"Kamu lagi ngapain disini?? mana sendiri lagi??" tanya Yashmine.


Jojo menoleh, "Aku sedang mengobati diriku sendiri, rasanya tidak ada orang yang peduli denganku."


"Ada apa memangnya??" tanya Yashmine.


Jojo memulai ceritanya, "Begini, sebenarnya aku itu anak dari keluarga berada. akan tetapi, di pertengahan bulan ramadhan kemarin ada sahabat papa datang lalu ia menjodohkan anak laki lakinya dengan kakak perempuanku. masalahnya, si laki laki itu sikapnya dingin dan satu kekhawatiran nanti kakakku akan rusak akhlaknya karena dijodohkan laki laki yang minim akhlak baiknya. dan aku juga seperti terlupakan karena semua orang termasuk kakak perempuanku selalu mengikuti apa perintah si sahabat papaku. jadi aku memilih pergi dari rumah, kalau mereka masih sayang pasti akan mencari aku." jawab Jojo.


Yashmine terkejut, "Astagfirullah, kamu jangan begitu dong!! kasihan nanti keluarga kamu bakal khawatir. apalagi di malam kemenangan seperti ini??" pesan Yashmine.


Jojo membalas, "Tidak apa apa, mereka sendiri selalu dikendalikan oleh orang lain."


Yashmine memutar otaknya, "Eh, kamu itu harus bersyukur masih punya keluarga yang lengkap. sedangkan aku?? aku hanya seorang gadis anak panti asuhan karena aku selalu hidup di pinggir jalan. sekarang saja aku sedih karena tidak bisa merayakan hari raya bersama keluarga, sedangkan semuanya merayakan hari raya bersama keluarga besarnya."


Jojo mulai sadar, pasti keluarganya khawatir dengan dirinya. "Yaudah, aku mau pulang. tapi ada syaratnya, kamu harus ikut tinggal bersamaku."


"Tapi aku bukan keluargamu.." balas Yashmine.


Jojo tersenyum, "Memang, tapi itu cara agar kamu tidak melewatkan hari raya ini sendirian. nanti akan aku ajak buat jualan di dekat makam di dekat rumah nenekku, kamu aku kasih tempat khusus."


Yashmine mengangguk, "Yaudah kalau begitu.."

__ADS_1


Di rumah, Syawalina kakak Jojo menangis karena menginginkan adiknya itu pulang ke rumah. apalagi saat itu adalah malam hari raya idul fitri, dimana semua orang sedang berkumpul bersama keluarga.


"Lebih baik bapak, ibu, dan om angkat kaki dari rumah ini. kedatangan kalian menganggu malam hari raya keluarga ini." kata Wahyu, sepupu Jojo.


Entah mengapa, mereka merasa kesal lalu akhirnya memilih pulang dan mengalah serta merencanakan menjodohkan anaknya dengan perempuan lain.


Satu jam berlalu, suara gema takbir masih terus berkumandang. Jojo tiba di depan rumahnya bersama Yashmine.


"Jojo!!!" teriak Syawalina yang langsung memeluk adik kesayangannya itu.


Jojo hanya tersenyum, lalu ia memberikan kode jempol pada Wahyu.


"Jo, kamu mau apa?? mama, papa dan kakak akan menuruti itu asal kamu tidak pergi lagi." tanya Syawalina.


Jojo menjawab, "Sederhana, dengan menjadikan gadis ini bagian dari keluarga kita. sampai dia menikah, nanti jika sudah ada keluarga kandungnya. Jojo punya dua opsi, pertama menikah dengan dia atau kedua yaitu memfasilitasi pernikaham yashmine jika memang bukan jodohnya Jojo."


Syawalina menatap Yashmine yang masih berusia sepuluh tahun dan bersikap lugu itu. "bagaimana?? kamu mau?? kamu boleh kok menjadi bagian dari keluarga ini."


Yashmine meneteskan air matanya, "Alhamdulillah terimakasih ya kak.." ucap Yashmine.


Yashmine menjawab, "Iya.."


Flashback off


Emir, Arhan, Rendi, Ricko dan Jojo tiba di lapak tukang ketoprak langganan mereka di jalan Nangka Abadi no 56. Ezra pun memesan makanan lebih dulu, "Bang, satu ya.. makan disini.." ucap Ezra.


"Kita juga ya pak, makan disini.


Emir dan kawan kawannya duduk di pinggir jalan sambil spotting bus yang akan berangkat untuk membawa rombongan ziarah dan agrowisata dari daerah mereka.


"Banyak juga busnya pada hari ini.." gumam Arhan.

__ADS_1


Emir menjawab, "Memang, kan saat ini adalah tanggal merah. pasti banyak orang yang akan pergi berwisata baik sama keluarga atau tetangga mereka."


"Kapan ya kita bisa naik bus seperti itu??" tanya Rendi.


Emir menjawab, "Nanti kita bisa naik, bikin aja dulu planningnya."


"Baik.." jawab Rendi.


Tukang ketoprak itu memberikan ketoprak pesanan Ezra dan anak anak lainnya. "Ini mas, monggo dinikmati.."


"Terimakasih pak.." jawab Emir yang menerima makanan pesanannya itu.


Emir dan anak anak lainnya menyantap ketoprak itu, lalu Kiya dan Anan melintas tepat di depan mereka.


"Ih ada si kakak... aku foto ah.." gumam Anan.


"Cekrekk!!!"


"Kak Syilla, kak Emir udah beli sarapan di pinggir jalan." kata Anin.


Syilla datang dari dapur, "Kata siapa??"


"Ini kata Anan, dia lihat Kak Emir lagi makan sama teman temannya." jawab Anin.


Mama Nadhira menghubungi Emir, "Mir, nanti kamu belikan juga ya buat Syilla dan Anin. Anan sama Kiya udah beli bubur mereka tadi."


"Baik.." jawab Emir yang membalas chat whatsapp itu.


"Bang di bungkus dua ya!!" ucap Ezra.


"Oke.." jawab Abang itu.

__ADS_1


*****


Maaf Up nya lama...


__ADS_2