PRATAMA

PRATAMA
Episode 40 : Pulang memancing


__ADS_3

Emir dan Arhan menepikan motor mereka ke warung sate milik Fajar dan Senja, kakak beradik yang merupakan saudara kembar yang sedang membantu ayah mereka berjualan sate di jalan Kenanga no 5 Kota Baru.


"Assalamualaikum.." ucap Emir dan Arhan.


Fajar menjawab, "Waalaikumusallam, weeehh Emirsyah Pratama.. apa kabarnya?? bagaimana puasanya??" sapa Fajar.


"Alhamduillah saya dan keluarga sehat, puasa juga lancar di hari kedua ini. by the way, saya pesan 35 tusuk sate ya dan ketupatnya tujuh." ucap Emir.


Fajar mengangguk, "Siap, silakan duduk dulu.."


"Baik sebentar, Han ente duluan aja... takutnya disini bau amis ikannya bawa pulang dan bersihkan dulu." perintah Emir.


Arhan menjawab, "Baik.."


Emir kembali bertanya, "Mau nitip makanan yang lain gak??"


"Enggak usah, takutnya kekenyangan apalagi nanti mau shalat tarawih." gumam Arhan.


Emir menjawab, "Yowes.."


Emir dan Anin duduk di depan rumah Fajar, tak lama Senja keluar membawa beberapa ketupat yang tersisa.


"Aaa... kak Emir, Anindita.. halo!!!" sapa Senja.


Anin menjawab, "Iya... kak Senja jualan sate?? ini baru buka apa dari tadi??" tanya Anin.

__ADS_1


"Dari tadi, sekarang aja sudah jam setengah enam sore.. ini mau keluarin sisa ketupat yang dibuat sama mama... kamu pesannya tujuh ya??" tanya Senja.


Anin menjawab, "Iya, jadi itu menghabiskan saja??" tanya Anin.


"Ya, sampai sebelum shalat tarawih saja.. nanti dilanjut lagi setelahnya sampai jam sepuluh malam kalau sudah habis." jawab Senja.


Emir dan Anin mengangguk, "Kalian seperti kita.. kerjasama cari uang.. sekalian bantu orangtua." kata Emir.


"Benar juga... ini satenya sudah selesai.." ucap Fajar.


"Ini uangnya.." ujar Emir yang memberikan uang lima puluh ribuan.


"Ada lima ribuan tidak??" tanya Fajar.


Emir menjawab, "Ini ada.."


"Sama sama.." jawab Emir yang kembali pulang bersama Anin.


Arhan tiba di depan rumah Emir, lalu ia turun dari motornya dan menemui Syilla yang sedang duduk di teras rumah.


"Kamu lagi tunggu apa??" tanya Arhan.


Syilla menjawab, "Lagi tungguin bedug Han... kamu bawa apa??" tanya balik Syilla.


"Nih ikan gurame, udah dibersihkan saat di danau.. tinggal diberi bumbu saja." kata Arhan.

__ADS_1


"Oh yaudah, sini biar aku bawa ke dalam.." jawab Syilla.


"Iya, lagian bedug bakalan lewat jalan kencana.. enggak lewat sini!!" balas Arhan.


Syilla membawa ikan itu ke dapur, lalu Arhan pergi ke kamar mandi. lima menit kemudian, Emir tiba bersama Anin yang membawa satu bungkus sate.


"Kiya, ini satenya.. siapkan saja masing masing lima tusuk sate.. ketupatnya khusus buat Emir setengah saja karena khawatir kekenyangan." perintah Emir.


Kiya menjawab, "Baik.."


Setelah semuanya sudah siap, Emir, Arhan, Kiya, Syilla, Anandita dan Anindya serta mama Nadhira dan papa Mustafa bersiap untuk menunggu waktu berbuka.


"Alhamdulillah sudah adzan, selamat berbuka.." ucap Emir.


Emir berbuka puasa dengan menu sate dan es kelapa, sedangkan Anandita dan Anindita hanya sate dan teh hangat.


"Emir, papa boleh minta tolong??" tanya papa Mustafa.


'"Tolong apa pa??" tanya Emir.


"Ambilkan barang di rumah nenek, papa besok ada kerjaan jadinya tidak sempat. nanti Arhan tolong bantu juga ya!!" pinta pak Mustafa.


Arhan menjawab, "Baik om.."


*******

__ADS_1


Up lagi...


Author berencana pengen bikin cerpen, kira kira ada yang punya saran gak ya bikin cerpen apa?? silakan isi di kolom komentar..


__ADS_2