PRATAMA

PRATAMA
Episode 31 : Belanja ke pasar


__ADS_3

Dengan kecepatan tinggi, Emir mengendarai motornya di jalanan kota. setibanya ia di pasar, ia memarkirkan motornya di depan lapak sayuran yang kebetulan sedang sepi pembeli.


"Assalamualaikum pak, maaf mau beli ini.." ucap Emir yang memberikan kertas berisi list sayuran yang akan dibeli.


Bapak itu menjawab, "Oke, silakan ditunggu ya mas.."


"Oke.." jawab Emir.


Emir dan Arhan duduk diatas motor, lalu mereka spotting pesawat yang kebetulan melintas dengan handphone mereka. karena pada saat itu mereka tidak bawa kamera.


"Untung kita punya handphone yang bisa zoom 50 kali, jadinya masih bisa spotting contrail pesawat." kata Emir.


Arhan menjawab, "Benar juga.."


"By the way, anda tidak tertawa??" tanya Emir.


Arhan menjawab, "Tidak, kenapa memangnya??"


Emir menepuh bahu Arhan, "Karena anda duduk diatas joks yang garing ( dalam bahasa sunda artinya kering)


" Dasar, pagi buta sudah melawak.. mana enggak lucu lagi!!" kata Arhan.


Emir menyipitkan matanya, "Untung anda saudara saya, kalau bukan udah saya jitak dari tadi." gumam Emir.


Flashback Rendi

__ADS_1


Rendi sedang berjalan sendirian di pinggiran sawah, karena ia sama sekali tidak memiliki teman satu pun. ia hanya bisa menyendiri di atas sebuah batu yang terletak di tengah sawah itu.


"Kenapa ya aku kesulitan sekali mendapatkan teman??" tanya Rendi dalam hati.


Dari kejauhan, ada seorang anak laki laki seusianya sedang dimarahi oleh seseorang berpakaian preman. ternyata dia adalah anak buah ayahnya, karena mereka memiliki bisnis terlarang.


"Kamu itu masih kecil?? sebagai anak dari seorang pengusaha kaya.. kamu harus bergaul dengan anak pengusaha yang lainnya, kamu sama sekali tidak pantas bergaul dengan anak kampung. daerah ini akan kita kuasai.." kata pria itu.


Rendi mendapat ide, mungkin menolong lelaki itu bisa membuka jalannya untuk mendapatkan teman.


tanpa ia sadari, seekor burung elang hitam menyambar mulut lelaki berbaju preman itu hingga membuat mulutnya robek.


"Ahh... aku harus pergi dari sini!!" kata anak lelaki itu.


Rendi mengangkat tangannya, "Hei... kesini!!" panggil Rendi.


Flasback off


"Ini mas.. eh Emir, Arhan.." kata Mentari yang kini sudah kembali seperti sedia kala.


Emir dan Arhan panik bukan main, bukan karena mereka takut dengan wajah Mentari. akan tetapi, mereka takut akan kesalahan yang terjadi jika menatap mata Mentari secara langsung.


untungnya Mentari paham akan sifat dua lelaki itu, ia pun mengenakan masker lalu memberikan belanjaan pesanan Emir.


"Ini.. totalnya jadi tigaratus ribu lima puluh rupiah.." kata Mentari.

__ADS_1


Emir menjawab, "Ini uangnya, pas ya?? by the way.. kamu sudah bisa jalan lagi??" tanya Emir.


Mentari menjawab, "Ya alhamdulillah, walaupun ini masih belum sepenuhnya pulih."


"Oh, nanti kamu sudah bisa ikut ujian akhir semester kan??" tanya Emir.


Mentari tersenyum, "Iya, kata bu Tati semua tugas yang aku ketinggalan diganti sama sumbangin obat obatan saja untuk UKS. jadi hari ini bisa ikut ujian.."


"Ohh begitu, ini terimakasih ya.. Emir pamit dulu.. Wassalamualaikum.." ucap Emir.


"Waalaikumusallam.." jawab Mentari yang kembali masuk ke dalam rumah tokonya.


Emir mengendarai motornya bersama Arhan yang masing masing membawa belanjaan dari pasar. karena dalam keadaan mengantuk, beberapa kali motor Emir dan Arhan sempat berguncang guncang.


"Ehh... oleng.." gumam Emir.


Setibanya di rumah, Emir turun dari motornya lalu ia masuk ke dalam rumah dan memberikan belanjaan itu pada mama Nadhira.


"Ini ma.." kata Emir.


"Iya, kalian tidur saja dulu.. itu mata kalian sangat sayu.." perintah mama Nadhira.


"Baik ma.." jawab Emir.


*****

__ADS_1


Nanti UP lagi... masih dalam episode Ramadhan Day one..


__ADS_2