
Sesampainya mereka bertiga di kedai itu, hujan tiba tiba turun dengan derasnya. "Yah hujan, bagaimana caranya kita bisa pulang??" tanya Radit.
"Lah, lagian lokasi kedai ini jaraknya cuman sepuluh rumah dari rumahku.. tidak usah pikirkan bagaimana caranya pulang!!" jawab Emir.
Radit mengangguk, "Yowes lah.."
"Bu, Mie ayam tiga ya bu!!" ucap Emir pada Bu Rini, penjual mie ayam di komplek perumahan Cempaka.
Ibu Rini menjawab, "Oke, siap mas.."
Di tengah guyuran hujan, mie ayam itu selesai disiapkan dan akhirnya pesanan trio lelaki itu tiba di meja Emir.
"Nih.. selamat makan.." ucap Emir yang menuangkan saus, sambal dan kecap manis ke mie ayam itu.
Emir menyantap mie ayam itu, sambil menatap indahnya pemandangan kota Bogor dari ketinggian.
Dreettt!!!
"Halo?? apa Anan??" tanya Emir yang menggoda adiknya itu.
Anan menjawab, "A emir.. ish makan mie ayam enggak ajak ajak.."
"Uuuu... tayang adeku ini.. mau dibeliin??" tanya Emir.
Anan menjawab, "Iya... mama, kak Kiya, Kak Syilla dan kak Yashmine juga mau.." balas Anan pada Emir.
Emir menggarukan kepalanya, "Yashmine masih disana??" tanya Emir.
"Iya, hari ini terakhir.. besok pagi dia mau pulang.. lagian kak Syilla juga sudah sembuh.." jawab Anan.
__ADS_1
Emir mengangguk, "Oh iya, Bu mie ayam dibungkus tiga ya!! saus dan sambal dipisah dan berikan kuah ayamnya ya!!"
"Oke..siap mas.." jawab ibu Rini.
Setelah menyantap mie ayam itu, Emir menerima tiga bungkus mie ayam itu. lalu ia mengeluarkan uang empat puluh ribu dan memberikannya pada bu Rini.
"Ini uangnya bu.. terimakasih ya!!" ucap Emir.
"Sama sama.." jawab Bu Rini.
Emir, Arhan dan Radit melanjutkan perjalanan, lalu Arhan dan Emir tiba di rumah dan disambut oleh Anan.
"Nih bocil.." kata Emir.
"Iya.. terimakasih.." jawab Anan yang membawa bungkusan itu ke dalam rumah.
Emir pergi ke kamarnya, lalu ia berbaring sambil menonton film tom and jerry di komputer miliknya.
Anin menggelengkan kepalanya, lalu ia berjalan ke kamar Emir untuk ikut menonton tom and jerry bersama.
"Kreekkk!!!"
gadis mungil itu duduk disamping Emir yang sedang menonton kartun kesayangannya. "Kamu kenapa?? berantem lagi bukan sama Anan??"
"Enggak... aku emang lagi pengen sama kak Emir saja.." jawab Anin.
Emir tersenyum, lalu ia mengelus kening adiknya itu. hingga tak butuh waktu lama, gadis mungil itu terlelap tidur..
"Lah tidur ini anak!!" gumam Emir yang mencium kening adiknya lalu membaringkannya di tempat tidur miliknya.
__ADS_1
Mama Nadhira membuka pintu kamar Emir, ternyata Anin dan Emir sudah terlelap tidur. mama pun mengurungkan niatnya untuk menawarkan mie ayam itu karena tidak ingin mengganggu dua anaknya itu.
"Emir mana??" tanya Kiya.
Mama Nadhira menjawab, "Mereka sudah pada tidur, mama tidak ingin menganggu mereka."
"Yaudah.." jawab Kiya.
Di rumahnya, Rendi sedang terbaring di kamarnya, tiba tiba Ashira datang lalu menghampiri dirinya.
"Kakak kenapa??" tanya Ashira.
Rendi menjawab, "Kakak tidak apa apa, hanya pegal kaki kok.."
"Ohh... kakak udah tau belum?? kalau kak Rina meninggal??" tanya Ashira.
Rendi terkejut, "Kamu tau darimana??" tanya Rendi.
"Dari mama... tadi habis magrib mama melayat.." jawab Ashira.
Rendi mengelus dadanya, "Innalillahi, yaudah nanti besok kakak kesana."
"Iya... nanti ajak teman kakak...siapa sih namanya?? yang suka pakai kacamata.." tanya Ashira.
Rendi menjawab, "Iya si Emir, nanti abang ajak.."
"Yaudah, kalau begitu aku tidur dulu ya!!" ucap Ashira..
"silakan..." jawab Rendi.
__ADS_1
******
Yuk Like, Vote and Komen...