
Kukuruyukkkk!!!
Emir yang masih terlelap menimpuk ayam yang berkokok tepat di jendela studio yang memang sengaja dibuka menggunakan guling.
"Berisik!!! meresahkan!!" batin Emir
Emir pun pergi ke kamar mandi, "Cepat giliran ente sekarang.." ucap Arhan yang keluar dari kamar mandi sambil mengenakan celana pendek dan kaos oblong.
"Iya.." jawab Emir.
Arsyilla dan Bi Rumi pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan Arhan dan Emir, sedangkan Kiya pergi ke kamar Emir dan kamar Arhan untuk membenahi kasur. karena dua lelaki itu selalu malas merapikan tempat tidur mereka sendiri.
"Lah?? masih rapi?? mereka tidur dimana??" tanya Kiya yang kebingungan.
Emir yang sudah mengenakan seragamnya tiba tiba melemparkan handuk keatas kepala Kiya hingga membuat gadis itu terkejut.
"Astagfirullah, Ezraa!! meresahkan anak yang satu ini... tapi Syilla kuat juga ya hadapi manusia yang satu ini." gumam Kiya.
Emir yang sudah memakai sarapan berjalan menuju ruang makan, belum selesai rasa terkejut karena ulah Emir, kini datang lagi ujian batin dari Arhan.
"Aaa... ish benar benar ujian batin, kenapa sih bikin kaget mulu??" tanya Kiya.
Arhan yang tanpa rasa bersalah hanya bisa tersenyum sambil berjalan ke ruang makan sambil mengenakan airpods miliknya.
"Ih enggak punya rasa bersalah, kuatkan hati hamba ini..." gumam Kiya yang menyusul dua lelaki itu.
__ADS_1
Emir dan Arhan menyantap telur dadar yang sebenarnya keasinan karena Syilla sangat mengantuk dan garam yang dimasukkan terlalu banyak.
"Ahh, saatnya berangkat.. Syilla, bi Rumi, Kiya... Emir sama Arhan berangkat ya!! Assalamualaikum.." ucap Emir
"Waalaikumusallam, itu anak berdua ada masalah apa ya?? telur dadar segitu asinnya mereka enggak ada reaksi sama sekali??" tanya Syilla yang keheranan.
Emir dan Arhan mengendarai motornya, lalu mereka pergi ke sekolah.
Malam sebelumnya
Lulu yang berlari bersama Cimi dan anak anaknya. tiba di depan sebuah rumah, dimana rumah itu adalah milik Arunika sahabat Lulu sejak SMP atau teman Emir di SMA.
"Ini kan rumah Arun, emangnya harus kita kesini??" tanya Lulu.
Arunika yang turun dari angkot setelah bekerja sebagai pelayan sebuah warung makan terkejut melihat sahabat lamanya berada di depan rumahnya dengan pakaian yang sangat cantik.
"Lulu?? ngapain dia kesini???" tanya Arun yang kemudian menghampiri sahabatnya itu.
"Arun?? Aruunnn!!!" teriak Lulu yang langsung menangis histeris memeluk Arunika.
Arun mengelus kepala sahabatnya itu, "Kayaknya dia dalam masalah besar, aku belum bisa menanyakan apa yang sebenarnya terjadi sekarang. kamu kenapa?? yuk masuk!! ajak kucing kucing kamu yang lucu itu." ucap Arunika.
Lulu mengangguk, "Iya.."
Sesampainya di sekolah, Emir mengangkat tangannya karena ia yang tiba lebih dulu. "Yee.. saya menang.."
__ADS_1
"Ente beruntung doang Emir, belum ane pake motor 360 CC." gumam Arhan.
Melihat Emir dan Arhan sedang berbicara, Lulu dan Arunika menghampiri kedua lelaki dingin itu. "Assalamualaikum, selamat pagi Emir, Arhan.."
"Waalaikumsallam, pagi juga.. organigram sudah dipasang??" tanya Ezra.
Arunika menjawab, "Sudah, oh iya kenalin ini sahabatku sejak SMP. namanya Lulu, dia sekarang ikut tinggal bersamaku karena ada konflik keluarga."
"Hai Lulu.." sapa Arhan dan Emir.
"Juga, nama kalian berdua siapa??" tanya Lulu.
Emir melangkah satu posisi lebih depan dari Arhan, "Nama saya Emirsyah Pratama.. dan ini sepupu saya namanya Arhan Natama."
"Ohh... yaudah aku ke kelas dulu ya!!" ucap Lulu yang berpamitan dengan Arhan, Emir dan Arunika.
Arun menjawab, "Iya, kalau ada masalah bilang ya sama aku.."
"Okee.." jawab Lulu.
Emir pun ikut berjalan ke kelasnya bersama Arhan dan Arunika yang berjalan tepat dibelakangnya.
******
Yuk, Like, Vote dan Koment Cerita ini..
__ADS_1