
Emir bangun dari tidurnya, lalu ia pergi mandi. setelah itu ia mengenakan seragam SMA dengan kemeja putih, celana abu abu dan rompi dengan warna senada. kemudian ia berjalan menuju halaman depan untuk pergi ke sekolahnya.
"Ayo berangkat!!" seru Emir.
Arhan menjawab, "Iya, anda kelamaan... ayo nanti kita ujian terlambat.."
"Oke.." jawab Emir yang menyalakan mesin motornya, lalu mereka berdua pergi berangkat ke sekolah.
Di pinggir jalan, Arunika, Lulu, Sabrina, Mentari dan Nadia sedang menunggu bus yang akan membawa mereka ke sekolah. sambil menunggu, mereka menghafalkan soal soal yang nantinya akan keluar di ujian.
"Aduh, nanti matematika dulu apa fisika dulu ya?? demi apapun aku bingung.." gumam Arunika.
Lulu menjawab, "Enggak apa apa, sudahi sedihmu mari kerja sama denganku."
"Ehh enggak boleh begitu, kamu harus melafalkan soal ujian nanti dan jangan kerja sama kalau lagi ujian apalagi sekarang lagi puasa." kata Mentari.
Arunika menjawab, "Ya sudahlah.."
Tak lama, sebuah bus datang untuk mengantar mereka semua.
"Nih busnya datang... ayo kita naik!!" anak anak itu pun menempelkan kartu member bus itu, lalu mereka semua masuk ke dalam bus berwarna hijau itu.
Sementara itu, Emir dan Arhan tiba di parkiran sekolah. disana sudah ada Rendi, Ricko dan Jojo yang terlihat sangat mengantuk.
"Assalamualaikum.." ucap Emir.
"Waalaikumusallam.." jawab Ricko yang masih mengantuk karena semalam begadang.
Emir bersalaman dengan tiga kawannya itu, lalu ia berjalan menuju kelasnya dan melakukan ritualnya yaity melafalkan soal walaupun hanya sehari.
"Hari ini ulangan apa ya??" tanya Emir.
"Fisika mungkin.." jawab Arhan.
__ADS_1
Emir membaca buku fisika miliknya, walaupun sangat langka melihat Emir melakukan kegiatan menghafal sebelum ulangan.
Di perjalanan, tiga orang preman mendadak masuk ke dalam bus kota itu. lalu mereka menyanyi parau, tak lama mereka meminta uang. karena tak ada yang memberi sepeserpun, mereka memukuli orang orang di bus itu.
"Heh... dasar br*ngs*k kalian!! berilah kami uang sedikit.." teriak salah seorang preman itu.
Arfan yang saat itu sedang naik bus bersama Aang dan Jamal menghadapi para preman itu lalu mereka meminta semua penumpang tetap tenang.
"Buggggg!!!!"
Pukulan Arfan membuat salah seorang preman itu muntah darah.
"Ahhhh.... Stag...Bugggg!!" preman kedua kembali dibuat ambruk oleh Aang.
"Stagghhh...Buggg...Dar..." Pukulan Jamal membuat preman ketiga penuh luka. bus itu berhenti di depan areal sekolah, lalu semua penumpang tap in dan berjalan masuk ke dalam sekolah dengan penuh kepanikan.
Emir yang sedang membaca buku fisika dibuat terkejut dengan kedatangan beberapa temannya yang panik.
"Kenapa??" tanya Emir.
Emir terkejut, "Astaghfirullah, tapi kalian tidak apa apa kan??"
"Enggak.. untung ada si Arfan, Aang dan Jamal yang membantu.." jawab Mentari.
Emir bernafas lega, "Alhamdulillah, yaudah kalian tarik nafas.. tenangkan diri kalian, setelah itu hafalkan fisika." perintah Emir.
"Oke.." jawab Mentari.
Jam menunjukan setengah dua siang, ulangan fisika, kimia, Matematika minat dan matematika umum sudah Emir ikuti. ia pun bergegas pulang dengan otak yang sangat mendidih karena harus berpikir keras mengerjakan soal ulangan tadi.
"Emir, kata mamamu beli buah buahan untuk membuat es." perintah Arhan.
Emir menjawab, "Iya, saya tau... yaudah ayo kita ke toko buah.."
__ADS_1
"Oke.." jawab Arhan.
Emir dan Arhan pergi ke toko buah yang letaknya tak jauh dari sekolah itu. lalu mereka bertemu Arfan yang baru saja tiba dari sekolah bersamaan dengan Emir dan Arhan.
"Assalamualaikum.. halo Emir.." ucap Arfan.
"Waalaikumsallam.. ehh kemana aja ente?? kita berdua datang kesini mau beli paket buah untuk es di buka puasa nanti. kira kira ada ga?? kayak kelapa, Melon, Semangka, Pepaya, Kelapa, buah naga dan buah strawberry. ada gak disini??" tanya Arhan.
Arfan menjawab, "Oke siap, sebentar ya.. duduk saja dulu.. sekalian saya ambilkan minum dulu."
"bukannya kita lagi puasa ya Arfan?? wah ente mabuk fisika nih.." kata Arhan.
"Iya nih, kalau kamu ada masalah mah hayu sini kita obrolin bareng bareng." sambung Emir.
Arfan mengangguk, "Iya juga, iya nih karena stress tadi soal no 50 tidak terjawab."
"Wahaha.. bisa aje ente.. cepetan ga pake sebentar.." kata Arhan.
"Gak pake lama Arhan.." batin Emir.
Arfan menjawab, "Oke.."
Setelah setengah jam menunggu, Arfan membangunkan Arhan dan Emir yang tertidur.
"Woy, bangun... ini belanjaan kalian.." kata Arfan.
Emir terbangun, "Ahh... mengantuk sekali.. ini uangnya, berapaan ini??" tanya Emir.
"Empat ratus, uangnya ini pas.." kata Arfan.
"Oh yaudah, terimakasih... kita berdua pulang dulu, Wassalamualaikum.." ucap Emir.
"Waalaikumusallam.. hati hati.." jawab Arfan.
__ADS_1
*****
Nanti UP lagi ya..