PRATAMA

PRATAMA
Episode 55 : Hari Lebaran


__ADS_3

Jam setengah enam pagi


Hari belum begitu terang, suara gema takbiran masih terus menggema di segala penjuru. Emir sudah berada di loteng sambil melakukan fotografi pada beberapa objek yang ia lihat, dari ibu ibu yang sedang menyapu hingga pesawat yang sedang terbang tinggi ia potret di hari yang cerah.


"Kak Emir.... ayo siap siap!! nanti kehabisan tempat lho!!" seru Syilla.


Emir menjawab, "Iya Syilla, ayo..."


Syilla kembali masuk ke dalam rumah, lalu Emir mengikuti dari belakang kemudian mereka menemui Anandita dan Anindita yang masih minum susu di meja makan.


"Mau berangkat sekarang??" tanya Emir.


Mama Nadhira menjawab, "Iya.."


Emir dan keluarganya berangkat ke masjid untuk melaksanakan shalat idul fitri, bersama Radit dan keluarganya yang mengenakan pakaian kompak senada warna ungu.


"Nanti mau ke rumah nenek??" tanya Radit.


Emir menjawab, "Iya, nanti naik mobil milik Emir saja."


"Oke.." jawab Radit.


Sesampainya di masjid, Emir dan Radit duduk di barisan keenam. mereka pun terus mengumandangkan takbiran sampai waktu shalat idul fitri tiba.


Sementara itu, Arhan yang berangkat shalat idul fitri di lapangan seorang diri. bertemu dengan Rendi dan Jojo yang shalat di tempat yang sama.


"Assalamualaikum Ren..." ucap Arhan.

__ADS_1


Rendi menjawab, "Waalaikumusallam.."


"Nanti ke rumah neneknya Emir ya, tapi nanti setelah kalian halal bihalal dengan keluarga dan tetangga sekitar kalian dulu." seru Arhan.


Rendi menjawab, "Baik.."


Jojo mengangguk, "Iya, kan disana sedang ramai juga kalau musim lebaran kayak begini."


"Pasti pengen makan astor kan??" tanya Rendi.


Jojo membalas, "Astor di rumah saya banyak kali!!"


Arhan tertawa, "Pasti si Jojo pengen beli mobil tamiya, disana kan ada yang jualan."


"Bukan sih... lebih ke coba mie ayamnya, disana enak tau!! Saya sama Emir pernah mencoba." jawab Jojo.


*******


Setelah melaksanakan shalat idul fitri dan saling bersalaman dan bermaaf maafan, Emir dan Radit keluar dari masjid lalu menemui mama Nadhira dan mamanya Radit.


"Selamat lebaran ya ma!! mohon maaf lahir dan batin.." ucap Emir sambil mencium tangan mamanya.


Mama Nadhira menjawab, "Iya sama sama, selamat lebaran ya Emir anak bujang mama.."


Syilla, Anandita, dan Anindita mengantri untuk bersalaman dengan kakaknya itu.


"Selamat lebaran ya kak!!" ucap Syilla.

__ADS_1


Emir menjawab, "Iya, cepat dewasa ya kalian.. perbanyak lagi amal ibadah ke depannya."


Anandita mengangguk, lalu ketiga gadis itu memeluk kakak laki laki mereka. "Yo, kita ke rumah nenek Yati.."


"Ayo.." jawab Syilla.


Di perjalanan, ternyata orang orang di tempat lain baru saja selesai shalat idul fitri. Emir berpikir mungkin di daerahnya saja lah yang sudah selesai lebih dulu.


"Kok orang orang baru selesai ya??" tanya Syilla yang duduk di belakang Emir yang sedang mengendarai mobil.


Emir menjawab, "Iya, mungkin mereka agak lama.."


Sesampainya di rumah nenek Yati atau rumah Arhan, Emir menemui neneknya yang menyambut kedatangan anak anaknya dan cucu cucunya yang pulang kampung ke tempat itu.


"Selamat lebaran ya ma.." ucap mama Nadhira yang bersimpuh di kaki wanita yang sudah melahirkan dirinya itu.


Bu Yati menjawab, "Iya, kamu berhasil mendidik anak dan menjadikan anakmu itu contoh bagi yang lainnya. jangan pernah berhenti untuk mendidik Emir dan menjadikan dia pemimpin yang hebat."


"Iya ma.." jawab Mama Nadhira.


Kini giliran Emir yang bersalaman dengan nenek Yati secara bergantian dengan Syilla, Anandita dan Anindita.


"Yang pinter ya cucu cucu nenek!!" ucap nenek Yati.


Emir menjawab, "Iya..."


******

__ADS_1


__ADS_2