PRATAMA

PRATAMA
Episode 13


__ADS_3

So Baksoo...


"Beli bakso saja?? aku sepuluh ribu kamu sepuluh ribu??" tanya Yashmine pada Kiya.


Kiya menjawab, "Yaudah... bang tungguin, di bungkus dua ya bang!! yang aku jangan pakai bawang, kalau yang aku jangan pakai seledri."


Abang itu mengangguk, "Oke, nih silakan duduk dulu.."


"Siap.." jawab Kiya dan Yashmine.


*Sfx suara lagu squid game..


"Emir, ini ada telepon dari adikmu.." kata Arhan pada Ezra yang sedang mengedit bersama Rendi.


Emir menjawab, "Oke, sini... halo??? Assalamualaikum. apa Anan?? tumben jam segini telepon??"


Anan menjawab, "Bang, Anan sama sama Anin pengen menginap disana?? boleh enggak bang??" tanya Anan.


"Boleh, tapi besok ya... nanti abang jemput sama si Arhan. yaudah sekarang sudah dulu ya!! abang lagi sibuk soalnya." balas Emir.


Anan menjawab, "Iya.."


Emir melanjutkan pekerjaannya, lalu Anan berbaring disamping Anin. "Nin, besok kalau kita main ke rumah A Emir. sekalian cari tempat baru yuk untuk kita tinggal.. aku enggak kuat lagi tinggal di kampung ini.. apalagi nanti ada orang kota yang akan datang kesini, menjodohkan anaknya dengan aku.. kan aku sama sekali belum kepikiran kesana."


"Bagaimana ya?? ahh begini, nanti besok kan A Emir mau kesini.. kalau dia dihalau untuk masuk dan menjemput kita, dan kita juga pasti akan dihalau untuk keluar dari kampung ini. kalau kata aku sih, kita harus berani bilang enggak ke para golongan tua karena usia kita terlalu belia dan kalau mereka mengancam akan mengusir, kita pergi saja dari sini." ujar Anin.


Anan mengangguk, "Oke, aku setuju.."


"Ini baksonya," kata abang tukang bakso itu.


Yashmine memberikan uang itu, "Ini uangnya bang.."


"Oke ini kembaliannya, terimakasih.." ucap abang itu.

__ADS_1


Yashmine dan Kiya pun kembali ke rumah Ezra untuk menyantap bakso itu.


Emir membuka salah satu file cerita novel miliknya, lalu ia melanjutkan kegiatan menulisnya itu.


"Itu karyamu Mir??" tanya Rendi.


Emir menjawab, "Iya, ini proyek dari beberapa bulan kemarin belum juga selesai."


"Itu ceritanya tentang apa Mir??" tanya Rendi lagi.


Emir menjawab, "Ini cerita kampung halaman saya, disana orang orangnya pada perfeksionis. perjodohan dengan orang kaya merupakan hal yang lazim, makanya tingkat perceraian dan pernikahan muda di daerahku cukup tinggi."


"Wiss, menarik juga.. boleh ikut dalam proyekmu tidak??" tanya Rendi.


Emir menjawab, "Asalkan kamu teh paham masalah apa yang sedang dihadapi saat ini, boleh aja... asal ingat hal tadi."


"Oke.." jawab Rendi.


Yashmine dan Kiya tiba di rumah Emir, mereka memasuki rumah lalu Kiya mengambil mangkuk di dapur.


Kiya hanya bisa memperhatikan tingkah aneh Arsyilla, lalu ia mengambil mangkuk dan sendok di rak. kemudian ia kembali ke ruang tamu, dan melanjutkan makan bakso bersama Yashmine.


Emir dan Syilla mengintip dari balik pintu dapur, "Misi kita berhasil, kita tunggu momen berikutnya." kata Emir.


"Oke.." jawab Arsyilla.


Yashmine menatap Kiya, "Oh iya, boleh minta nomor telepon kamu gak?? Besok kita cari tempat yang bagus buat mengobrol lagi.."


"Oh yaudah, ini..." jawab Kiya yang memberikan nomor teleponnya.


"Oke terimakasih, maaf kayaknya aku harus pulang.. karena kondisi sudah sore, selagi angkotnya masih gampang.." ucap Yashmine.


Kiya menjawab, "Yaudah, hati hati.. maaf dibuat merepotkan sama manusia bernama Emir Ezra itu."

__ADS_1


"Enggak apa apa, yaudah aku pulang dulu.. Assalamualaikum," ucap Yashmine.


"Waalaikumusallam.." jawab Kiya.


Kiya merapikan mangkuk, lalu ia membawa mangkuk itu ke dapur lalu menyimpannya ke wastafel.


"Sebentar lagi magrib, filenya simpan saja dulu.. kita ke mushola dulu." seru Emir.


Arhan, Rendi, dan Jojo menjawab, "Okey, simpan.. pakai mode sleep, lalu kita istirahat dulu."


Saat Emir keluar dari ruang kerjanya, Kiya menghadang Emir lalu menanyakan maksud dari apa yang dilakukan oleh Emir.


"Hei, kamu sebenarnya sedang memiliki rencana apa sih??" tanya Kiya yang penasaran.


Emir pura pura tidak tahu, lalu ia pergi ke mushola untuk melaksanakan ibadah shalat maghrib..


"Ada apa sih sebenarnya?? kok sikap Emir aneh kayak gitu??" tanya Kiya yang keheranan dengan ulah Emir.


Arsyilla datang, lalu ia menenangkan Kiya.. "Yaudah, ayo shalat dulu.. kalau kamu lagi halangan. diam saja di kamar dan tunggu bang Emir pulang."


"Iyaa.." jawab Kiya.


Emir,Arhan, Rendi dan Jojo pergi ke mushola. di perjalanan, mereka bertemu dengan Yashmine yang sama sama sedang dalam perjalanan ke mushola.


"Hai Emir, kamu tadi ngapain suruh aku ke rumahmu.. tapi kamunya tidak muncul??" tanya Yashmine.


Emir menjawab, "Maaf, tadi saya lagi sibuk.. sebenarnya ada proyek khusus. tapi kamu harus menunggu, nanti kamu bisa tahu sendiri jawabannya."


"Ahh terserah kamu, aku kan udah sering dengar becandaan kamu. yaudah kita ke mushola aja dulu, shalat magrib." seru Yashmine.


Emir menjawab, "Yaudah ayo.."


Emir dan yang lainnya pun masuk ke dalam areal mushola, lalu mereka mengambil wudhu dan shalat di tempat yang terpisah dan sudah disediakan di tempat itu.

__ADS_1


****


Maaf Up nya lama... lagi sibuk Kuliah.


__ADS_2