
Pemakaman wakaf pak Yamin
Arhan tiba di makam Anindya, sebuah gundukan dengan sedikit fondasi yang hanya setinggi tanah yang rata itu.
"Assalamualaikum, Anin... ini kakak... selamat lebaran ya!! walau ini tahun keempat lebaran tanpa ada suara ceria kamu.. kakak yakin.. kamu pasti bahagia disana. lihatlah, mama, papa semuanya datang kesini untuk mengunjungi kamu." ucap Arhan.
Mama Intan merangkul putranya itu, "Nin, maaf ya.. mama tidak bisa menjaga kamu.. mama masih terkejut kamu pergi lebih cepat dibanding mama.."
Papa Hendrawan menghampiri makam putrinya itu, "Selamat lebaran ya anak gadis papa... kita semua datang kesini buat kamu. pasti kamu sudah tidur dengan nyenyak disana."
Dreeetttt!!!!!
"Halo??? Kamu dimana Han???" tanya Emir yang sedang makan astor bersama Anandita dan Syilla.
Arhan menjawab, "Waalaikumusallam, masih di makam.. kamu sudah di rumahku memang??"
Emir mengangguk, "Iya.."
"Oalah, iya nanti saya pulang... kita pergi ke makam dreded bareng sama anak anak." ucap Arhan.
Emir menyantap astor itu, "Oke.."
"Ma... Emir sudah ada di rumah.. kita pulang saja yuk!!" seru Arhan.
Mama Intan dan Mas Wino, suami barunya pergi pulang meninggalkan pak Hendrawan yang sampai kini masih menduda.
"Aku duluan ya mas..." ucap mama Intan.
Arhan dan mama Intan pulang ke rumah, lalu mereka menemui Emir dan keluarganya yang sudah ada disana.
__ADS_1
Di rumah Arhan
Emir kebingungan saat melihat Anan dan Anin masih sibuk berdandan sedangkan Syilla dengan tenangnya menyantap beberapa kue yang ada di meja.
"Punya adik kok begini ya?? yang dua demen dandan.. satunya lagi makan kue terus. Anan, Anin.. kalian jangan dandan berlebih, nanti ada yang berniat jahat loh sama kalian.." pesan Emir.
Anan menjawab, "Iya.. cuman nambahin bedak doang kok.."
Arhan tiba di rumahnya, lalu ia menemui Emir yang sedang duduk di ruang tamu. "Assalamualaikum, selamat lebaran ya Mir!! Mohon maaf lahir dan bathin."
"Waalaikumsallam, iya sama sama.. kita ke rumah nenekku sekarang saja.." seru Emir.
Arhan menjawab, "Oke.. kalian langsung naik ke mobil saja.. kita ke rumah neneknya Emir dari ayahnya."
"Yowes.."
********
"Untung sudah biasa kena macet!!" gumam Emir.
Syilla menoleh, "Kak, kenapa sih kakak selalu sensitif saat mendengar kalau aku mau dijodohkan?? emangnya enggak boleh??" tanya Syilla.
Emir menjawab, "Enggak, kamu mau menikah diusia segini juga tidak ada yang melarang.. cuman kekhawatiran kakak yaitu kamu tidak mendapat akses pendidikan yang cukup. apalagi pernikahan bukan hanya untuk sehari dua hari.. tapi seumur hidup."
Radit menyanggah, "Memang benar kata orangtua dulu kalau buat apa perempuan sekolah tinggi tinggi kalau pada akhirnya harus di dapur. itu tidak salah, tapi kurang lengkap.." sambung Radit.
Emir mengangguk, "Iya, kakak pengen sih kalian kuliah dulu... dan sering ikut halqah.. biar kalian siap untuk menjadi seorang istri dan seorang ibu."
"Hmm... iya kak.." jawab Anan, Anin dan Syilla.
__ADS_1
Sesampainya di rumah neneknya, Emir turun dari mobil Elf yang ia kendarai sendiri. ia bersama adik adiknya berjalan masuk ke rumah neneknya itu.
"Assalamualaikum.." ucap Emir.
Nenek Niar menjawab, "Waalaikumsallam, eh rombongan bu Yati sudah datang.."
"Selamat lebaran ya Nek!!" ucap Emir.
"Iya... kamu sama teman teman juga??" tanya Nenek Niar.
Emir menjawab, "Iya.. tuh si Rendi atau Jojo katanya pengen makan astor!!"
"Iya.... silakan!!" jawab Nenek Niar yang kini mencium kening Syilla.
"Selamat Lebaran ya Cantiknya Nenek!!" ucap Nenek Niar kepada Syilla, Anan dan Anin.
"Iya.. maaf Nek papa sedang bertugas tidak bisa ikut berlebaran disini!!" gumam Syilla.
Papa Mustafa datang dari belakang, muncul diantara Jojo, Rendi dan Ricko. "Kata siapa??" tanya papa Mustafa.
"Papaa!!!" teriak Anan, Anin dan Syilla.
Mama Nadhira mencium tangan mertuanya itu, lalu ia memperhatikan anak anaknya yang bahagia dengan kedatangan papa mereka.
"Anakmu sudah makin besar saja.." Ucap bu Niar bercanda.
"Hehe..iya.." jawab mama Nadhira.
******"
__ADS_1
Yuk Like, Vote dan Koment cerita ini...