PRATAMA

PRATAMA
Episode 8


__ADS_3

Tabitha Amanda Yashmine, seorang gadis cantik yang kebetulan sedang membantu tetangganya menjadi pagar ayu atau pendamping pengantin datang ke rumah Jojo untuk mengantarkan makanan dalam jumlah banyak karena sedang ada teman teman Jojo yang bermain disana.


"Ehh, ini kan motornya.." gumam Yasmine, panggilannya.


Flashback on


Ngikkkkkk!!! Gubraggghhhhhh


Sebuah mobil menabrak pohon dengan sangat keras, lalu Emir dan Arhan yang hampir tertabrak datang untuk memberikan pertolongan.


"Mamaaaa!!!" teriak Yashmine yang saat itu berusia sepuluh tahun.


Emir membuka paksa pintu mobil, lalu ia mengeluarkan orangtua Yashmine yang terluka parah.


"Sabar..." kata Arhan sambil membuka pintu belakang, lalu ia mengeluarkan Yashmine dan Ikhsan adik laki lakinya.


ambulan pun datang lalu membawa Yashmine dan kedua orangtuanya ke rumah sakit.


Emir dan Arhan pun ikut dalam ambulans itu, ia berusaha menenangkan Yashmine dan Ikhsan yang hanya mengalami luka ringan.


"Pak nanti lewat jalan Mawar saja, disana jalurnya lancar jam segini." kata Emir.


"Baik.." jawab para petugas medis itu.


Flashback off


Emir, Arhan, Rendi, Ricko dan Jojo keluar dari rumah mungil itu. betapa terkejutnya Yashmine saat melihat Ezra dan Arhan yang saat itu berpakaian kucel dan lusuh tapi kini mengenakan seragam dan rompi sekolah yang membuat mereka terlihat elegan.


"Ada apa Yas??" tanya Jojo.


Yashmine menjawab dengan gugup, "I... ini ada makanan buat kamu dan teman teman kamu."


Emir tersenyum, "Oke, terimakasih.. biar si Arhan saja yang ambil. sebagai suatu kehormatan karena dia adalah anak yang baik."

__ADS_1


Jojo tersenyum, lalu mempersilakan Arhan untuk mengambil makanan dalam piring yang terbuat dari anyaman bambu itu.


"Monggo, mas Arhan.." kata Jojo.


Arhan tersenyum, lalu menerima baki berisi makanan itu.


"Terimakasih... kamu tinggal disini jadinya??" tanya Arhan.


Yashmine menjawab, "Iya, ceritanya panjang.. nanti aku ceritain deh kalau ada waktu."


Arhan mengangguk, "Baik, sebelumnya terimakasih nih suguhannya."


"Sama sama.. kalau begitu aku bantu bantu lagi.." ucap Yashmine.


Arhan menjawab, "Sama sama.."


Arhan membawa baki berisi makanan itu ke dalam rumah Jojo, lalu mereka menyantap makanan itu bersama sama.


"Krukkk!!"


Emir mengeluarkan kecap dari dalam tasnya, "Nih, penyelamat saat anda disuguhkan makanan."


"Oke, terimakasih... jadi ini kebiasaan anda kalau tidak ada makanan lagi??" tanya Ricko.


Emir menjawab, "Itu sudah menjadi hal biasa bagi diriku.."


"Yowes, gagal sama rendang... sama capcay dan kecap pun jadi.." kata Ricko yang melanjutkan makan siangnya.


Sementara itu, Kiya baru saja selesai mengikuti home schooling bersama bu Anggi. disaat yang sama, Arsyilla pun datang dari sekolahnya.


"Assalamualaikum.." ucap Syilla.


"Waalaikumusallam, eh Syilla sudah datang.. makanannya belum ada, kita masak yuk!! sekalian buat Arhan dan Ezra." kata Kiya.

__ADS_1


Syilla menjawab, "Yaudah, tapi aku ganti baju dulu.."


Kiya mengangguk, lalu ia pergi ke dapur untuk memasak ayam goreng kesukaan Ezra dan Arhan.


"Aski, jangan dulu menggoreng. minyaknya belum sempat beli lagi." kata Syilla.


Emir menghentikan motornya, lalu ia masuk ke dalam rumah dan menyusul Kiya ke dapur untuk memberikan minyak goreng.


"Assalamualaikum.. ini minyaknya, kita mau istirahat dulu.."


Kiya spontan memeluk Emir dan menangis dipelukan Emir. "Maaf ya sudah merepotkan kamu, aku bahagia sekali bisa ikut bersama keluarga ini. aku tahu, aku bukan bagian dari keluargamu. tapi kasih sayang kamu setara dengan yang kamu berikan pada adik adikmu dan saudaramu yang lain."


Emir terdiam, "Kamu sudah tahu atas jati dirimu?? dari siapa??" tanya Emir.


Kiya menjawab, "Para ibu ibu disini menggosipkan aku, bahwa aku bukanlah anak kandung dari mamamu. dan juga bukan bagian keluarga dari pak Hidayat. mereka menganggapku sombong dan tak tahu terimakasih, aku tidak seburuk itu."


"Mungkin ini sudah saatnya diriku mencarikan keluarga kandungnya, ya mau mereka menerima kembali atau tidak. ini sudah kewajibanku untuk membantu mencarikan keluarga kandungnya Kiya." batin Emir dalam hati.


Arhan berbisik pada Syilla, "Sudah antarkan dia ke kamar, biar dia tenang dulu. kamu masak saja sendiri, atau kamu buatkan ayam bumbu sementara. nanti Arhan dan Emir yang akan goreng sendiri, kamu temani Kiya."


Syilla menjawab, "Oke, ayo Kiya... kamu istirahat dan tenangkan pikiranmu dulu." seru Kiya.


Kiya mengangguk, "Baik," Kiya dan Syilla berjalan menaiki tangga untuk pergi ke kamar. sementara itu, Emir dan Arhan berbincang sedikit.


"Wajah Kiya mirip sama Yashmine, kamu setuju tidak??" tanya Emir.


Arhan menjawab, "Benar juga, coba nanti kita pertemukan Kiya dengan Yashmine. siapa tau kita dapat petunjuk."


"Boleh, kalau begitu saya mandi duluan ya!!" kata Emir.


"Oke.." jawab Arhan.


****

__ADS_1


Yuk Like, Vote dan koment cerita saya..


__ADS_2