
Setelah menyelesaikan makannya, Arhan memutar lagu sejenak menggunakan headset miliknya. tak lama, sebuah telepon masuk ke dalam ponselnya yang ternyata dari Echa.
"Halo?? Assalamualaikum... apa Cha??" tanya Arhan yang membuka pesan chat di ponselnya.
Echa menjawab, "A, jemput aku atuh.. aku udah dibolehkan pulang sama dokter."
Arhan mengangguk, "Iya, Aa jalan kesana sekarang. kamu tunggu aja, ini mau jalan kok." jawab Arhan.
"Kamu mau kesana Han??" tanya Emir.
Arhan menjawab, "Iya, Rendi sama Ricko ikut sama saya. Jojo sama Emir duluan saja ke rumahku."
"Oke.." jawab Emir dan Jojo.
Emir berjalan menuju meja kasir, "Mbak, ini uang makan kita berlima dan anak anak gadis itu. untuk yang kita ini uangnya, maaf recehan soalnya patungan. dan ini uang pembayaran untuk anak anak gadis itu."
"Iya.. gapapa, terimakasih kak.." ucap mbak pelayan itu.
"Sama sama.." jawab Emir.
Emir dan Jojo pergi ke rumah Arhan, sedangkan Arhan pergi menjemput adiknya di rumah sakit. ditemani oleh Rendi dan Ricko.
Di perjalanan, Emir dan Jojo bertemu dengan sebuah ambulans yang sedang menepi. dari kejauhan nampak seorang ibu, satu anak gadis dan seorang pria sedang menangis didalamnya. hal itupun membuat Emir penasaran dan menghampiri sopir ambulans itu.
"Assalamualaikum A, maaf ada apa ini??" tanya Emir.
Sopir ambulans itu menjawab, "Ini ada pasien seumuran kamu mau dibawa ke rumah sakit, namun karena jalanan macet dan tidak ada pengawal dia tak bisa terselamatkan dalam perjalanan."
Emir terdiam, "Innalillahi wainna lillaihi roji'un.. bolehkah saya bicara sebentar dengan orangtua gadis itu??" tanya Ezra.
"Boleh, bu.. anak ini mau bicara dengan ibu.." kata sopir ambulans itu.
__ADS_1
Ibu gadis itu turun dari ambulans itu, kemudian menemui Emir di pinggir jalan. "Ada apa mas??" tanya ibu.
"Baik bu, sebelumnya saya turut berduka cita atas meninggalnya anak ibu. kalau boleh tau, anaknya sakit apa ya??" tanya Emir.
Ibu itu menjawab, "Dia menderita penyakit lambung dan demam berdarah, dan gejalanya sudah terlalu parah."
Emir menyipitkan matanya, "Ya disatu sisi mungkin ini sudah jalannya, tapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar masalah seperti ini tidak kembali terjadi di kemudian hari. termasuk penanganan pertama orang yang sakit, jangan pake tradisional.. langsung bawa ke rumah sakit dan juga jika sudah terlalu parah harus disertai pengawalan yang tepat."
Ibu itu mengangguk, "Iya, kamu benar nak!!"
"Iya, oh yaudah... mau kita kawal sampai rumah untuk dilakukan pemakaman??" tanya Emir
Ibu itu menjawab, "Yaudah, ayo mas.. terimakasih ya!!"
"Sama sama.. ayo Jo.." seru Emir.
Emir dan Jojo berada di depan, lalu sirine ambulans itu berbunyi dan mereka pun melakukan pengawalan ke rumah gadis itu.
"Di Kampung Batu Rejo.. gang Semboja.." jawab pengemudi ambulans itu.
Jojo menjawab, "Baik.."
Emir dan Jojo membukakan jalur untuk ambulans itu, saat memasuki sebuah kampung. keduanya disambut bak pahlawan.
"Kalian segera ambil alih jenazah gadis itu, kami berdua izin pamit langsung pulang lagi ke kota." kata Emir.
"Baik.." jawab anak anak dan beberapa golongan tua yang senang dengan kedatangan kedua remaja itu.
Rumah sakit kasih Ibu.
Arhan memarkirkan motornya di depan rumah sakit, lalu ia memesan taksi online untuk adiknya itu.
__ADS_1
Abang Taksol : Dimana kak??
Arhan Natama : Di Parkiran Rumah Sakit Kasih Ibu, saya pake seragam putih rompi abu. motor saya tipenya Ducati Desmosedici.
Abang Taksol : Woke kak siap..
Arhan menghampiri pak security, "Pak nanti kalau ada mobil X dengan plat F 777 FDZ, bantu parkir ya.. nanti adik saya mau pulang soalnya."
"Baik mas.." jawab pak security itu.
Arhan menghampiri Echa yang sedang duduk di kursi roda bersama Icha di lobby rumah sakit. "Sebentar ya, taksinya lagi Aa pesan."
"Iya.." jawab Echa.
Tak lama, sebuah mobil X dengan plat nomor F 777 FDZ masuk areal rumah sakit. lalu pak security membantu memarkirkan mobil itu.
"Ayo Echa.." ucap Arhan yang menggendong Echa ke dalam mobil itu. setelah adik adiknya masuk ke dalam mobil, Arhan memasukan barang bawaan di bagasi belakang.
"Sudah.. ayo kita pulang!! Pak.. terimakasih ya!! ini ada buat beli rokok dikit." kata Arhan sambil memberikan uang sepuluh ribu kepada pak security.
"Aduh mas... terimakasih ya!!! yo hati hati.. jangan sampai balik lagi kesini ya!!" pesan bapak itu.
"Hehe iya... mari pak!! Assalamualaikum.." ucap Arhan.
"Waalaikumusallam.." jawab pak security itu.
*******
Yuk Like, Vote dan Komen Cerita ini..
Yuk Jangan lupa like dan Follow Instagram milik Author..
__ADS_1