
Di sekolah, Emir dan anak anak lainnya sedang berbincang di sebuah kantin yang kosong karena semua siswa dan staff berpuasa ramadhan.
"Nanti sore kita ngabuburit kemana nih??" tanya Ricko.
Emir menjawab, "Kita ke Terminal Baranangsiang saja, sekalian saya mau jemput saudaranya si Arhan. kita hunting foto bus disana, si Arhan kebetulan nanti ada job dari papakku untuk beli barang ke Jakarta."
"Ohh pantas saja hari ini sedang tidak masuk!! berarti nanti dia susulan dong??" tanya Rendi.
Emir mengangguk, "Iya, dia susulan. sudah konfirmasi ke bu Tati."
"Krriiiinggg!!!"
"Sudah bel, mari kita bertempur lagi dengan kertas ujian." seru Emir.
Rendi menjawab, "Iya ayo.."
Emir dan yang lainnya kembali berjibaku dengan kertas ujian, sedetik kemudian Arunika mendadak jatuh pingsan.
"Bruuukkk!!!"
"Arunika!! ayo teman teman bawa dia ke UKS.." perintah Mentari sebagai koordinator perempuan di kelas itu.
Intan, Dara, Raihana dan Sabrina mengambil tandu di UKS. lalu mereka membawanuamenuju kelas.
"Ayo angkat!!" seru Sabrina.
Arunika dibawa ke UKS, lalu Emir, Rendi, Ricko dan Jojo melanjutkan mengerjakan soal soal ujian itu.
Setelah ujian usai, Emir dan anak anak lainnya berjalan menuju UKS. untuk memastikan jika Arunika baik baik saja.
"Bagaimana kondisi Arunika??" tanya Emir.
__ADS_1
Mentari menjawab, "Alhamdulillah, sudah ditangani oleh petugas UKS dan Bu Dedeh yang memang sedikit paham soal ilmu kedokteran. katanya sih kena asam lambung, dia sendiri cerita bahwa punya memiliki riwayat asam lambung sejak kecil."
Emir mengangguk, "Alhamdulillah atuh, nanti kamu bantu ya untuk mengantar Arunika pulang." perintah Emir.
"Siap Emir.." jawab Mentari.
Emir tersenyum, "Oke, saya mau jemput teman dulu di terminal."
"Iya hati hati.." pesan Mentari.
Emir beranjak dari UKS, lalu Mentari menghampiri Arunika yang akan diantar pulang oleh Intan yang kebetulan memiliki mobil.
"Ayo.. hati hati jalannya!!" pesan Mentari yang memapah Arunika bersama Lulu dan Sabrina.
Arunika menaiki mobil milik Intan, lalu Sabrina dan Mentari duduk disamping kiri dan kanan. sedangkan Lulu duduk di sebelah Intan yang mengemudikan mobil.
Di perjalanan, Emir mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. di belakangnya ada Rendi, Jojo, Ricko, dan Arfan yang mengikuti.
Raditya Akbar F : Assalamualaikum, dirimu pakai baju apa??
Emirsyah Pratama : Waalaikumusallam, pake baju putih, rompi abu celana putih.
Raditya Akbar F : Okey
Tak lama, Radit menghampiri Emir yang sedang memotret bus bersama teman temannya.
"Assalamualaikum.." ucap Radit..
"Waalaikumusallam.. nih pakai helmnya, alamatnya sesuai aplikasi ya!!" balas Emir.
Radit terdiam, "Kau kira ini ojek online??"
__ADS_1
Emir tertawa, "Tenang, aku cuman bercanda kok.. kalian mau buka bersama dirumahku??" tanya Emir.
"Yowes.. kita sih menyesuaikan!!" jawab Rendi.
Emir mengangguk, lalu ia menancapkan gas motornya.
Jam setengah lima sore
Emir menepikan motornya ke sebuah minimarket untuk membeli mie instant dalam cup, Emir dan Radit pun turun dari motor dan masuk ke dalam minimarket itu.
"Selamat datang di Sky Mart.." ucap kasir minimarket itu.
Radit tersenyum, "Juga kak, baru disini doang aku datang disambut dengan ramah. kalau di kampung gila baru juga datang bukan hanya dilempari oleh bunga, tapi sama potnya. udah itu ada kata kata indah segala, beruntung sekali yang tinggal di kota ini."
"Tidak begitu juga kali.." jawab Emir yang mengambil beberapa mie instant dalam cup untuk berbuka nanti.
Anak anak yang lain pun mengikuti, setelah Emir memberikan barang belanjaannya ke kasir. Emir mengeluarkan dua lembar seratus ribuan dari sakunya.
"Ini kak.. sekalian sama anak anak ya?!" kata Emir.
kasir itu menjawab, "Oke, terimakasih kak.. silahkan datang kembali.."
"Sama sama... nih bawa masing masing dalam tas." perintah Emir.
"Siap.." jawab Rendi.
*****
Raditya Syafril Maulana Al Ikhsan, anak kakak dari mama Nadhira. atau sepupu Emir, tapi Emir tetap memanggil kakak walaupun usia Radit setara dengan Syilla karena sistem di keluarganya.
Yuk, Like dan Vote Cerita iniππππ
__ADS_1