PRATAMA

PRATAMA
Episode 50 : Tetap Berbuat baik


__ADS_3

Usai dishalatkan, jenazah kak Rina dibawa menuju pemakaman menggunakan ambulan. serta pengawalan yang akan dilakukan langsung oleh Rendi dan Jojo, setelah semuanya siap. Rendi dan Jojo menyalakan sirine di motornya, lalu ia menancapkan gas motornya lalu pergi ke pemakaman itu.


"Jalur sudah terbuka!! tetap di kecepatan standar!!" perintah Rendi.


Jojo mengangguk, "Baik.."


Mereka melalui lintasan yang cukup berliku, dan di perjalanan mereka memberikan kode kepada kendaraan lain untuk membuka jalur.


"Ayo pak!! Permisi ya!!" ucap Rendi dengan ramah.


semua kendaraan pun menepi, Rendi, Jojo serta ambulan itu berjalan di tengah jalur yang terbelah.


"Woww... keren!!" ungkap Mentari yang memotret Rendi dan Jojo menggunakan kamera ponsel miliknya.


Setibanya di pemakaman, Rendi dan Jojo turun dari motor. lalu mereka ikut membantu menurunkan keranda dari dalam ambulan.


"Sini kita bantu!!" ucap Rendi yang turut membawa keranda itu menuju tempat pemakaman.


Sementara itu, Emir yang sedang mencuci mobil miliknya. melihat seorang kakek yang menjual pisang di pagi hari pada bulan Ramadhan. niat baik pun muncul, ia memanggil kakek itu.


"Pak, sini!!" panggil Emir.


Pria tua itu menghampiri Emir, lalu menawarkan dagangan miliknya. "Silakan mas, mau pisang apa??"


Emir tersenyum, "Yang ini aja tiga sikat, tapi saya bayar semua."

__ADS_1


"Oh, terus bagaimana sisanya??" tanya pria tua itu yang kebingungan saat melihat Emir mengeluarkan uang lima lembar seratus ribuan.


Emir menelepon seseorang, "Halo?? Assalamualaikum Ustadz, maaf saya mau menyumbang pisang untuk buka bersama di masjid. ini antar langsung ke masjid atau ke rumah pak Ustadz ya??"


Ustadz Afwan menjawab, "Waalaikumsallam, tidak apa apa... nanti saya kesana, kebetulan saya habis dari luar kota dan melintas tepat di depan rumah kamu. Jazakallah Khairan Emir.."


Emir mengangguk, "Baik, saya tunggu. Wassalamualaikum.."


"Waalaikumsallam.." jawab Ustadz Afwan.


Emir memberikan uang itu, "Ini untuk bapak, nanti tunggu guru saya yang akan mengambil sisanya untuk buka bersama nanti."


"Alhamdulillah, terimakasih..." ucap bapak itu.


"Sama sama.." jawab Emir.


Emir tersenyum, lalu ia berjalan masuk ke dalam rumahnya sambil membawa pisang itu.


"Kiya, bawa pisang ini ke dapur.. tutup dengan tudung saji. itu untuk berbuka puasa nanti." perintah Emir.


Kiya menjawab, "Baik, siap Emir.."


Pemakaman selesai, keluarga kak Rina menaburkan bunga di kuburan itu. "Tidur yang lelap ya kak.." ucap Rifan, adiknya yang masih kelas 9 SMP.


Rendi menenangkan Rifan dengan cara menepuk pelan bahu lelaki berusia 14 tahun itu. Jojo pun ikut menenangkan, sementara kedua orangtuanya masih shock sehingga sangat tidak memungkinkan bagi Rendi untuk membicarakan soal Emir.

__ADS_1


"Keadaan sedang kurang baik, mungkin nanti saja saya sampaikan salam dari Emir." gumamnya dalam hati.


Jojo memberikan kode pada Rendi agar membawa Rifan pulang, karena hari semakin siang.


"Ayo Fan, kita pulang.." seru Rendi.


Rifan mengangguk, "Baik kak.."


Rifan menumpang di motor Rendi, lalu mereka berdua kembali menuju rumah.


"Andai kakak tidak ikut dalam acara itu.." ucap Rifan.


Rendi terkejut, "Acara apa??" tanya Rendi.


Rifan menjawab, "Acara buka bersama, sekaligus pengenalan kakakku ke keluarga besar calon suaminya.".


Rendi kembali bertanya, "Kamu tahu soal kecelakaan kakakmu itu??" tanya Rendi.


"Iya, kakakku kecelakaan mobil bersama keluarga calon suaminya. baru kakakku saja yang ditemukan, dan juga saat itu kata tim penyelamat. saat sedang membicarakan soal anaknya, tiba tiba jenazahnya muncul." jawab Rifan.


Rendi tersenyum, "Itu sudah bukan hal yang asing bagi saya, sudah ada lima kali saya menemukan korban kecelakaan atau tenggelam setelah membicarakan soal si Emir. mungkin saja para tim tidak menyadari keberadaan jenazah kakakmu itu, jangan percaya yang aneh aneh."


Rifan mengangguk, "Baik.."


****

__ADS_1


Yuk Like, Vote dan Komen..


__ADS_2