PRATAMA

PRATAMA
Episode 1


__ADS_3

Emir, Arhan dan Anton mengikuti lomba cerdas cermat tingkat SMP di balai kecamatan. ini merupakan momen langka, dimana Emir hanyalah peserta pengganti. Mentari, sahabatnya justru jatuh sakit sehari sebelum lomba itu dimulai. Emir yang sedang sekolah pun dipanggil untuk mengisi kekosongan tim agar mereka bisa terus mengikuti perlombaan itu.


"Baik, tiga soal terakhir... penentuan juara pada lomba kali ini. kalian semua siap??" tanya bu Desi, juri lomba itu.


Emir dan anak anak lainnya menjawab,"Siap.."


Bu Desi membacakan soal, "Baik, soal bahasa inggris someone like you adalah arti dari.."


Emir mengangkat tangan, "Baik, seseorang sepertimu."


"Benar... 100 untuk tim A.." ucap bu Desi.


Emir bersalaman dengan Arhan dan Anton. "Bagus, habiskan dua lagi tanggung." perintah Ezra.


"Oke.." kata Anton dan Arhan.


Bu Desi membacakan soal selanjutnya, "Oke, soal pengetahuan umum. apakah ibukota dari negara Belgia??"


Arhan mengangkat tangan, "Baik, jawabannya Brussels bu."


Bu Desi tersenyum, "Benar.. 100 untuk tim A.."


Arhan memasang wajah dinginnya, "Satu lagi.. ayo Anton.."


Bu Desi membacakan soal terakhir, "Baik, kategori pengetahuan umum. sebutkan salah satu kota di daerah Australia dekat Melbourne??"


Anton memberi kode pada Ezra jika ia tidak tahu, "Kamu aja jawab.."

__ADS_1


Emir mengangkat tangannya, bersamaan dengan seorang gadis tim lawan yang juga merasa tahu jawaban soal itu.


"Tim A silahkan.." kata bu Desi.


Emir menjawab, "Perth bu.."


Bu Desi berkata, "Salah, silahkan tim B.."


gadis itu menjawab, "Sydney bu.."


Bu Desi tersenyum, "Benar, selamat untuk tim B menjadi juara pertama lomba cerdas cermat antar SMP dan selamat kepada tim A menjadi runner up."


Emir bersalaman dengan tim B, "Selamat ya... kita agak lupa letak wilayah. biasanya kita tahu soal itu."


gadis itu menjawab, "Iya, padahal selisih poinnya tipis lho.."


Kiya yang menaiki kursi roda dan didorong oleh Arsyilla menghampiri Emir lalu mengucapkan selamat.


"Emir!!!! selamat ya!!" ucap Kiya dan Arsyilla.


Emir tersenyum, "Terimakasih, maaf cuman sampai juara dua.."


"Gapapa, bagus kok... lagian kamu ikutan lomba karena gabut kan??" tanya Arsyilla.


Emir terdiam, "Jangan bongkar aib saya dong!!"


"Ehh iya..maaf!!" kata Arsyilla.

__ADS_1


Emir tersenyum, "Yaudah, kita makan bakso di depan kantor kecamatan yuk!!" seru Ezra.


"Yaudah ayo.." jawab Kiya dan Arsyilla.


Di kedai bakso, Emir, Arhan, Anton, Arsyilla dan Kiya sedang makan bakso pak Ramli yang biasa berjualan di depan kantor kecamatan.


"Habis ini kita mau langsung pulang??" tanya Arsyilla.


Emir menjawab, "Iya, lagian udah capek juga.. dan siang nanti dikhawatirkan jalanan macet." gumam Emir.


"Iya.." jawab Kiya.


Setelah mereka menghabiskan bakso itu, pria berdasi yang sebelumnya yang terluka karena serangan tiga elang itu datang dan berusaha menghajar Anton.


"Pengkhianat!!!" teriak pria itu.


Emir menahan tangan pria itu, lalu ia menatap pria itu tajam. "Mengapa bapak menyebut dia pengkhianat jika bapak memperlakukan dia secara tidak pantas??" tanya Ezra.


"Kamu jangan ikut campur!!" tegas pria itu.


Emir melindungi Anton, "Dia memang tidak pantas tinggal satu atap dengan orang egois seperti bapak."


"Kamu memang tidak diajarkan sopan santun ya!!!" teriak pria itu.


"Memang sudah seharusnya seperti itu, maaf pak.. saya dan yang lainnya harus pergi. permisi!!" ucap Emir yang pergi pulang bersama Arhan, Anton, Arsyilla dan Kiya.


********

__ADS_1


Ayo Like, Vote dan Komen...


__ADS_2