
Dreerrrttt!!!
Arhan yang baru terbangun meraba meja di dekatnya, entah siapa yang menelepon di pagi buta seperti ini.
"Halo?? Assalamualaikum.." ucap Arhan.
Raisha menjawab, "Waalaikumusallam, bang Arhan ke rumah sakit dong!! si Echa sakit.. pengen ditemenin abang katanya."
Arhan yang masih mengumpulkan nyawanya pun memakai kacamata miliknya, lalu ia bergegas pergi ke kamar mandi untuk bersiap siap.
"Emir, ane hari ini izin tidak masuk karena mau temani adik dulu. mungkin besok ane bisa atur waktu menemani adiknya." kata Arhan.
Emir menjawab, "Yowes, hati hati ya... bilang ke si Echa nanti A Emir bakalan jenguk."
"Oke, terimakasih.. yaudah ane pergi dulu.." kata Arhan yang mengenakan celana panjang abu abu dan jaket berwarna merah.
Emir pergi ke ruang makan, lalu ia menyantap menu sarapan bersama Syilla dan Kiya.
"Si Arhan mau kemana??" tanya Syilla.
Emir menjawab, "Ke rumah sakit, adiknya lagi sakit."
Syilla mengangguk, "Ohh, jadi hari ini dia tidak masuk dulu??" tanya Syilla.
Emir menjawab, "Iya, nanti Ezra sampaikan ke Bu Tati.
Syilla menggarukkan kepalanya padahal tidak merasakan gatal, " Bu Tati siapa?? wali kelas kamu??"
Emir berpikir sejenak, "Iya, kita beda server. susah juga untuk menjelaskannya." gumam Emir.
"Yaudah, kamu kalau mau berangkat duluan silakan. aku mau beres beres dulu sama Kiya." kata Syilla.
Emir mengangguk, "Oke, Ezra berangkat ya!! Assalamualaikum.." ucap Ezra.
__ADS_1
"Waalaikumsallam.." jawab Syilla.
Emir mengendarai motornya menuju sekolah, sementara itu Arhan yang baru tiba di rumah sakit berjalan melalui lorong yang sangat sepi.
"Permisi, sepi... gelap lagi.. Echa dirawat dimana ya??" tanya Arhan yang kebingungan.
Seorang suster memanggil Arhan, "Mas, lagi ngapain di depan kamar mayat seperti ini??" tanya suster itu.
"Ehh, aduh salah kamar.. maaf sus, ruang melati dimana ya??" tanya Ezra.
Suster itu menjawab, "Itu disana mas.."
"Oke, saya kesana sekarang..." jawab Arhan yang berjalan ke ruang rawat melati.
Setibanya disana, Arhan langsung disambut oleh Raisha. adiknya yang sangat jarang ia kunjungi.
"Bang, lihat tuh... si Echa sakit demam berdarah. dia dari semalam sempat teriak teriak sambil menangis pengen ketemu kamu." kata Raisha.
Arhan mengangguk, lalu ia berjalan masuk ke ruang perawatan lalu menemui Echa di dalam ruangan itu.
Echa memperbaiki posisi tubuhnya agar bisa bersandar di bahu abangnya itu, "Abang kenapa enggak mau tinggal sama aku, kak Raisha dan mama sih?? kok bang Arhan malah tinggal sama mas Ezra??" tanya Echa.
Arhan tersenyum, "Karena abang ingin mencari suasana baru, lagipula sekarang sebenarnya abang sudah punya rumah sendiri. namun, belum sempat dirapikan dan masih berantakan. rumah itu sudah sepuluh tahun kosong namun setelah Emir dan bang Arhan check, aman kok tidak ada apa apa."
"Terus, mau abang apakan rumah itu??" tanya Echa.
Arhan menjawab, "Mau abang jadikan untuk tempat kamu, mama dan kak Raisha tinggal. sehingga kamu tidak perlu lagi berurusan dengan orang orang kampung yang sedang sedang tidak baik baik saja.. sehingga kamu terbaring seperti ini."
Echa tersenyum, "Abang akan bawa Echa keluar dari kampung itu??"
"Iya, mungkin setelah dari sini abang akan langsung membenahi dan mempersiapkan rumah baru untuk keluarga kita." kata Arhan.
Echa mengangguk, "Iya, terimakasih ya bang.."
__ADS_1
Arhan tersenyum, "Sama sama."
Emir yang baru saja tiba di parkiran sekolah, disambut oleh Rendi dan Jojo yang memang sengaja menunggu Ezra di tempat itu.
"Assalamualaikum.. kalian sudah lama disini??" tanya Emir.
Jojo menjawab,"Tidak, ini juga baru sampai.. si Arhan mana??" tanya balik Jojo
"Dia lagi di rumah sakit, menemani adiknya yang lagi sakit." jawab Emir.
Arunika dan anak anak lainnya kebetulan melintas dan menghampiri Emir. "Assalamualaikum, selamat pagi Emir.."
"Waalaikumusallam, ah iya nanti si Arhan tulis izin menemani adiknya di rumah sakit." kata Emir..
Arunika mengangguk, "Oke, terus kamu mau kemana emang?? enggak langsung ke kelas??" tanya Arunika.
"Biasalah..." jawab Emir sambil mengedipkan sebelah matanya.
Arunika baru teringat sesuatu tentang Sabrina, "Oh iya, kamu tau enggak?? kalau si Sabrina sama sepupunya jadi korban penculikan??"
"Yang benar saja kamu?? jadi dia juga enggak sekolah hari ini??" tanya Emir.
Arunika menjawab, "Iya, alhamdulillahnya dia selamat. dan akan izin tidak masuk beberapa hari ke depan untuk pemulihan trauma. tapi, yang bikin aku bingung. katanya ada tiga ekor burung, dua Rajawali dan satu elang yang memberikan jalan kepada mereka untuk menyelamatkan diri. masalahnya, kok bisa ya??" tanya Arunika.
Emir menjawab, "Ceritanya panjang, mending baca dulu novel saya di toko matrial terdekat."
"Toko buku kali Emir, mana ada di matrial??" tanya Arunika.
"Itu maksud saya, yaudah ayo ke kelas.." seru Emir.
"Oke.." jawab Jojo dan Rendi.
***
__ADS_1
Yuk Like, Vote dan koment cerita ini..