PRATAMA

PRATAMA
Episode 12


__ADS_3

Sambil menyantap cemilan gorengan dan minuman es buah, Emir dan anak anak lainnya sedang melakukan pengeditan video film mereka yang berjudul Besok Senin.


"Jadi ini kan buat video iklan produknya sudah, tinggal edit video film saja. ini video iklan apa kita kirim duluan saja ke email yang tertera di instagramnya SMA Rimba Mulia ya??" tanya Jojo.


Emir menjawab, "Yaudah, kirim aja.."


Jojo mengirimkan video iklan itu ke email sekolah penyelenggara lomba, sementara itu Rendi, Emir dan Arhan berjibaku menyusun beberapa hasil shoot itu menjadi sebuah film yang utuh.


"Ini shootingnya berapa lama Emir??" tanya Rendi.


Emir menggaruk kepalanya, "Hmm... ada mungkin tiga minggu mah, soalnya enggak setiap hari shootingnya."


"Ohh yaudah, ini sih filmnya enggak terlalu berat... perkiraanku sih malam ini jam dua belas bakalan beres. tinggal mengatur alur ceritanya saja." ujar Rendi.


Emir mengangguk, "Oke.."


Arhan meminum es boba miliknya, "Emir, kenapa ya kita waktu TK sampai kelas tiga SD enggak diajarin reaksi kimia, algoritma, Statistika, Phytagoras sama Hukum Newton dan rumus geometri??"


Emir menatap Arhan, "Pernah ditimpuk pakai sandal tidak Han?? pliss atuh jangan cari perkara dong!!"


Arhan tersenyum tipis, "Ya maaf, ini kita kapan postingnya??" tanya Arhan yang mengalihkan topik.


"Bisa bisanya mengalihkan topik, yaudah nanti besok pagi kita upload di channel SkyTeam." jawab Emir.


"Mengoke.." balas Arhan.


Tok...tok...tok...


"Assalamualaikum.." ucap Yashmine yang berdiri di depan rumah Emir.


Syilla yang sedang menonton televisi bersama Kiya, berjalan ke ruang depan untuk melihat siapakah yang datang ke rumahnya pada sore hari seperti ini.

__ADS_1


"Waalaikumusallam... eh kak Yashmine, silakan masuk.." ucap Syilla dengan ramah pada Yashmine.


Yashmine masuk ke dalam rumah Emir yang luas itu, lalu ia duduk di ruang tamu. "Yaudah, sambil aku ambilkan minum.. kakak tunggu saja disini ya!!"


"Baik.." jawab Yashmine.


Syilla menemui Kiya di ruang keluarga, "Kak Kiya, itu ada tamu. kak Yashmine, coba kak Kiya temani dulu.."


"Oke.." jawab Yashmine.


Kiya menemui Yashmine di ruang tamu, saat gadis itu muncul dari atas tangga. Yashmine bangkit dari duduknya, lalu ia memperhatikan wajah Kiya yang sekilas mirip dengannya.


"Hai, mau ketemu siapa??" tanya Kiya yang menuruni tangga.


Yashmine menjawab, "Mau ketemu si Emir, dia ada di rumah kan sekarang??" tanya Yashmine pada Kiya.


Kiya tertawa, "Dia sedang sibuk, mau apa emang??"


"Entahlah, tapi kata Emir ada hal yang mau dibicarakan.." jawab Yashmine.


"Ini minumnya, kak Yashmine dan Kak Kiya boleh duduk di kursi ini tidak?? ada hal yang ingin aku tanyakan." pinta Syilla.


Kiya dan Yashmine saling bertatapan, "Gimana?? kita duduk di bangku ini secara berdampingan??" tanya Yashmine.


Kiya menjawab, "Aku sih menyesuaikan saja.."


Kiya dan Yashmine duduk di kursi panjang, lalu Syilla memulai sesi pertanyaan itu.


"Pertama, tanggal berapa kalian dilahirkan??" tanya Syilla.


Kiya menjawab, "32 Februari??"

__ADS_1


Yashmine menatap Kiya tajam, "Mana ada??" tanya Yashmine.


"Eh maksudku 22 Februari.." jawab Kiya.


"Lah?? kok sama??" tanya Yashmine.


"Oke, selanjutnya... apa hobi kalian??" tanya Syilla.


"Melukis.." jawab Kiya dan Yashmine.


"Sama lagi, sekali lagi sama dapat gelas..." gumam Yashmine.


"Ketiga, aku kasih tantangan.. ini ada uang seratus ribu. kalian berdua harus jajan bersama beli makanan di sekitar rumah ini. dan mengobrol sesuka kalian, kecuali ghibah itu enggak boleh soalnya.. mau ga??" tanya Syilla.


Yashmine menjawab, "Oke, siapa berani??"


"Siapa takut mbak.." balas Kiya.


"Owh iya.. oke.." jawab Yashmine.


Di perjalanan, Yashmine dan Kiya menatap uang seratus ribuan itu. "Kira kira kita bisa beli apa dengan uang segini??" tanya Yashmine.


"Mana cukup atuh buat beli mobil mah, enggak usah yang terlalu mahal dulu. Lamborgini Sesto Elemento aja lah minimal." gumam Kiya.


Yashmine menatap Kiya, "Itu mah mahal pisan atuh, uang segini mah paling bisa lah seblak berdua."


"Seblak goceng, ini seratus ribu.. masih ada sisa.." gumam Kiya.


Yashmine mulai merasakan tujuan Emir meminta dirinya datang ke rumahnya sore ini. "Wajahnya Kiya sama kayak wajahku, apa jangan jangan Emir menyuruhku datang kesini ada tujuan tertentu ya?? ah semoga saja merupakan tujuan yang baik." batin Yashmine dalam hati.


"So Baksoooo..."

__ADS_1


**********


Yuk Like, Vote dan Komen cerita ini...


__ADS_2