
Mentari dan Lulu yang akan berangkat sekolah dan mengikuti ujian sedang menunggu bus kota untuk mereka tumpangi, lagi dan lagi masalah yang sama kembali mereka alami. yaitu berhadapan orang dengan masalah psikologis, untungnya ada Arfan yang selalu menggunakan bus kota walaupun dia adalah anak juragan ruko ternama di kota itu.
"Ini semua gara gara kalian!! anak saya jadi begini!!" teriak pria itu.
Arfan bangkit dari duduknya, lalu ia memberi kode kepada Mentari dan Lulu untuk menjauhi pria itu.
"Hiks..hiks.." Lulu meneteskan air matanya karena teringat oleh papanya.
Mentari pun menenangkan Lulu, tak lama bus kota datang dan Arfan pun mempersilakan Mentari dan Lulu untuk masuk lebih dulu. karena tinggal tersisa dua tempat.
"Kalian duluan saja, saya akan menunggu bus yang lain. katakan pada bu Tati jika saya datang terlambat." perintah Arfan.
Mentari mengangguk, lalu ia dan Lulu masuk ke dalam bus kota itu.
disaat yang sama, Emir melintas dengan menggunakan motor honda Astrea miliknya. ia pun mengajak Arfan untuk naik ke motornya.
"Cepat naik!!" perintah Emir.
"Gasskeun.." jawab Arfan yang naik ke motor Emir.
"Berangkat!!!" kata Emir sambil menepuk motor bebek miliknya.
Di perjalanan, Emir menjelaskan terkait lelaki bermasalah tadi.
"Fan, tadi itu lelaki memiliki masalah ini.." ucap Emir sambil menggerakkan satu jari di keningnya.
Arfan terkejut, "Oh begitu, pantas saja dia berkelakuan aneh seperti itu. kamu tahu apa yang sedang dia alami??" tanya Arfan.
Emir menjawab, "Setauku, dia terakhir menikahkan anaknya dua bulan yang lalu. sebenarnya cara dia itu cukup benar, yaitu menjodohkan anaknya dengan anak sahabatnya yang sedang sakit. jadinya anaknya itu terhindar dari mendekati zina."
"Terus salahnya dimana??" tanya Arfan.
Emir menjawab, "Dia memaksa anaknya, padahal saat itu anaknya sudah kelas tiga SMA. padahal begini, jika memang anaknya mau.. mungkin bisa ditunggu hingga ia lulus sekolah dulu."
"Benar juga, kadang orangtua terlalu ikut campur urusan anak apalagi jodoh. ya seharusnya sih memang jodoh datang dari yang maha Kuasa, hanya saja orangtua sebagai perantara seharusnya mengkomunikasikan lagi anaknya dengan baik agar masalah ini tidak terjadi di kemudian hari." ungkap Arfan.
__ADS_1
Emir mengalihkan topik, "Fan, di warungmu ada kelapa muda kah?? menu buka puasa ini mau bikin es kelapa muda."
"Ada, banyak kok semalam baru datang." jawab Arfan.
Emir mengangguk, "Baik, diriku pesan dua.. langsung kupas disana ya!!"
"Oke.." jawab Arfan.
Sesampainya di sekolah, Emir dan Arfan turun dari motor. lalu Arhan yang sudah tiba lebih dulu menghampiri bersama Rendi dan Jojo.
"Assalamualaikum.." ucap Emir.
"Waalaikumusallam, tumben agak telat Mir??" tanya Arhan.
Emir menjawab, "kamar mandinya antri, yaudah ayo masuk ke dalam kelas."
"Oke.." jawab Arhan.
Setibanya di kelas, Emir menghampiri Mentari yang sedang membaca buku Novel buatan Emir sendiri.
Mentari menjawab, "Ulangan Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, bahasamu sehari hari lah.."
"Owh, auto mengantuk sih nanti pas baca soalnya.. yaudah terimakasih.. permisi.." ucap Emir yang duduk di tempatnya.
Selama ulangan bahasa Inggris, Emir mengerjakan soal dengan begitu semangat. namun berbanding terbalik saat ia mengerjakan soal bahasa Indonesia yang membuatnya tertidur pulas di tempat duduknya.
"Sudah selesai Emir??" tanya bu Hana, pengawas ujian itu.
Emir terbangun, "Alhamdulillah sudah, kumpulkan dimana bu??" tanya Emir yang masih mengumpulkan nyawanya.
"Di depan sini saja, kamu cepat pulang.. jangan goda temanmu yang lain." perintah bu Hana.
Emir menjawab, "Baik bu,"
Emir berjalan menuju parkiran, Arhan pun turut mengumpulkan lembar jawaban miliknya. "Woi, Emir tunggu!!"
__ADS_1
Emir menoleh, "Bawain kelapa mau tidak?? diriku pakai motor Astrea soalnya."
"Yaudah mana uangnya??" tanya Arhan.
Emir memberikan uang lima puluh ribu ke Arhan, setelah itu ia menaiki motor bebek miliknya. "Nanti kamu bawa ke rumahku, kita mancing di sungai hari ini. sekalian ajak Arfan sekalian.."
"Oke.." jawab Arhan.
Emir beranjak dari parkiran sekolah, lalu Arhan pergi ke toko milik Arfan.
Setelah setengah jam mengendarai motor x ride miliknya, Arhan tiba di toko milik Arfan.
"Assalamualaikum, itu kelapa pesanan Emir bukan??" tanya Arhan.
Arfan menjawab, "Iya, totalnya jadi duapuluh lima. kamu disuruh ambil bukan??" tanya Arfan.
"Iya.." jawab Arhan.
"Oke.. ini kelapanya.." ucap Arfan.
Arhan memberikan uang lima puluh ribu pada Arfan, "Nih uangnya."
"Oke, ini kembaliannya.. terimakasih.." ucap Arfan.
"Sama sama, by the way mau ikut ngabuburit gak??" tanya Arhan.
Arfan menjawab, "Skip dulu, dagangan banyak.. pembeli lagi ramai.."
"Yowes, saya pulang dulu.. Assalamualaikum.." ucap Arhan.
"Waalaikumusallam.." jawab Arfan..
*****
Up terus ah, mumpung ide banyakš¤£
__ADS_1