
Mentari yang kini dalam keadaan lemah dibawa menuju ruang perawatan rumah sakit, sementara itu Rendi menghubungi Emir tentang kondisi Mentari.
"Halo, Assalamualaikum Emir.." ucap Rendi yang berada di lobby rumah sakit Citra Mulia.
Emir menjawab, "Waalaikumusallam, bagaimana kondisi Mentari??"
Rendi menggarukan kepalanya, "Nah itu dia, Mentari ditemukan dengan mulut tertutup lakban dan tangan terikat.. saya masih belum dapat info lagi apakah dirampok atau ada kemungkinan lain."
"Terus ada apalagi??" tanya Emir.
Rendi menjawab, "Ada seorang wanita usia limapuluh tahunan ditemukan sudah meninggal dengan wajah penuh luka. juga ada tongkat baseball yang menembus ke kaca jendela."
"Ooh... oke saya ke rumah sakit sekarang.." balas Emir.
"Syilla, Kiya, Anan, Anin.. kakak ke rumah sakit dulu.. ada teman kakak dirawat disana. kalian tetap dirumah dan jangan kemana mana." perintah Emir.
Keempat gadis itu menjawab, "Baik.."
Emir pergi ke rumah sakit menggunakan mobil Range Rover miliknya.
"Bagaimana kondisinya??" tanya Rendi.
Sabrina menjawab, "Masih dalam penanganan dokter.. sebenarnya dia kenapa sih?? kasihan aku liatnya.."
Rendi berpikir sejenak, "Rasanya ada yang tidak beres, coba nanti saya sama Emir dan anak anak lainnya ke rumah itu untuk membantu polisi dalam menyelidiki masalah ini."
"Aku percayakan semua itu pada polisi dan kalian, kasihan Mentari kondisinya memprihatinkan." jawab Sabrina.
"Lebih baik kalian pulang saja dulu, minta izin dengan orangtua kalian untuk menjaga Mentari. saya akan disini bersama Emir, Jojo dan Ricko." perintah Rendi.
Sabrina dan anak anak lainnya mengangguk, "Yaudah kalau begitu kami semua pulang dulu!!" ucap Sabrina.
__ADS_1
Rendi tersenyum, "Baik, hati hati dijalan!!"
Tak lama setelah Sabrina dan yang lainnya pulang, Emir baru tiba di depan ruang perawatan rumah sakit.
"Sore Ren, sudah ditangani oleh dokter??" tanya Emir.
Rendi menjawab, "Iya, kamu tau soal keluarganya tidak??" tanya Rendi.
Emir berpikir sejenak, "Kurang tau saya, nanti juga jika ada yang merasa kehilangan anggota keluarga akan kesini.. kan sudah kita beritahu media bahwa Mentari dibawa kesini."
"Benar juga.. yaudah nanti kita tunggu Sabrina kembali setelah itu baru kita ke tempat penyelidikan." seru Rendi.
Emir tersenyum, "Oke.."
Jam menunjukan setengah empat sore, Adzan Ashar pun berkumandang. Emir membangunkan Rendi dan Jojo yang sedang tertidur.
"Woy bangun!! shalat dulu.." kata Emir.
Jojo dan Rendi membuka matanya lalu mereka berdiri bersama Ezra dan Ricko.
Suster menjawab, "Di sebelah sana mas, mari sekalian sama saya mau sholat juga. tapi nanti shalatnya bergantian ya!! soalnya mushola kecil."
"Baik Sus, terimakasih.." ucap Emir.
Suster itu menjawab, "Baik, sama sama.. ayo mas.."
"Baik.." jawab Emir.
Emir dan kawan kawannya berjalan menuju mushola bersama teman temannya.
Emir mengambil air wudhu, lalu ia shalat Ashar berjamaah dengan keempat temannya itu.
__ADS_1
Sabrina keluar dari kamarnya, lalu ia berusaha berpamitan dengan kedua orangtuanya. "Mah, Pah aku pergi dulu ya!! mau jagain teman yang lagi sakit."
Mama Reva bertanya, "Kamu mau ngapain sih??"
Sabrina menjawab, "Mau jagain teman aku ma!! mama selalu bilang kalau aku enggak boleh ikut campur urusan masalah rumah tangga mama dan papa.. lebih baik Sabrina pergi jaga teman di rumah sakit daripada kuping kepanasan mendengar suara cacian dan makian yang keluar di rumah ini. mama dan papa selesaikan saja urusan pribadi itu. aku mau pergi dulu, Assalamualaikum.."
"Sabrina... Sab.." panggil mama Reva pada Sabrina yang sudah berjalan menjauh dan menaiki angkot.
Emir yang selesai shalat berjalan ke depan ruang perawatan. disana sudah ada Arunika, Lulu dan Rachel yang baru saja tiba.
"Kalian saya tinggal enggak apa apa?? kita berlima ada urusan sebentar." tanya Emir pada ketiga gadis itu.
Arunika menjawab, "Iya, enggak apa apa.. terimakasih ya Emir!!"
"Sama sama... kami pergi dulu, Assalamualaikum..." ucap Emir.
"Waalaikumusallam.." jawab Arunika.
Emir dan keempat temannya pergi keluar dari rumah sakit itu, tak lama Sabrina datang dan menemui Arunika di depan ruang perawatan Mentari.
"Assalamualaikum, si Emir dan anak anak lainnya kemana??" tanya Sabrina.
"Baru aja pergi.." jawab Arunika.
"Oh, bagaimana kondisi Mentari??" tanya Sabrina.
"Belum ada perkembangan.." jawab Arunika.
"Yowes, kalau begitu... kita pantau terus kondisi Mentari.. besok sistemnya estafet saja siapa yang mau menjaga Mentari. nanti bergantian waktu jaganya." kata Sabrina.
"Oke.." jawab Arunika.
__ADS_1
*******
Yuk Like, Vote dan Komen.. maaf Upnya kelamaan..