PRATAMA

PRATAMA
Episode 18


__ADS_3

Seorang tukang ojek online berhenti di depan rumah Emir, lalu bapak paruh baya itu berjalan menghampiri Emir yang sedang mencuci motornya.


"Assalamualaikum, benar ini mas Emir??" tanya bapak itu.


Emir menjawab, "Benar, saya sendiri.. ada apa ini??" tanya balik Emir yang mencuci tangannya dengan air bersih.


"Ini ada makanan dari mbak Yashmine, untuk mas Emir dan mbak Kiya... harap diterima, untuk pembayaran sudah dilakukan oleh mbak Yashmine." kata bapak itu.


Emie tersenyum, "Oh, Alhamdulillah.. terimakasih ya pak.. ini ada sedikit buat bapak.. insha allah bermanfaat." ucap Emir yang memberikan uang lima puluh ribu.


bapak itu mengangguk, "Alhamdulillah, terimakasih ya mas.. kalau begitu saya permisi dulu."


"Baik, sama sama.. hati hati dijalan ya pak!!" pesan Emir.


Emir membuka ponselnya, ternyata benar Yashmine mengirimkan makanan itu untuk dirinya dan Kiya.


Tabitha Yashmine : Assalamualaikum, Ezra maaf itu ada sedikit makanan dari aku... udah dapat izin kok dari mamanya Jojo. semoga kamu senang ya!! jangan lupa berikan sebagian pada Kiya dan adik adikmu yang lain.


Emirsyah P : Waalaikumusallam, terimakasih.. sudah saya terima.. nanti saya sampaikan ke Kiya.


Tabitha Yashmine : Baik Ez,..


Emir berjalan masuk ke dalam rumah, lalu ia menemui Kiya yang sedang memasak di dapur. "Kiya, ini ada makanan dari Yashmine... itu buat kamu.. kalau mau menyisakan untuk Emir dan Arhan, sedikit saja.. soalnya Emir sama Arhan lagi diet."


"Iya, ada apa dengan Emir?? si tukang makan tiba tiba bilang lagi diet?? hmm... nampaknya dunia sedang tidak baik baik saja.." gumam Kiya.


Syilla menggelengkan kepalanya, "Entahlah, tapi mereka sepertinya sedang tidak waras."


"Yaudah, daripada terlalu banyak bicara mending kita makan.." seru Emir.


Kiya mengangguk, "Iya.."


Dreeetttt!!!!


"Halo!!! selamat malam Yas.. maaf kita lagi pada makan.. dan ini makanan dari kamu.. terimakasih ya." ucap Kiya.


Yashmine menjawab, "Sama sama, semoga enak ya makanannya. itu aku sengaja bikin buat kamu.." jelas Yashmine.

__ADS_1


Anan dan Anin mendadak muncul di kanan dan kiri layar percakapan videocall itu. lalu Yashmine tersenyum karena kecantikan dua adik kembar Emir itu.


"Aaa!! kalian siapa namanya??" tanya Yashmine.


Anan menjawab, "Namaku Anandita, ini adikku namanya Anindita."


"Ohh begitu, muka kalian mirip sekali.. kalian kembar??" tanya Yashmine.


Anan menjawab, "Iya, kita berdua emang kembar. cuman beda selisih lima belas menit aja.."


"Begitu ya?? kakak juga seharusnya sama kayak kalian.. tapi saudara kembar kakak malah hilang entah kemana.." balas Yashmine.


Mendengar perkataan itu, Kiya semakin yakin bahwa pertemuannya dengan Yashmine kemarin memang sudah direncanakan oleh Emir.namun, ia tidak tahu apa rencana Emir selanjutnya.


"Udah dulu ya neleponnya, selamat makan!!! jangan tidur terlalu malam ya Kiya.." pesan Yashmine.


"Iya Yas, terimakasih.. Assalamualaikum.." ucap Kiya.


Yashmine menjawab, "Waalaikumusallam.. sama sama.."


"Siapa yang menelepon??" tanya Emir.


Kiya menjawab, "Yashmine, oh iya.. aku mau tanya sama kamu.. kenal Yashmine dari kapan??"


Emir tersenyum, lalu ia duduk dan memulai kisah Flashback beberapa hari setelah Yashmine sembuh.


"Jadi begini.." jawab Emir.


Flashback


Taman makam Umum Dreded Bogor


dengan menaiki kursi roda, Yashmine menangis di depan makam kedua orangtuanya. mama Rossa yang menemani pun berusaha menenangkan keponakannya yang kini yatim piatu itu.


"Sabar ya Yas, nanti kamu boleh kok tinggal dirumah bibi.." ucap mama Rossa sambil mengelus bahu gadis berusia sepuluh tahun itu.


"Bi... aku mau ikut sama mama dan papa!! aku enggak mau tinggal seorang diri!!" teriak Yashmine yang memukul kursi rodanya.

__ADS_1


"Yashmine... sabar!! kamu harus kuat sayang!!" pesan mama Rossa yang saat itu masih bersama Jojo.


Emir yang saat itu sedang makan di rumah Anton bersama Arhan kedatangan seorang gadis cantik yang cukup aktif dalam berbicara di depan publik. dia adalah Ashinta, orang pertama yang menyaksikan kekalahan Ezra dan Arhan juga saksi dari tindakan Ezra dan Arhan membalikan keadaan sehingga mereka berdua disebut sebagai pahlawan.


"Assalamualaikum.." ucap Ashinta.


"Waalaikumusallam, ada apa As??" tanya Anton.


Ashinta tersenyum, "Ini ada sedikit makanan dari mama, berikan itu pada dua pahlawan cilik ini."


Emir tersenyum, "Alhamdulillah.. terimakasih!!! mungkin ini adalah titik balik diriku. untuk melakukan sesuatu yang baru dan jarang dilakukan."


"Titik balik?? memang sebelumnya kalian berdua kenapa??" tanya Ashinta.


Emir menjawab, "Kami sejak kecil kesulitan mendapat teman.. sehingga tadi kami kalah pun karena tidak ada pendukung dan memberi kami support."


Ashinta dan Anton merasa iba, "Kasihan sekali!! yaudah kalian jangan khawatir.. sekarang kami berdua adalah teman kalian.. kami berdua akan selalu berada di belakang kalian."


Emir tersenyum, "Terimakasih, oh iya.. tadi aku lihat di rumah Anton ada foto dua bayi perempuan yang mukanya sama.. mereka kembar??" tanya Emir.


"Tepat sekali, dahulu memang Yashmine punya saudara kembar.. tapi saudara yang satunya itu hampir dibuang.. tapi berhasil dicegah oleh bu Nadhira hingga akhirnya diadopsi." jawab Ashinta.


Emir tersenyum, "Pantas saja, kok ada satu perempuan di keluargaku yang mukanya beda sendiri.. ternyata dia saudara kembarnya Yashmine. yaudah kalau begitu aku berjanji jika usianya Kiya sudah agak dewasa baru sedikit demi sedikit aku ceritakan soal jati dirinya."


"Baik aku pegang janjimu.." balas Ashinta.


Flashback off


"Nah begitu, sekarang sudah nampak kan progressnya??" tanya Emir.


Kiya menjawab, "Benar juga.."


"Yaudah Emir ke ruang kerja lagi dulu.. daahhh!!" ucap Emir yang pergi kembali ke ruang kerjanya.


*******


Ayo Like,Vote dan Komen Cerita ini!!!!!

__ADS_1


__ADS_2