
Jam setengah tiga dinihari
"Sahur..sahur.. Mir sahur Mir.." teriak Arfan yang ikut berkeliling bersama anak anak di komplek itu.
Emir menjawab, "Oke terimakasih, ini lagi goreng ikan dulu.."
"Siap.." balas Arfan.
Emir, Arhan, Kiya dan mama Nadhira bekerja sama menyediakan menu santapan sahur mereka. diselingi kegiatan nonton bareng pertandingan antara spanyol melawan Prancis.
"Gooollll!!!" teriak Emir dan Arhan yang sedang menyiapkan nasi.
Mama Nadhira dan Kiya hanya bisa tersenyum dan geleng geleng kepala melihat ulah Emir dan Arhan.
jam menunjukan setengah empat pagi, Emir membangunkan Anan dan Anin untuk makan sahur.
"Anan, Anin... ayo bangun!! kita makan sahur!!" ucap Emir.
Anan menjawab, "Whoamm... iya!!"
Anan dan Anin pergi mencuci muka, lalu mereka duduk di meja makan dan menyantap ikan goreng itu.
"Ini ikan yang kak Emir pancing??" tanya Anin.
Emir menjawab, "Iya, ayo makan... bismillahirrohmanirohim."
Mentari pun merasakan hal yang sama, ia menyantap makanan sahur dengan ikan goreng. namun bedanya, ia makan sahur seorang diri sambil melihat gemerlap langit malam.
"Assalamualaikum Mentari.. boleh ikut makan sahur bersama tidak??" tanya Lulu dan Arunika yang datang ke rumahnya itu.
"Lulu?? Arunika?? silakan duduk.. kalian tumben kesini??" tanya Mentari.
Lulu menjawab, "Karena Bu Resmi sedang ada acara keluar, dan kita diminta temani kamu.."
"Ohh.. Okelah, si Emir dan Arhan pasti lagi bikin konten hari ini. lihat saja, banyak pesawat lalu lalang dari tadi." gumam Mentari.
__ADS_1
Lulu menatap langit, "Iya, tidak seperti biasanya.. padahal disini bukan jalur lalu lintas udara tau."
Arunika menambahkan, "Jam segini penerbangan menuju Australia memang sedang ramai, jangan heran jika Emir dan Arhan melakukan spotting jam segini."
"Kok kamu bisa tahu??" tanya Mentari.
Arunika tersenyum
Flasback On
Emir sedang memotret bus di sepanjang jalan Tajur Ciawi, Arunika yang kebetulan baru turun dari bus setelah pulang dari jawa memperhatikan Emir secara seksama.
"Itukan Emir.." gumam Arunika.
Arunika pun diam diam mengikuti apa yang dilakukan Emir, yaitu memfoto bus yang melintas di tempat itu.
"Lah?? Emir kemana?? yaudah aku pulang saja.." gumam Arunika yang menaiki sebuah angkot berwarna biru.
Flashback Off
Arunika dan Lulu terdiam, lalu ketiganya melanjutkan makan sahurnya itu.
Jam menunjukan setengah lima pagi, Emir dan Arhan melaksanakan ibadah shalat subuh berjamaah di mushola.
Usai melaksanakan shalat subuh, Emir dan Arhan bertadarus sambil menunggu waktu agak terang dan mereka pergi ke rumah papanya dahulu.
Arhan memperhatikan jam tangannya, "Sudah jam enam kurang, mau berangkat sekarang??" tanya Arhan.
"Boleh juga, ayo.." jawab Emir.
keduanya pun menaiki motor, lalu pergi ke rumah nenek Emir.
"Barang barang ini akan dibawa sama siapa?? Mustafa tidak akan kesini bukan??" tanya bu Niar, nenek dari Emir.
"Sepertinya tidak, tapi Emir dan Arhan yang akan kesini.." jawab Reza, adik pak Mustafa.
__ADS_1
Tak lama, Emir dan Arhan datang lalu mereka disambut oleh orang orang di kampung itu.
"Assalamualaikum.." ucap Emir
"Waalaikumusallam.. eh cucu nenek sudah datang, mau ambil barang ini bukan??" tanya Bu Niar.
Emir menjawab, "Iya, sekalian minta obat.. si Syilla sakit.."
"Sakit apa emang??" tanya bu Niar.
Emir menjawab, "Demam, batuk dan pilek.."
"Yowes, nanti nenek kesana untuk obati Syilla.. sekarang kamu bawa saja barang barang ini." perintah bu Niar.
Emir menjawab, "Oke.."
******
Nama asli Adik adik Emir
Arsyilla Fitri Ramadhani Al Hakim, adik kedua Emir.
Adzkiya Rizqi Syabani, usia sepadan dengan Emir hanya beda enam bulan. adalah anak adopsi dari Bu Nadhira atau mamanya Emir.
Anandita Febri Fathanah Al Hakim, adik bungsu Emir.
Anindita Febri Aliwa Al Hakim, saudara kembar Anandita.
****
Hah butuh waktu lama untuk mencari konsep dan ide Episode selanjutnya..
Nanti Up lagi kok..
Kalau mau kasih kritik dan saran silakan๐๐๐
__ADS_1