PRATAMA

PRATAMA
Episode 67 : Keisengan Emir


__ADS_3

Jam menunjukan setengah delapan pagi, Emir dan Radit bersiap di sebuah tanjakan tangga sebuah tebing untuk menunggu kereta Api Melintas. tak lama, suara semboyan 35 Kereta Pangrango terdengar jelas dan wujud ular besi itu muncul dari balik sebuah perumahan.


"Nah bersiap..." perintah Emir.


Radit menjawab, "Siap, kereta api pangrango dengan delapan rangkaian.."


Kereta itu melintas dengan kecepatan tinggi, usai menspot kendaraan itu. Emir dan Radit kembali ke rumah bu Yati.


"Mau beli sarapan dulu??" tanya Emir.


Radit menjawab, "Lha, bukannya Anan sama Anin sudah menyiapkan sarapan ya??"


Emir menjawab, "Iya juga, yaudah deh kita makan ketupat sama opor ayam aja.."


"Yowes.." jawab Radit


Di rumahnya, Rifan menyuapi Tsabita yang sedang sakit. Yoga juga yang akhirnya menjemur pakaian di samping rumah.


"Kak sudah ah makannya, rasanya tidak enak!!" gumam Tsabita.


Rifan mengangguk, "Yaudah, nih minum dulu.. sekarang kamu lanjut istirahat ya sampai kamu benar benar pulih.."


"Iya.." jawab Tsabita.


Tsabita kembali berbaring di tempat tidurnya, lalu Rifan ke dapur untuk menyimpan piring di wastafel.


"Dududu.... spotting kagak, menganggur di rumah iya.." gumam Yoga.


Rinjani yang baru saja tiba di rumah Rifan, bersama keluarga besar suaminya merasa terkejut.


"Assalamualaikum, Eh Yoga.. kok kamu yang jemur pakaian??" tanya Rinjani.


Yoga menjawab, "Kak Tsabita sakit, jadinya kak Rifan yang jagain dia sekaligus mencuci pakaian dan urus rumah. lah ini sekarang aku yang jadi tumbal."


Rinjani tak kuasa menahan tawanya sambil menggendong anaknya yang baru berumur enam bulan.


"Yaudah masuk saja dulu,.." ucap Yoga yang bersalaman dengan keluarga besar mas Roni, suami Rinjani.

__ADS_1


Rinjani dan Mas Roni menjawab, "Yaudah ayo..."


Mereka masuk ke dalam rumah, Rifan yang mendengar ada suara Rinjani segera turun dari lantai dua dan menyambut adiknya dan keluarga besar suaminya itu.


"Rin... selamat lebaran ya!! ini ini buat anakmu.." ucap Rifan yang memberikan sebuah amplop bergambar logo produk miliknya.


Rinjani menjawab, "Terimakasih, iih dede dapet.."


"Sama sama, itu buat si dede... bukan emaknya!!" balas Rifan.


Rinjani mengangguk, "Iya, ini buat beli biskuit sama popok si dede.."


"Nah Nice, silakan duduk dulu... maaf kue cuman ada segini.." kata Rifan.


Roni menjawab, "Iya, eh mas Rifan enggak kemana mana kan??"


"Enggak, saya bakalan di rumah kok.." balas Rifan.


Roni mengangguk, "Ohh, yaudah... nanti mas sama Rinjani menginap disini. mama sama papa dan keluarga besar pulang, besok mau ada tamu lagi soalnya.."


"Oke.." balas Roni.


Emir dan Radit tiba di rumah, lalu mereka menghampiri Anan, Anin dan Syilla yang sedang masak opor ayam.


"Ayo siapa aku??" tanya Emir yang menutup kedua mata Anan.


Anan berbalik, "Ihh kakak, kirain siapa..."


"Udah matang belum?? kakak lapar Nih.." gumam Emir yang mengelus perutnya.


Anan menjawab, "Nih udah aku siapin, langsung makan aja sana.."


"Yaudah... kakak makan dulu.." jawab Emir.


"Assalamualaikum.." ucap Rama, teman Rifan yang datang ke rumah bu Yati.


Yashmine menjawab, "Waalaikumusallam, eh mas Rama.. silakan masuk!!"

__ADS_1


"Iya, terimakasih.." jawab Rama.


Rama duduk di ruang tamu, lalu Emir dan Radit melintas. "Weh ada Kak Rama, selamat lebaran ya!!"


"Iya.. sama sama." jawab Rama.


Emir dan Radit duduk di depan Rama, "Maaf kita makan dulu, tapi sebelumnya tumben kesini sendiri?? kak Marselinonya mana??"


"Biasa, dia lagi sama keluarga besarnya.. nah kebetulan saya kesini mau mengajak Yashmine." jawab Rama.


Emir meminum segelas air, "Kemana??"


"Ke jenjang pernikahan, kebetulan saya dan Yashmine sudah kenal sejak lama. tapi dalam ini bukan pacaran." jawab Rama.


Emir tersenyum, "Kenapa bilang ke saya?? bilang sama yang bersangkutan dan keluarganya. saya disini hanya sebagai fasilitator."


"Oh begitu ya?? rumah keluarganya dimana??" tanya Rama.


"Besok Kak Rama kesini dulu, nanti kita antar ke rumah keluarganya.." jawab Emir.


Rama menjawab, "Oke..."


"Kiya, aku diajak nikah sama Kak Rama.." ucap Yashmine pada Adzkiya.


"Kamu mau??" tanya balik Kiya.


Yashmine menjawab, "Iya, kan dia kakak kelas aku waktu SMA.."


"Yaudah deh, selagi itu yang terbaik buat kamu dan demi kebahagiaan kamu aku rela dilangkahin. bilang sama Kak Rama, saat lamaran nanti, bayar uang kelangkahannya jangan terlalu besar. semampu beliau saja.." pesan Kiya.


Yashmine menjawab, "Iya..."


******


Selamat Lebaran Ya!! Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.


Yuk Like, Vote dan Komen Cerita ini...

__ADS_1


__ADS_2