
Emir dan kawan kawannya memasuki sebuah gapura gerbang depan kampung itu, lalu keempat remaja itu melalui jalanan yang super berliku seperti rumus biologi.
"Ku kira jalanannya bakal mudah, kenyataannya sama kayak ke rumah Jojo waktu itu. kasihan motorku harus kena kotor lagi." batin Rendi.
Emir menjawab, "Harap maklum ya!! namanya juga jalanan kampung."
Rendi hanya bisa pasrah sambil motor gedenya berjibaku menghadapi jalanan kampung yang berliku juga berdebu.
"Uhukk!!!Uhukkk!! woy yang di depan bawa motornya kalem dong!! jangan kasih debu kesini." pinta Jojo.
Emir menoleh, "Maaf.."
Kedatangan Emir disambut baik oleh orang orang di kampung itu, berbanding terbalik dengan beberapa tahun yang lalu yang disambut dengan cacian dari masyarakat.
"Mir, mau kemana??" tanya Anton dan Andra.
Emir menjawab, "Mau jemput adik, pengen menginap di rumah katanya."
"Oh yaudah, sini kita temani." jawab Andra dan Anton yang mengawal Emir dan kawan kawannya.
Mendengar suara desitan motor yang sudah ia kenali milik abangnya itu, Anan dan Anin keluar dari rumah lalu menemui Emir yang baru saja tiba bersama teman temannya.
"Aa.. mau langsung berangkat apa makan dulu??" tanya Anin.
Emir menjawab, "Makan dulu, kasihan teman teman kakak sudah pada kelaparan."
"Apaan sih Ezra.." gumam Rendi.
__ADS_1
"Krruuuukkkk!!!"
"Nah kan?? apaan tuh???" tanya Jojo.
Rendi tersenyum, "Hehe, iya.."
"Mau pada makan apa??" tanya Anin pada teman teman Emir.
Rendi menjawab, "Singkat saja, mie rebus saja dek.. percuma mereka jawabnya pada kelamaan semua."
"Yaudah ayo masuk saja dulu semua.." seru Anan.
Rendi menjawab, "Oke dek, sebentar buka sepatu dulu."
Emir dan kawan kawannya pun masuk ke dalam rumah sederhana itu. sedangkan Anton dan Andra tetap berjaga diluar karena menurut info akan ada satu keluarga dari kota yang akan datang untuk melamar salah satu dari si kembar.
Anton berjalan mendekati mobil itu, lalu ia menghajar kaca mobil itu hingga pecah dan tangannya terluka.
"Anda jangan masuk wilayah ini, disini baru saja terjadi kekacauan. jangan sampai anda kembali membangkitkan dendam warga sini." kata Anton.
Seorang pria berdasi turun dari mobil itu, lalu mengarahkan sebuah senjata api pada kepala Anton.
"Maksudmu apa hah??" tanya pria itu.
Tanpa diduga, Blacky dan Rambo. burung Elang peliharaan Emir datang lalu menyerang siapapun yang ia lihat, termasuk Anton dan membuat Andra bersembunyi dibalik tembok teras rumah Emir.
"Dorrrr..."
__ADS_1
Terkaman Elang itu tak sengaja menarik pelatuk senjata itu, hingga dua buah peluru bersarang di kepala pria itu.
mendengar keributan, Emir dan kawan kawannya keluar dari dalam rumah. lalu seorang wanita dan laki laki seusia Emir berlari ketakutan keluar dari mobil saat melihat wajah dingin Emir.
"Rambo, Blacky hentikan... lekaslah kembali ke habitat kalian. ini hanyalah sebuah kesalahpahaman." perintah Emir.
Rambo dan Blacky kembali terbang ke habitatnya, lalu Emir menghampiri Anton. "Kamu enggak apa apa??" tanya Emir.
"Tangan saya terluka, karena menghajar kaca dan terkaman si Rambo." batin Anton yang meringis kesakitan.
Emir membangunkan sahabatnya itu, "Makanya jangan terburu buru, kan belum tentu pria ini benar benar akan memaksa Anan atau Anin untuk menerima lamaran atas anaknya. jadi gini kan akibatnya??" tanya Emir.
"Iya, maaf Mir.." gumam Anton.
"Anin kamu ikut sama abang, dan Anan ikut sama om Arhan. kita bawa Anton ke klinik, sekalian ke rumah." perintah Emir.
"Baik.." jawab Anin dan Anan.
Seorang pria datang bersama sekelompok warga, untuk mengusir Emir dari kampung itu.
"Emir, kami tahu... kamu memang anak dan cucu dari petinggi wilayah ini. tapi dengan ini saya perwakilan dari masyarakat meminta kamu, dan dua gadis kembar itu untuk pergi dari kampung ini dan jangan pernah kembali lagi." kata pria itu.
Emir menjawab, "Iya, maafkan sahabat saya dan kelalaian saya. maka dari itu, mulai detik ini saya akan bawa dua gadis adik saya untuk pergi dari kampung ini. baik, terimakasih atas kesempatan untuk hidup di kampung ini, kalau begitu saya pamit.. permisi!!!" ucap Emir yang pergi membawa dua gadis kembarnya bersama kawan kawannya. termasuk Anton yang masih kuat membawa sepeda motor, meski tangannya terluka parah.
*****
Noted : Rambo dan Blacky adalah dua bayi elang yang sempat sakit dan dirawat oleh Ezra dan Arhan. setelah sembuh dan mencapai usia maksimum, dua ekor Elang itu dilepasliarkan dengan catatan jika butuh makan datang saja ke rumah Ezra. Ezra dan Arhan sendiri sempat mengalami paceklik teman sejak bayi, dan paceklik itu berakhir di kelas empat SD setelah Ezra membuat sebuah keputusan konyol dengan mengikuti sebuah lomba, namun bukan kemenangan yang mereka cari..namun untuk menghilangkan kebosanan yang mereka alami.
__ADS_1