
Emir dan Jojo tiba di depan rumah Arhan, mereka langsung memarkirkan motornya lalu berjalan masuk ke dalam rumah Arhan.
"Nanti letakkan disini ya!!" ucap Vira yang sedang mengatur ruang kamar Echa bersama Rion, kakaknya.
Emir dan Jojo membuka pintu, lalu Vira dan Rion keluar dari kamar. "Assalamualaikum.." ucap Emir yang berjalan masuk bersama Jojo.
Vira menjawab, "Waalaikumusallam, eh A Emir sudah datang.. sama siapa ini??" tanya Vira yang menyambut kedatangan Emir.
Jojo menjawab, "Perkenalkan saya Jojo, saya kebetulan diajak sama dia kesini."
Vira mengangguk, "Oh oke, terimakasih atas sikap kamu yang selalu menunduk karena mungkin takut melihat wajahku. sebentar aku ambilkan kalian minum dan kalian berdua duduk saja dulu di ruang tamu."
"Halo, saya Rion. kamu mau minum apa??" tanya Rion pada Jojo.
Jojo menjawab, "Saya Jojo, ya air putih saja.. lagian capek juga ini sudah berkendara cukup jauh."
Rion mengangguk, "Yaudah sebentar, Vira air putih katanya."
Arhan tiba di depan rumahnya, lalu ia keluar dari halaman rumahnya kemudian menggendong Echa masuk ke dalam rumah.
"Ini pak uangnya, kembaliannya ambil saja.." kata Arhan.
"Baik mas, terimakasih.." jawab abang driver taksi online itu.
"Sama sama.. ayo kita masuk ke dalam!! Rendi sama Ricko bantu bawakan barang bawaannya ya!!" perintah Arhan.
"Baik.." jawab Rendi.
"Eh sudah ada disini lagi, sejak kapan sampainya??" tanya Arhan.
Emir dan Jojo bangkit dari duduknya, lalu membantu Rendi dan Ricko yang membawa banyak barang bawaan.
"Sini.." kata Emir.
"Oke, saya istirahat dulu.." jawab Rendi.
Emir keluar dari kamar, "Baru saja sampai, tadi kawal ambulans dulu."
"Oalah.. udah disediakan minum??" tanya Arhan.
Vira dan Rion datang membawakan makanan dan minuman untuk Ezra dan kawan kawannya. "Ini A Emir.." kata Vira.
"Terimakasih.. simpan saja dulu di meja!!" ucap Emir.
__ADS_1
"Nah tuh Jojo, Rendi, Ricko makan dulu tuh cemilannya." kata Arhan.
Jojo, Rendi dan Ricko duduk di sofa, lalu mereka menyantap makanan yang disuguhkan oleh Vira dan Rion.
"Sebentar... Icha sama Vira jagain Echa dulu ya!! mas Arhan mau keluar dulu." ucap Arhan yang berjalan keluar kamar menemui Emir.
"Baik.." jawab Icha dan Vira.
Arhan menemui Emir di ruang tamu, lalu mereka membahas rencana untuk mencari bintang jatuh, komet, pesawat terbang dan bulan pada dinihari nanti.
"Nanti jam dua pagi gas spotting ga??" tanya Arhan.
Emir menjawab, "Oh hayu atuh, berhubung lagi pada bawa kamera iya kan??" tanya Ezra.
"Woiya jelas.. berarti nanti bada isya kita tidur dulu, nanti bangun jam setengah satu dinihari kemudian kita berjalan ke pondok di tengah sawah yang tadi kita lalui." kata Ricko.
Arhan mengangguk, "Oke... kalau begitu saya siap siap dulu."
Jam menunjukan setengah delapan malam, Emir dan anak anak lainnya tidur di kamar Arhan setelah tadi melaksanakan shalat isya berjamaah.
"Akhirnya sampai juga.." ucap mama Nadhira yang datang bersama Papa Emir Mustafa, Kiya, Syilla dan Si kembar Anandita Anindita.
Vira menyambut kedatangan tantenya itu dengan perasaan gembira. "Horee, selamat datang Syilla..Kiya.. si kembar. silakan masuk!! Emir dan yang lainnya juga sudah datang."
Vira menjawab, "Lagi pada tidur, tadi katanya mau pada liat bintang jatuh, pesawat sama matahari terbit."
Mama Nadhira menggelengkan kepalanya, "Emang dasar si Emir, dia udah lama merencanakan itu.. sekalian bikin konten.."
"Ohh pantesan, yaudah om tante ayo masuk!!" seru Vira.
Mama Nadhira dan papa Emir berjalan masuk ke dalam rumah Arhan, disaat yang sama sebuah mobil masuk ke dalam areal rumah itu.
"Siapa itu??" tanya mama Nadhira.
Vira menjawab, "Aku juga enggak tau tante.."
Satu keluarga dengan pakaian mewah turun dari mobil itu, sambil membawa koper berisi uang ratusan juta.
"Assalamualaikum.." ucap pria berpakaian batik itu.
"Waalaikumusallam.. silakan masuk!!" jawab Vira yang membukakan pintu.
Vira berjalan masuk ke dalam kamar Echa, lalu mendengarkan apa yang dibicarakan oleh satu keluarga itu.
__ADS_1
"Begini pak, maksud kami datang kesini itu hanya sekedar silaturahmi.. dan juga ingin mengantarkan putra kami melamar anak ibu yang bernama Vira Auliana.." ucap bapak itu.
"Hah?? bagaimana ini?? aku enggak mau dilamar secepat ini.." batin Vira yang merasa panik.
"Kenapa Vir??" tanya Icha.
Vira menjawab, "Aku mau dilamar Cha, aku enggak mau!!" batin Vira..
"Dreeertttr!!!"
"Halo?? Arhan disini.." kata Arhan.
"Halo Arhan... namaku Harina Pratiwi, aku berasal dari Calobak.." kata gadis dalam telepon itu.
"Hah.. iya.." jawab Arhan.
"Kamu kesini dong!! aku lagi ada di depan rumah kamu.." kata gadis itu.
Arhan membuka matanya, lalu ia berjalan menuju areal depan rumahnya tanpa memperdulikan ada orang yang sedang berbicara.
"Kamu dimana?? disini sepi.." gumam Arhan.
gadis itu menjawab, "Aku ada di dalam tanah depan rumah kamu, disini gelap.."
"Aduh... baru tau di depan rumah ini kan kubs, masalahnya dia siapa??" tanya Arhan yang kebingungan.
Emir dan anak anak lainnya keluar dari kamar lalu menghampiri Arhan. "Kenapa??" tanya Emir.
"Mana kutahu.." jawab Arhan.
seorang laki laki seusia Emir menatap keatas, lalu ia melihat ada seorang anak perempuan menggantung di langit langit rumah.
"Aaaaa!!! Hantu!! Aku tidak mau melamar gadis di rumah ini!!" teriak laki laki itu yang berlari keluar rumah lalu masuk ke dalam mobil dengan ketakutan.
Kedua orangtuanya pun masuk ke dalam mobil lalu pergi tanpa berpamitan atau meminta maaf pada Arhan selaku pemilik rumah.
"Mereka kenapa ya??" tanya Rendi.
"Sulit dimengerti, semoga harimu menyenangkan.." jawab Emir.
*****
Maaf ya Jarang Up..
__ADS_1