
Emir dan Arhan sedang mengerjakan tugas bahasa indonesia bersama Jojo dan Rendi, tak lama bel sekolah berbunyi bersamaan pengumuman dari Pak Rizwan.
"Han, lihat ini.." kata Emir.
Arhan membaca pesan singkat itu, "Dikarenakan dewan guru akan ada pelatihan, untuk itu jam pelajaran hanya berakhir sampai jam sepuluh pagi. Yess, setengah hari gaes... mau pada kemana nih??"
"Kita ke rumah Jojo bagaimana?? disana pasti banyak makanan." kata Arhan.
Jojo terdiam, "Aduh, pake benar segala... tau aja dirumahku banyak makanan. apalagi bolu kukus kesukaannya si Emir."
Emir merapikan buku miliknya, "Hayu gasskeun, mumpung setengah hari. sekalian pengen tau rumahnya si Jojo, siapa tau bisa jadi basecamp kita."
"Ahh, yaudah ayo.." jawab Jojo yang nampak pasrah.
Emir, Arhan, Ricko dan Rendi pergi keluar untuk main ke rumah Jojo. sementara itu, Sabrina menghampiri Arunika untuk menanyakan tentang Emir.
"Si Emir mau pada kemana sama anak anak lainnya??" tanya Sabrina.
Arunika tersenyum, "Itu circle mereka, bukan kewenangan aku untuk menjawab pertanyaan kamu. dunia cowok emang begitu, ada saja sesuatu yang bikin kita penasaran."
Emir menaiki motornya, lalu ia pergi lebih dulu lalu diikuti Arhan, Ricko, Rendi dan Jojo di belakangnya.
"Emang tau rumahnya si Jojo??" tanya Arhan.
Emir menjawab, "Kayaknya jalan Sinar Abadi macet, kita pakai rumus phytagoras saja.. jadi kita ambil jalan pintas."
Arhan terdiam, "Apa hubungannya jalan macet sama rumus phytagoras??"
"Mending Jojo di depan, roda motorku habis.." gumam Emir.
__ADS_1
Jojo menggelengkan kepalanya, "Dasar Emir, yaudah sini saya yang pimpin rombongan di depan."
Emir dan kawan kawannya pun melajukan motor mereka di jalanan kota Bogor yang sangat ramai oleh kendaraan.
"Wiu......" suara sirine terdengar dari arah belakang mereka.
Saat di jalan Empang Pancasan, barulah mereka menyadari bahwa ada sebuah mobil polisi lalu ada sekitar 30an bus pariwisata berukuran besar mengikuti di belakangnya.
"Wah momen bagus nih buat bikin konten.." gumam Emir yang menyalakan kamera dashcam depan dan belakang motornya.
Emir dan kawan kawannya menyusuri jalanan kampung dengan motor gede mereka, sambil diikuti oleh rombongan bus di belakang mereka.
"Gangnya di depan, kita belok.." Jojo menyalakan lampu hazard dan sein kanan motornya, lalu mereka masuk ke dalam gang dimana terdapat janur kuning di depannya.
Rintangan pun datang, Emir dan kawan kawannya turun naik mendaki gunung mendaki lembah, melintasi gurun sahara nyasar ke Antartika.
Emir menyahut, "Iya jalannya kayak Tan 90, tak terhingga kawan."
Setelah rintangan 7 hari 7 malam mereka lalui, akhirnya mereka tiba di rumah Jojo.
"Akhirnya sampai juga.." gumam Emir.
Jojo turun dari motornya, lalu ia masuk sebentar kemudian keluar kembali sambil membawa kunci rumah.
"Yuk kerumahku.." seru Jojo.
Emir menjawab, "Oke, kita masuk ya.."
"Eits, belum... rumahku disana, harus lewati tempat hajatan dulu.." kata Jojo.
__ADS_1
Emir memegang pinggang dengan dua tangannya, "Masih belum sampai nih?? please lah jangan bikin kita makin pusing."
"Dikit lagi.." kata Jojo.
Emir melajukan motornya bersama kawan kawan lainnya melintasi sebuah tempat hajatan tetangga Jojo.
"Punten.... bade ngalangkung.." ucap Emir sambil mengendarai motornya dengan satu tangan.
"Nah ini dia rumahku, ayo masuk.." ucap Jojo.
Arhan bertanya, "Beneran nih?? enggak ngeprank lagi kan??"
"Iya..." jawab Jojo.
Emir, Arhan, Rendi dan Ricko pun masuk ke dalam areal rumah Jojo.
"Assalamualaikum.." ucap Arhan.
"Capek juga, dah lah tidur dulu.." kata Ricko.
Jojo membuka pintu rumahnya, "Ayo di dalam saja tidurnya."
"Dah lah ayo.." jawab Emir yang sudah kelelahan karena melalui lintasan berat tadi.
****
Yuk mampir, Like dan Vote
Jangan lupa follow instagram saya : Sky Millenial Spotter
__ADS_1