PRATAMA

PRATAMA
Episode 2


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian


Emir menyalakan motor gedenya, setelah ia bisa meraih uang dengan menjadi youtuber transportasi. kini orangtuanya membuka usaha toko sembako di jalanan kota Bogor, hingga mereka tak berurusan dengan hutang lagi.


"Emir, Arhan... kalian lagi buru buru gak??" tanya Kiya yang mulai bisa kembali berjalan.


Emir menjawab, "Ehh Kiya sudah mulai bisa berjalan.. iya ada apa emang?? aku lagi santai aja sih sama Arhan."


"Beliin dulu bubur dong.." pinta Kiya.


Emir memberikan uang pada Arhan, "Nih belikan dulu, pakai uangku.."


"Yaudah, sebentar ya Kiya.." ucap Arhan yang pergi untuk membeli bubur.


Kiya duduk disamping Emir yang masih mengenakan sepatu, "Kenapa enggak kamu aja??" tanya Kiya.


"Moodku sedang kurang baik.." jawab Emir.


Kiya tersenyum, lalu ia menjitak kepala Emir. "Aww... sakit tau Kiya!!" batin Emir.


"Yaudah maaf.." jawab Kiya.


Arhan tiba di depan tukang bubur, lalu ia memesan satu porsi bubur.


"Bang, satu ya.. dibungkus jangan pakai seledri.." kata Arhan.


"Baik mas.." jawab Abang tukang bubur itu.

__ADS_1


Arhan menunggu diatas motornya, sambil memperhatikan beberapa kendaraan yang melintas.


"Hei, maaf ini ada kertas jatuh dari celana kamu. takutnya ada hal penting.." ucap seorang gadis yang turut membeli bubur di tempat yang sama.


"Oh iya, maaf terimakasih.." ucap Arhan.


"Sama sama.." jawab gadis itu yang kembali duduk di tempatnya.


Arhan menatap foto di dalam kertas itu, "Anindya, sudah dua tahun kamu meninggalkan Arhan disini. maafkan Arhan yang belum pernah mengunjungi rumah barumu, nanti Arhan dan Emir akan mengunjungimu jika ada waktu." batin Arhan.


"Mas.." ucap abang itu.


"Mas... itu buburnya sudah selesai.." kata gadis tadi.


Arhan menyimpan kertas dan foto itu, lalu ia menerima bubur itu. "Oke bang, ini uangnya terinakasih ya.." ucap Arhan.


Arhan melajukan motornya kembali, di rumah Emir masih menemani Kiya. karena Arsyilla sudah berangkat sekolah lebih dulu.


"Arhan kok lama ya??" tanya Kiya yang mulai bosan.


Saat bersamaan, Arhan tiba dan memberikan bubur itu kepada Kiya.


"Nih.. yaudah kita berdua berangkat dulu.." ucap Arhan dan Emir.


"Iya hati hati.." jawab Kiya.


Emir dan Arhan pergi ke sekolah dengan menaiki motor gede masing masing.

__ADS_1


Sesampainya di areal sekolah, semua mata menatap Emir dan Arhan. karena ketampanan mereka membuat para murid perempuan terkesima.


"Akhirnya sampai juga.." ungkap Emir yang turun dari motor miliknya.


"Pegal juga bawa motor gede ini, padahal jaraknya enggak terlalu jauh lho. gimana kalau kita sunmori ya?? pasti lebih berat dan panjang jalurnya." gumam Arhan.


Emir melepas helmnya, "Iya, bagaimana kalau dirimu tour ke beberapa daerah kalau sedekat ini saja sudah mengeluh pegal??" tanya Ezra.


Arhan menjawab, "Iya, mungkin ini kali pertama.. yaudah ayo ke kelas, sudah terlambat nih!!"


"Beuh, mengalihkan topiknya hebat euy si Arhan." batin Emir dengan logat sundanya.


Arhan menepuk bahu Ezra, lalu menunjukan jam arloji miliknya. "Kita memang sudah terlambat, kata siapa ane mengalihkan topik??" tanya Arhan.


Emir berlari menuju kelasnya, Arhan mengikuti di belakangnya.


"Woy, ente gak bilang kalau mau lari.." gumam Arhan yang mengatur nafasnya.


Emir menoleh, "Punteun ieu mah, dikejar waktu.." jawab Ezra.


"Terserah ente lah.." balas Arhan.


"Hei kalian kenapa masih diluar?? ayo masuk!!" kata gadis yang tadi mengingatkan Arhan.


"Eh iya.. ayo!!" jawab Arhan dan Emir yang masuk ke dalam kelas.


********

__ADS_1


Yuk Like, Vote dan Komen...


__ADS_2