PRATAMA

PRATAMA
Episode 28


__ADS_3

Emir dan Arhan terbangun dari tidurnya setelah mencium aroma ayam goreng buatan bu Nadhira, kedua anak itu berlari menuju ruangan dapur menghampiri aroma itu.


"Ah, kebetulan sekali perutku sedang lapar.." gumam Emir dan Arhan yang muncul dari balik pintu dapur.


Mama Nadhira menoleh, "Yaudah makan dulu sana, nanti kalian berdua ziarah ke makamnya Anindya."


"Baik.." jawab Emir dan Arhan.


Emir dan Arhan mengambil nasi, lalu mereka berdua makan siang sambil menikmati pemandangan pada siang menjelang sore.


"Habis ini kita shalat ashar dulu.." kata Emir.


Arhan menjawab, "Oke.."


Sementara itu, Rendi dan Jojo yang tertidur di ruang studio terbangun karena suara ketukan pintu dari Yashmine.


"Jojo... Rendi bangun!! udah ashar ini.." kata Yashmine.


Rendi dan Jojo yang sedang mengumpulkan energi untuk bangun berjalan sambil mengucek matanya lalu membuka pintu.


"Iya, kamu siapkan makanan saja dulu.." perintah Jojo.


Yashmine menjawab, "Iya.."

__ADS_1


Rendi dan Jojo makan berdua di ruang makan dengan menu opor ayam, setelah itu keduanya pergi ke mushola untuk melaksanakan shalat ashar.


Usai makan siang, Jojo menyimpan piring di wastafel lalu ia berjalan ke mushola bersama Rendi.


"Ayo Ren.." seru Jojo.


Sementara itu, Emir dan Arhan yang tiba di areal pemakaman berjalan menuju tempat peristirahatan terakhir Anindya adik Arhan yang meninggal dunia karena sakit.


"Assalamualaikum, Anin ini kakak... kamu enggak rindu sama kakak??" tanya Arhan yang mengusap nisan adiknya itu.


Emir dan Arhan pun memanjatkan doa dan membaca surat Al Fatihah dan surat yasin. hal seperti ini biasa mereka lakukan sebelum memasuki bulan ramadhan.


"Alhamdulillah..." ucap Emir dan Arhan yang menaburkan bunga diatas makam Anindya.


Setelah selesai membacakan doa, Emir dan Arhan beranjak pergi dari areal pemakaman itu. "Kita kemana sekarang??" tanya Emir.


"Oke.." jawab Emir.


Sekedar Info saja..


Munggahan adalah tradisi masyarakat Islam suku Sunda untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan yang dilakukan pada akhir bulan Sya'ban (satu atau dua hari menjelang bulan Ramadhan). Bentuk pelaksanaannya bervariasi, umumnya berkumpul bersama keluarga dan kerabat, makan bersama (botram), saling bermaafan, dan berdoa bersama. Selain itu, ada pula yang mengunjungi tempat wisata bersama keluarga, berziarah ke makam orang tua atau orang saleh, atau mengamalkan sedekah munggah (sedekah pada sehari menjelang bulan puasa).


Munggahan berasal dari Bahasa Sunda unggah yang berarti naik, yang bermakna naik ke bulan yang suci atau tinggi derajatnya.Tradisi munggahan dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah, untuk membersihkan diri dari hal-hal yang buruk selama setahun ke sebelumnya dan agar terhindar dari perbuatan yang tidak baik selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

__ADS_1


Balik Lagi ke Emir dan Arhan


Di sebuah lapangan dekat sawah, Emir mengeluarkan kamera dari dalam tas miliknya. lalu ia menyalakan ponselnya dan mencari posisi pesawat terbang yang berada di sekitarnya.


"Auckland - Kuala Lumpur, ketinggian 40.000 kaki bisa lah keliatan contrailnya.. apalagi di sore hari yang cerah kayak begini.. " kata Emir.


"Bisa lah.." jawab Arhan yang menyiapkan kamera miliknya.


"Wei Bocil, nanti kalau ada objek putih berjalan bilang ke abang ya.." ucap Emir pada seorang anak kecil.


"Iya.." jawab anak kecil itu.


Emir pun meminum es seduh yang ia beli di angkringan dekat sawah itu.


"Itu.. mamah tuh, bodas mah.." ucap anak kecil itu dengan bahasa sunda.



"Itu darimana mau kemana mas??" tanya ibu dari anak kecil itu.


Emir menjawab, "Dari Auckland ke Malaysia bu.. kadang kalau pesawatnya sudah melintas beberapa meter diatas kita, baru kedengaran suaranya."


"Ohh begitu.." jawab Ibu itu.

__ADS_1


*****


Lanjut Part di Episode Spesial Ramadhan,ini sesuai dengan pengalaman Author menjalani ibadah puasa sejak kecil.


__ADS_2